Sunday, April 8, 2007

Sketsa Perjuangan Bangsa Iran Menggapai Kemajuan

Resistensi Nuklir
Sketsa Perjuangan Bangsa Iran Menggapai Kemajuan

Denyut aktivitas nuklir Iran berawal sejak masa pra revolusi Islam. Tahun 1956, negeri Persepolis ini mengesahkan pendirian Pusat Atom Universitas Tehran yang kemudian disusul dengan terjalinnya perjanjian perdana antara Iran dan AS untuk kerjasama nuklir. 11 tahun kemudian, AS mengoperasikan sebuah reaktor berkapasitas 5 megawatt untuk riset dan kegiatan akademi Universitas Tehran.

Namun begitu, dalam pendirian reaktor itu AS menerapkan limitasi ekstra ketat pada mekanisme keterlibatan dan kerjasama para teknisi Iran. AS sama sekali tidak memperkenankan para teknisi Iran yang tidak menguasai teknologi ini terlibat dalam penginstalan dan pengoperasian reaktor.

Tahun 1971, Rezim Shah Pahlevi menjalin sejumlah kontrak nuklir lain dengan beberapa negara Eropa, termasuk untuk pembangunan reaktor Bushehr dengan Jerman, dan reaktor Darkhoin dengan Perancis, suplai bahan bakar nuklir dengan AS, pembelian saham perusahaan Ordif.

Namun, semua kerjasama dan kontrak itu menguap setelah rezim Pahlevi terguling oleh deru Revolusi Islam. Negara-negara Barat itu tidak sudi lagi melanjutkan kerjasama dengan Iran. Iran yang berubah menjadi Republik Islam lantas menggandeng negara-negara lain untuk merampungkan pembangkit tenaga nuklirnya. Tapi di kemudian hari sebagian besar negara mitra baru Iran itu terpaksa membatalkan dan sebagian lain membatasi kerjasamanya dengan Iran akibat derasnya tekanan AS dan Barat.

Dalam situasi serba ironi itu, Iran ternyata tetap berusaha memajukan proyek nuklirnya , tetapi kali ini dengan hanya mengandalkan kemampuan anak bangsa sendiri. Nyatanya, Iran malah berhasil menguasai teknologi eksplorasi tambang uranium dan mengkonversikan uranium menjadi “adonan kuning” (yellow cake) atau konsentrat uranium.

Selanjutnya, Iran merampungkan Pabrik Konversi Uranium (USF) di Isfahan dan mengoperasikan unit-unitnya. Di saat yang sama, pemerintah Teheran juga mengupayakan pembangunan mega instalasi nuklir Natanz untuk pengayaan uranium. Melalui proyek ini Iran berhasil menguasai teknologi pembangunan dan pemasangan peralatan dan mesin-mesin sentrifugal yang diperlukan untuk proses pengayaan uranium.

Di luar beberapa kegiatan tersebut, para arsitek nuklir Iran juga berhasil mendesain dan mengoperasikan instalasi dan reaktor air ringan di Arak. Dan walaupun sudah menguasai teknologi siklus bahan bakar dan pengayaan uranium melalui mesin-mesin sentrifugal, Iran masih berusaha menggunakan beberapa mekanisme lain untuk pengayaan uranium. Hasilnya, Iran mampu memperkaya uranium melalui sistem laser, kendati masih dalam batas laboratorium.

Tak seperti pada era pra Revolusi Islam, teknologi nuklir Iran pasca Revolusi sudah sepenuhnya mempribumi dan tak lagi bergantung pada luar negeri. Para arsitek Iran sudah mutlak menguasai teknologi ini sehingga mampu mengembangkan dan meningkatkan taraf kecanggihannya. Di era pra Revolusi, aktivitas nuklir Iran sepenuhnya bergantung dan berada di bawah pengawasan ketat AS dan Barat. Mereka tidak meluangkan peranan apapun untuk para arsitek Iran. Lagi pula, program nuklir Iran saat itu tidak keluar dari batasan pembangkit listrik dan bahkan relatif tidak pernah naik dari taraf akademik. Pada dasarnya, rezim Pahlevi dan negara-negara asing pendukungnya memang tidak memiliki niat apapun untuk mencetak kemampuan Iran dalam iptek nuklir.

Pasca Revolusi Islam, didukung oleh pengembangan instalasi-instalasi pembangkit nuklir serta pesatnya peningkatan kuantitas, kualitas, dan iptek nuklir Iran, negara ini mulai mengupayakan terobosan untuk memasuki bidang siklus produksi bahan bakar nuklir dan berbagai aspeknya. Berkat pertolongan Ilahi, Iran berhasil menguasai semua aspek teknologi nuklir. Pada tanggal 11 Februari 2003 ( 22 Bahman 1381 HS) , Iran mendeklarasikan kemampuannya memperkaya uranium.

Secara faktual, beberapa poin berikut ini patut dicatat;

1. Teknologi nuklir berhasil diraih Iran berkat teguhnya kepercayaan para pejabat dan ilmuan nuklir negara ini kepada potensi, kemampuan dan jerih payah mereka. Semua prestasi itu terus dipelihara dengan dukungan rakyat dan manajemen para pejabat Iran. Keteguhan dan resistensi rakyat Iran di depan tekanan asing diakui sebagai faktor utama terpeliharanya semua prestasi itu. Pemerintah dan rakyat Iran tak pernah mundur dalam mempertahankan haknya di bidang nuklir sipil sesuai dengan perjanjian-perjanjian internasional, Piagam Badan Energi Atom Internasional (IAEA), serta prinsip kedaulatan nasional Iran sendiri. Resistensi dilakukan baik pada tahap pengupayaan dan pencapaian teknologi nuklir maupun pada tahap pengebangannya.

Sesuai pasal keempat Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT), Iran berhak mendayagunakan teknologi nuklir untuk kepentingan damai. Lebih dari itu, negara-negara yang memiliki teknologi nuklir bahkan berkewajiban membantu negara-negara yang belum memiliki teknologi tersebut. Iran juga membayar iuran tahunan keanggotaan kepada IAEA dan oleh karenanya Teheran berhak memiliki dan mengembangkan teknologi nuklir sipil.

Di luar konteks ketentuan internasional, terdapat konteks lain yang juga menuntut pemerintah Iran untuk memprioritaskan kepentingan nasional, yaitu konteks kedaulatan nasional dan independensi negara. Karena tak ada satu negara pun patut menyerahkan masalah keamanan dan kepentingan nasionalnya kepada pihak asing. Dan dalam konteks ini pula, masalah pendayagunaan teknologi nuklir menjadi sangat krusial bagi Iran ketika negara ini harus memenuhi kebutuhannya kepada perkembangan di pelbagai bidang ekonomi, sosial, dan iptek.

Pada masa mendatang, teknologi nuklir akan menggeser posisi bahan bakar fosil untuk memenuhi keperluan energi dunia. Kini pun, banyak negara yang sudah menyiapkan diri dengan menambah jumlah instalasi nuklirnya. Industri nuklir dinilai sangat krusial mengingat teknologi nuklir melingkupi 200 bidang industri dan 500 kajian saintifik.

2. Sampai saat ini, Barat berupaya mencegah keberhasilan Iran di bidang nuklir. Dalam menindaklanjuti kasus nuklir Iran, Barat sama sekali tidak menggunakan parameter dalam NPT maupun IAEA, melainkan menggunakan cara-cara arogan. Bahkan, Barat tak segan-segan bertindak di luar aturan internasional. Secara keseluruhan, Barat menerapkan standar ganda dalam kasus nuklir Iran.

Sebelum kemenangan Revolusi Islam Iran, Barat mendukung pembangunan instalasi nuklar di Iran. Namun, pasca kemenangan Revolusi Islam Iran, Barat justru menentang pembangunan instalasi tersebut. Meski aktivitas nuklir Iran diawas oleh IAEA dan tidak menyeleweng dari NPT, Barat selalu menunjukkan interferensi terhadap progam nuklir Iran, dan di saat yang sama, Barat menjalin kerjasama nuklir dengan negara-negara lain termasuk India dan Pakistan yang justru bukan anggota NPT. Bahkan dalam kasus nuklir Rezim Zionis, Barat memberikan berbagai bantuan kepada Tel Aviv.

Barat juga tidak menunjukkan reaksinya atas aktivitas nuklir Rezim Zionis yang telah memproduksi 200 hulu ledak nuklir, atau aktivitas nuklir Korea Selatan yang diam-diam telah menghasilkan pengayaan plutonium hingga 90 persen. Sedangkan terhadap program nuklir Iran, sikap Barat cenderung arogan. Jangankan soal reaktor nuklir, terhadap pembangunan reaktor listrik air ringan di Iran Barat pun Barat masih juga menentang. Barat menolak melanjutkan pembangunan dua reaktor nuklir di Iran yang prosesnya dimulai sejak sebelum kemenangan Revolusi dan sudah mencapai 60 persen. Tidak hanya itu, mereka juga mencegah negara-negara lain termasuk Rusia melanjutkan proyek tersebut.

Dualisme tersebut menunjukkan kentalnya fenomena rasisme dalam politik Barat. Di saat 50 ton uranium milik Iran disita dan disimpan di gudang-gudang di Jerman, serta 10 persen saham milik Iran di perusahaan pengayaan uranium Perancis dibekukan, Inggris dan Perancis malah memberikan bantuan teknologi nuklir secara ilegal kepada Rezim Zionis.

3. Dalam dua dekade terakhir, Republik Islam Iran telah menunjukkan itikad baiknya guna meyakinkan masyarakat internasional soal status damai program nuklir Teheran. Dua tahun lalu, Iran berunding dengan Eropa dan salah satu poinnya adalah masalah nuklir. Dalam perundingan yang berlangsung selama sembilan hari itu, kedua pihak membahas program nuklir Iran dari berbagai segi termasuk masalah transparasi.

Pada saat yang sama, IAEA juga mengawasi seluruh instalasi nuklir Iran. Sepuluh tahun lalu Iran menandatangani Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT). Di samping itu, Iran juga menandatangani berbagai perjanjian nuklir termasuk Konvensi Larangan Ujicoba Senjata Nuklir (CTBT), Konvensi Larangan Perluasan Senjata Biologi (CWC), dan lain-lain. Melalui perjanjian tersebut, Republik Islam Iran ingin menunjukkan kepada dunia bahwa progam nuklirnya sepenuhnya bertujuan damai.

Meski demikian, sejak akhir tahun 2001 Barat meningkatkan agitasi dan tekananya terhadap progam nuklir Iran dengan dalih bahwa Iran akan menyalahgunakannya untuk memproduksi senjata destruksi massal. Guna mengubah persepsi negatif masyarakat internasional soal program nuklir Iran akibat propaganda AS, serta menunjukkan bahwa progam nuklir Iran berjalan sesuai ketentuan IAEA, Replubik Islam Iran menggalang kebijakan transparansi.

Dalam rangka transparansi dan menggalang kepercayaan internasional, Iran mulai menjalin kerjasama penuh dengan IAEA, dengan melakukan berbagai langkah berikut ini;

1_3_ Secara sukarela menandatangani Protokol tambahan. Hal ini dilakukan Iran di saat banyak negara anggota IAEA yang belum nemandatanganinya. bahkan AS tidak bersedia menandatangani dan mengesahkannya.
2_3_ Menjalin kerjasama yang lebih dari ketentuan dan aturan IAEA.
3_3_ Membuka pintu bagi dilakukannya inspeksi oleh IAEA lebih dari 1600 orang/hari. Artinya, setiap harinya rata-rata tiga ispektur IAEA melakukan pengawasan terhadap instalasi nuklir Iran.
4_3_ Memberikan laporan setebal 1030 halaman mengenai seluruh aktivitas dan program nuklir yang dijalankan oleh Iran. Padahal selain itu sudah ada laporan secara berkala dan di setiap moment baik melalui lisan maupun dalam pertemuan-pertemuan resmi.
5_3_ Memberikan kesempatan untuk melakukan interview dengan para ahli nuklir dan para petugas pusat-pusat instalasi nuklir.
6_3_ Mengizinkan tim inspeksi IAEA untuk memeriksa sejumlah pusat militer Iran.
7_3_ Secara sukarela menangguhkan seluruh aktivitas nuklir, termasuk aktivitas pembuatan perlengkapan, riset, instalasi Natanz, pusat UCF Isfahan, dan ... yang kesemuanya dilakukan dalam rangka meyakinkan status damai aktivitas nuklir Iran.

Semua langkah ini menunjukkan bahwa tidak ada penyimpangan dalam program nuklir yang dijalankan oleh Republik Islam Iran, dan fakta ini juga dikukuhkan oleh laporan-laporan yang dibuat oleh Dirjen IAEA.

Meski Iran telah melakukan langkah-langkah tersebut, akan tetapi AS dan Eropa tetap tidak bisa diyakinkan dan bahkan terus menuntut Iran untuk menghentikan aktivitas pemutaran bahan bakar nuklir. Negara-negara tersebut juga tetap melanjutkan kebijakan permusuhannya terhdap Iran.

4_ Dalam kacamata Barat terutama AS, jika Iran berhasiol mengukuhkan teknologi nuklir dan berhasil melampaui seluruh tahapan pengembangannya, kekuatan nasional Iran di satu sisi dan pengaruhnya di tingkat regional dan global akan mengalami perubahan yang sangat besar. Hal ini pernah disinggung oleh ketua Lembaga Riset Strategis Prancis dengan mengatakan, "Faktor utama yang mendorong AS untuk mengganjal upaya Iran di bidang teknologi nuklir sangat erat kaitannya dengan kemampuan strategis Iran. Kemampuan inilah yang akan menempatkan Iran menjadi kekuatan besar di kawasan."

Penilaian yang sama juga disampaikan oleh para pejabat tinggi dan teorisi strategi AS dalam berbagai tulisan mereka, yang salah satunya adalah Iznstein, penanggung jawab rencangan operasi intelejen dan militer di Departemen Pertahanan AS Penatgon. Dalam sebuah yang panjang ia menulis, "Jika Iran berhasil meraih teknologi nuklir, AS akan mendapatkan tantangan yang besar untuk mencegah Iran berteknologi nuklir dari langkah memanfaatkan kemampuan nuklirnya untuk melebarkan pengaruh politik."

Alasan penentangan Barat terhadap aktivitas nuklir Iran tidak terbatasi pada poin-poin yang telah disebutkan. Meski demikian, dengan berbagai alasan Barat terutama AS mengerahkan segala daya dan kemampuan untuk memaksa iran menghentikan aktivitas nuklirnya.

Masalah ekonomi dijadikan alat untuk menghadapi Iran. menurut para perancang kebijakan menekan Iran, lemahnya perekonomian akan bisa memaksa Iran untuk melupakan proyek-proyek besar semisal proyek teknologi nuklir. Bill Wight, deputi Menteri Energi AS dalam hal ini mengatakan, "Saya sangat berhasrat menyaksikan perekonomian Iran semakin hari semakin melemah sehingga tidak banyak mengeluarkan dana inkonvensional untuk mempersenjatai diri."

Tentunya harus diingat bahwa AS dan Barat telah mengembargo iran dengan berbagai macam embargo teknologi termasuk produk-produk yang memiliki fungasi ganda, juga embargo keuangan, investasi dan layanan jasa dan sebagainya. Langkah penyempurna bagi AS adalah mengucilkan Iran dari dunia internasional. Di antara sederet langkah yang dilakukan oleh AS dalam hal adalah; memanupilasi ketentuan hukum yaitu dengan memanfaatkan isu protokol tambahan dan memaksa Iran segera menandatangani serta mengesahkannya, menyusun undang-undang mengenai terorisme nuklir dan menisbatkannya ke negara-nehgara semisal iran, menekan IAEA untuk menghentikan kerjasama teknisnya dengan Iran, dan berbagai langkah lainnya. Akan tetapi semua langkah AS tersebut tidak berhasil melucuti Iran dari teknologi nuklir.

Sejak Iran mengumumkan keberhasilannya menguasai teknologi nuklir, kebijakan Barat dalam mencegah dan menggukujhg proytek nuklir Iran memasuki tahap baru. Untuk ini, barat telah mempersiapkan tiga tahap, yaitu, penangguhan, penghentian dan pemusnahan. Dalam melaksanakan rencana ini AS masuk ke medan dengan memerankan polisi jahat sementra Eropa masuk dengan perannya sebagai pihak yang ingin menyelesaikan masalah dengan cara yang terbaik. Dengan cara ini Barat membuka front melawan proyek nuklir Iran. AS menjasikan pelimpahan isu nuklir Iran ke meja Dewan Keamanan PBB sebagai langkah akhir, sementara Eropa memilih cara untuk bermain tahap demi tahap.

Antara Februari dan Maret tahun 2005, Barat menyangka bahwa mereka telah berhasil mewujudkan target dalam permainan ini. Karenanya, mereka lantas secara terbuka mengumumkan bahwa Iran hanya dapat meyakinkan dunia akan iktikad baiknya jika negara ini mengurungkan niatnya untuk memproduksi bahan bakar nuklir sendiri. Untuk itu pada bulan Juni 2005, Eropa secara tertulis menuntut Iran untk menghentikan aktivitas nuklirnya.

5_ Setelah niat Eropa yang sebenarnya terlihat jelas dan Iran sampai pada kesimpulan bahwa haknya tidak mungkin akan diperoleh melalui meja perundingan dengan Eropa, dan menyusul perubahan di Iran pasca pemilu, Tehran melakukan perubahan yang signifikan dalam kebijakannya menyangkut program nuklir.

Dengan kata lain, mempertahankan penangguhan seluruh aktivitas nuklir sama akan berakhir dengan kegagalan Iran memperoleh teknologi nuklir yang sudah menjadi hak negara ini. Dalam kondisi seperti inilah, Republik Islam Iran mengubah pola permainan dengan pertama-tama membuka segel instalasi UCF di Isfahan. Langkah berikutnya adalah memulai kembali riset nuklir dan langkah ketiga membatalkan pelaksanaan isu protokol tambahan yang sebelumnya dilakukan secara sukarela. Sejurus kemudian Presiden Republik Islam Iran mengeluarkan instruksi untuk memulai kembali seluruh aktivitas yang berkenaan dengan program nuklir.

Negara-negara Eropa menghentikan perundingannya dengan Teheran dan mengadakan sidang darurat Dewan Gubernur lalu mengeluarkan resolusi bernada keras terhadap Iran. Namun kekokohan bangsa Iran di hadapan tekanan Barat akhirnya membuat Barat mengurangi tuntutannya terhadap Iran. Melihat kekokohan Republik Islam Iran dan ketidakpedulian Iran terhadap langkah Barat menyerahkan dokumen nuklir Iran kepada Dewan Keamanan PBB membuat Barat terpaksa mengambil langkah mundur, yaitu mengakui hak Iran dalam membangun instalasi untuk memperkaya uranium (UCF) di Isfahan dan memproduksi uranium hexafluoride. Namun, mereka menetapkan syarata agar proses itu dilakukan di luar wilayah Iran.

Syarat ini diikuti oleh propsal Rusia yang berisi tawaran agar Iran melakukan pngayaan uraniumnya di Rusia. Dan sejak saat itu pula, tekanan Barat ditujukan untuk menekan Iran agar menerima tawaran Rusia itu, Namun sejak awal Iran telah menegaskan bahwa pengayaanuranium adalah bagian dari kepntingan bangsa dan karenanya, Iran menentang proposal itu, serta mengumumkan bahw aproposal itu bisa diterima hanya jika proses itu menjadi pelengkap dari proses pengayaan uranium yang dilakukan di Iran. Menghadapi ketegasan sikap Iran ini, akhirnya Barat mengadakan sidang darurat IAEA danmengeluarkan resolusi yang melaporkan masalah nuklir Iran ke Dewan Keaamanan PBB.

6. Tidak diragukan lagi, melalui cara apapun, baik melalui Dewan Keamanan PBB atau cara-cara lain, Barat tidak berhasil menekan Iran agar menghentikan proyek nuklirnya. Para pengamat dan analis Barat banyak yang menilai bahwa serangan militer, embargo ekonomi, atau penyerahan dokumen nuklir Iran kepada Dewan Keamanan PBB tidak akan bisa menyelesaikan permasalahan nuklir Iran. Mereka bahkan berpendapat bahwa Republik Islam Iran yang didukung oleh kekuatan militer yang tangguh, dukungan rakyat, sumber daya alam, dan posisi strategis di Timur Tengah, telah menjadi sebuah kekuatan yang tidak akan bisa ditaklukkan dengan serangan militer.

Selain itu, para pengamat dan analisis politik juga memperingatkan pemerintah negara-negara Barat bahwa langkah-langkah anti Iran, seperti embargo ekonomi atau serangan militer, akan menimbulkan dampak yang sangat dahsyat di dunia. Mereka menyimpulkan bahwa bagi bangsa Iran, maslah nuklir telah menjadi sebuah masalah yang berkaitan dengan harga diri bangsa dan bangsa Iran tidak akan mundur satu langkahpun dari tekadnya untuk menguasai teknologi nuklir. Itulah sebabnya para analis politik itu menyimpulkan bahwa serangan militer terhadap Iran hanya akan membuat masalah lebih rumit.

Untuk itu, langkah yang diambil Barat kini hanyalah sebatas perang psikologis. Mereka tak henti-hentinya melakukan propaganda negatif mendiskreditkan Iran dan melemparkan ancaman-ancaman kosong soal perang. Yayasan The Heritage Foundation di AS dalam masalah ini bahkan memberikan saran kepada Gedung Putih sbb."Untuk melemahkan pertahanan rakyat Iran harus dilakukan perang psikologis di dalam negeri Iran sendiri, khususnya terhadap kaum muda Iran."

Strategi baru yang dilakukan Barat terutama AS untuk 'menggulung proyek nuklir Iran' memiliki tiga tujuan utama. Pertama, menciptakan opini di tengah bangsa Iran mengenai dampak buruk bila pemerintah Iran terus bertahan di hadapan tekanan Barat dan opini bahwa penguasaan atas teknologi nuklir sama sekali tidak ada faedahnya. Kedua, menciptakan jurang antara pemerintah dan rakyat. Ketiga, memperlemah pemerintahan Iran.

Oleh karena itu, mempertahankan keberhasilan dalam penguasaan teknologi nuklir yang selama ini telah dicapai dengan dukungan rakyat kini merupakan masalah yang sangat penting untuk dilakukan pemerintah Iran. Pemerintah harus terus berusaha mengingatkan masyarakat bahwa hak bukanlah sesuatu yang diberikan pihak lain, melainkan sesuatu yang harus diambil atau diperjuangkan. Dalam rangka inilah, bangsa Iran harus terus berjuang dan bertahan melawan berbagai tantangan dalam untuk meraih haknya di bidang nuklir. Berdasarkan ajaran agama, keimanan dan tekad kuat untuk terus berjalan di jalan yang telah dipilih rakyat, akan menjadi faktor penentu bagi kemenangan.

http://indonesian.irib.ir/nuklir/resistensi.htm

Ayatollah Ali Khamenei mengharamkan memproduksi,menyimpan, apalagi menggunakan

Pemimpin tertinggi Iran telah mengeluarkan fatwa pada
9 Agustus 2005, yang . Bagi kaum Muslim Syiah Iran, fatwa ini bersifat mutlak dan
imperatif.

Sistem global benar-benar tidak adil dan timpang. Politik internasionalsungguh tak berimbang dan menempatkan negara-negara Barat terutama Amerikasebagai pemegang hegemoni tunggal. Bahkan badan dunia PBB menjadi panggungterbuka bagi dominasi Amerika atas belahan dunia yang lain. Resolusi DK PBBNo 1747 yang memberi sanksi tambahan pada Iran lantaran tak bersediamenghentikan proyek nuklir, menjadi bukti baru arogansi dunia Barat atasnegara-negara berkembang yang lemah secara ekonomi dan politik.

Meskipun Iran telah berulang kali menyatakan bahwa proyek nuklirdilaksanakan untuk tujuan damai dan kepentingan sipil, namun Amerika takmenggubris sama sekali. Negara adidaya ini terus melakukan tekanan kerassambil melancarkan propaganda bahwa arah yang dituju dalam proyek nuklirIran adalah pembuatan senjata nuklir, sehingga harus dihentikan secara paksakarena dapat mengancam perdamaian dunia. Sikap ini menggambarkan dua hal:(1) hegemoni Barat yang tak boleh diusik oleh kekuatan negara dunia ketiga,serta (2) persimpangan jalan dan kepentingan Amerika-Iran.

Riwayat proyek

Proyek nuklir Iran memiliki riwayat sangat panjang, yang dimulai tak lamasetelah Shah Reza Pahlevi, atas sponsor badan intelijen Amerika CIA,berhasil menggulingkan Perdana Menteri Dr Mohammed Mossaddegh pada tahun1953. Alasan penggulingan ini karena Mossaddegh melakukan nasionalisasiindustri perminyakan, yang merugikan kepentingan Amerika. Proyek nuklir Iranjelas didukung penuh Amerika, karena rezim Shah Reza Pahlevi dianggap sudahstabil, dapat dikendalikan, dan telah menjadi sahabat sejati sang adikuasa.

Setelah yakin Shah Iran menjadi sekutu, Amerika menjamin bahwa proliferasinuklir di negara ini tak akan menjadi ancaman. Amerika kemudian memberibantuan teknis melalui kerja-sama bertajuk: The US Atoms for Peace Program,yang diikuti dengan pembentukan Tehran Nuclear Research Center (TNRC) tahun1959 dan pembangunan sejumlah fasilitas serta reaktor nuklir.

Pada tahun 1968 Iran menandatangani Nuclear non-Proliferation Treaty (NPT)dan diratifikasi tahun 1970, yang sekaligus memberi hak penuh kepada Iranuntuk mengembangkan teknologi nuklir bertujuan damai dan memenuhi kebutuhansipil. Ketika revolusi Islam pimpinan Ozma Ayatullah Khomeini meletus padaFebruari 1979, proyek nuklir Iran praktis terhenti.

Pemerintahan baru pimpinan PM Mehdi Bazargan beranggapan, Iran takmemerlukan teknologi dan energi nuklir. Padahal, pembangunan reaktorBushehr-1 sudah mencapai 90 persen dan pemasangan peralatan telah mencapai60 persen, sedangkan pembangunan reaktor Bushehr-2 sudah mencapai 50 persen. Pembangunan reaktor nuklir ini dikerjakan oleh kontraktor Jerman: KraftwerkUnion dan kontraktor Amerika: Bechtel Power (Mohammad Sahimi, Iran's NuclearProgram, 2003). Selain reaktor, juga dibangun sejumlah fasilitas lainseperti penambangan dan pengayaan uranium, penampung limbah, pemrosesanradioaktif, dan pusat-pusat riset teknologi nuklir antara lain di Natanz,Anarak, Yazd, Ardakan, Isfahan, dan Lavizan.

Setahun setelah revolusi Islam yang menggemparkan dunia itu, Amerika, denganwatak petualangan yang khas, melakukan agitasi politik dan mengadu dombaIran-Irak sehingga kedua negara terjebak dalam perang selama delapan tahun(1980-1988). Tujuan utama Amerika jelas, yakni melumpuhkan penguasa baruIran yang telah menyebabkan mereka terpaksa hengkang dari negara kaya minyakini.

Amerika pun memasok Irak dengan semua jenis persenjataan militer, bahkansenjata pemusnah massal untuk dapat mengalahkan Iran yang dituduhmenyebarkan ideologi politik fundamentalisme dan mengekspor revolusi Islam.Akibat perang, hampir semua infrastruktur nuklir Iran rusak parah bahkanreaktor Bushehr-1 dan Bushehr-2 berulangkali dibom, sehingga mengalamikehancuran hampir total.

Tiga argumen

Setelah perang berakhir, pemerintahan Iran di bawah Presiden HashemiRafsanjani mulai berpikir ulang dan menilai penting untuk mengembangkanteknologi dan energi nuklir atas dasar tiga alasan pokok: (1) pertumbuhanpenduduk, (2) perkembangan pesat industri, dan (3) penyusutan cadanganminyak. Dalam waktu 25-30 tahun ke depan, pemerintah Iran memprediksi akanterjadi ledakan penduduk, yang mencapai dua kali lipat dari sekarang (70juta orang). Tentu saja, ledakan penduduk akan berdampak pada peningkatankebutuhan energi, sementara saat ini saja Iran harus mengimpor bahan bakarminyak dan listrik dari negara lain.

Selain itu, industri dalam negeri juga mengalami pertumbuhan pesat sehinggamemerlukan tambahan energi listrik. Untuk memenuhi seluruh kebutuhantersebut, dalam waktu 15 tahun terakhir telah menelan biaya sebesar 40miliar dolar AS. Di saat yang sama, cadangan minyak bumi mulai menyusut dariperkiraan sekarang sebanyak 133 miliar barel, yang mungkin akan habis dalamwaktu 75-80 tahun mendatang.

Atas dasar ketiga argumen tersebut, Iran sebagai salah satu negara dengandeposit uranium terbesar di Timur Tengah, berkeinginan mengembangkanteknologi nuklir dengan maksud melakukan diversifikasi energi. Diversifikasienergi dengan memanfaatkan nuclear power sesungguhnya menjadi hak penuh Iranyang dijamin dalam NPT. Namun, negara-negara Barat terutama Amerika mencobamenganulir hak pokok ini dengan propaganda global: Iran berambisimengembangkan senjata nuklir.

Amerika juga mengemukakan alasan konyol bahwa Iran tak memerlukan energinuklir, karena sudah memiliki cadangan minyak bumi yang melimpah. Alasan ini jelas aneh bin ajaib, karena Rusia dan Cina yang kaya sumber daya alam jugamengembangkan energi nuklir. Karena itu, gugatan Iran sangat bisa dimaklumi,logis, dan rasional. Jika negara-negara maju dapat mengembangkan teknologidan energi nuklir, maka hak yang sama harus diberikan kepada negara-negaraberkembang termasuk Iran. Penting dicatat, energi nuklir mampu memasokkebutuhan listrik di Prancis sebanyak 80 persen, Jerman 31 persen, KoreaSelatan 40 persen, Jepang 30 persen, Amerika, Inggris, dan Rusiamasing-masing 20 persen, Kanada 15 persen, dan Italia 10 persen (WorldNuclear Association 2007).

Sampai sekarang, kemampuan Iran dalam melakukan pengayaan uranium barumencapai 3,5 persen yang sudah cukup untuk memproduksi energi nuklir.Pengayaan uranium pada tingkat ini masih sangat jauh untuk bisa memproduksisenjata nuklir, yang harus mencapai 85 persen-90 persen untuk varian U-235dan U-238 (angka lambang masa atom). Menurut Hans Blix, mantan DirekturJenderal International Atomic Energy Agency (IAEA) yang memimpin timinvestigasi senjata pemusnah massal di Irak, kalau pun Iran berambisimengembangkan senjata nuklir masih memerlukan waktu paling kurang 10 tahunlagi.

Penting dicatat, pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei telahmengeluarkan fatwa pada 9 Agustus 2005, yang mengharamkan memproduksi,menyimpan, apalagi menggunakan senjata nuklir. Bagi kaum Muslim Syiah Iran,fatwa ini bersifat mutlak dan imperatif.

Ikhtisar

Dalam sejarah tercatat bahwa nuklir Iran sebenarnya dirintis atas dukunganAmerika, saat pemerintahan Iran masih bisa dikendalikan oleh negara adidayaitu.- Amerika berubah begitu pemerintah Iran tak lagi bisa kompromi denganAmerika.- Lewat black campaign Amerika lantas mencurigai Iran mengembangkan nukliruntuk persenjataan.- Padahal pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khameini, telahmengharamkan senjata nuklir.

Amich Alhumami

http://www.mail-archive.com/fupm-ejip@usahamulia.net/msg02160.html

Keserakahan AS dan Nuklir Iran

Headline Republika, 26 Maret 2007, berjudul 'DK PBB Jatuhkan Sanksi untuk Iran'. Ada foto besar yang menggambarkan suasana saat pemungutan suara. Para perwakilan 15 anggota DK PBB, termasuk dari Indonesia, mengacungkan tangan yang memberi isyarat persetujuan mereka pada rancangan resolusi yang dibuat oleh Inggris, Perancis, dan Jerman itu. Resolusi dengan No 1747 itu menambah sanksi terhadap Iran, karena negara tersebut dianggap tidak mematuhi Resolusi No 1737 yang dikeluarkan 23 Desember 2006.

Resolusi No 1737 berisi kewajiban Iran untuk menghentikan upaya pengayaan uranium dalam rangka pengembangan nuklir. Dalam jangka waktu 60 hari sejak disahkan resolusi 1737 itu, Iran diharuskan menghentikan kegiatan pengembangan nuklirnya. Tetapi, Iran menolak penghentian upaya pengayaan uranium, dengan argumentasi bahwa upaya mereka untuk kepentingan damai. Sebagai negara penandatangan NPT Nuclear Non-Proliferation Treaty (NPT), mereka merasa berhak mengembangkan nuklir untuk kepentingan damai.

Akan tetapi, mengapa Amerika Serikat (AS), Inggris, dan negara besar lainnya selalu menekan Iran untuk menghentikan upaya pengembangan nuklir dan bahkan memberi sanksi kepada Iran lewat resolusi DK PBB. Bila kita lebih jujur melihat masalah nuklir di Timur Tengah, maka semestinya pengembangan nuklir Israel juga harus dihentikan.

Nuklir Iran dan NPT

Sebenarnya Iran sudah lama mengembangkan nuklir untuk kepentingan sumber energi alternatif. Program mereka dimulai pada tahun 1950-an. Saat itu, Iran menandatangani perjanjian dengan Amerika Serikat (AS) untuk pengembangan program nuklir guna pembangunan power plant. Melalui program pengembangan nuklir Iran ini, AS akan diuntungkan sedikitnya 6 miliar dolar AS.

Proyek nuklir pertama kali ini (Bushehr project) dikembangkan dengan menggunakan teknologi dari Jerman. Proyek itu melakukan desalinasi air laut bagi pemenuhan kebutuhan air bersih untuk konsumsi harian dan irigasi di Provinsi Bushehr. Saat itu hampir 90 persen proyek tersebut selesai dan 60 persen instalasi telah terpasang.

Namun, pada tahun 1979 program itu terhenti akibat terjadinya revolusi Iran yang menggulingkan kekuasaan Shah Reza Pahlevi. Program itu kemudian tidak jelas, akibat adanya perang Irak-Iran yang mengakibatkan rusaknya power plant tersebut. Program pengembangan nuklir ini dilanjutkan pada tahun 1995 dengan bantuan Rusia. Saat itu, Iran telah mendapat tekanan dari AS untuk tidak melanjutkan program pengembangan nuklirnya.

Sampai tahun 2005, proyek Bushehr belum selesai, padahal kebutuhan Iran akan energi terutama untuk pemenuhan tenaga listrik semakin mendesak. Hal ini dikarenakan industri Iran yang meningkat pesat dan mulai. Masalah itu dapat teratasi bila power plant dapat bekerja. Bila rencana pengembangan energi nuklir itu berjalan dengan lancar, Iran berharap pada 2010 sudah menghasilkan 6.000 MW listrik.

Niat pengembangan nuklir Iran untuk kepentingan damai ditunjukkan dengan adanya penandatanganan Pemerintah Iran terhadap NPT pada 1968, yang kemudian diratifikasi oleh Parlemen Iran pada 1970. NPT sendiri mengakui ada tiga pilar dalam perjanjian itu. Pertama, yang diperbolehkan memiliki senjata nuklir hanya lima negara, yaitu: Prancis, Cina, Rusia, Inggris, dan Amerika Serikat. Kelima negara itu tidak diperkenankan mentransfer teknologi senjata nuklir ke negara lain. Mereka juga sepakat untuk tidak menggunakan senjata nuklir terhadap negara-negara non-senjata nuklir.

Kedua, NWS didorong untuk merencanakan pengurangan persediaan senjata nuklir mereka di bawah kontrol internasional. Ketiga, negara penandatangan NPT mempunyai hak menggunakan teknologi nuklir untuk kepentingan damai. Dengan berdasar pilar ketiga inilah tampaknya Iran ingin mengembangkan nuklir untuk memenuhi kebutuhan listrik mereka.

Sebenarnya di Asia ada beberapa negara yang sudah mengembangkan nuklir. Bahkan mereka sudah mengembangkan senjata nuklir, yaitu India, Pakistan, Israel, dan Korea Utara. India pertama kali melakukan percobaan senjata nuklirnya pada tahun 1974. Pakistan melakukan hal yang sama pada tahun 1998.

Diperkirakan India mempunyai lebih dari 150 kepala nuklir. Pakistan mempunyai sekitar 60 kepala nuklir. Sedangkan Israel yang mengembangkan senjata nuklir di wilayah Dimona, Nagev, sejak tahun 1958, mempunyai simpanan senjata nuklir cukup banyak, 100-200 kepala nuklir.

Ketiga negara itu tidak menandatangani NPT. Mereka berargumentasi bahwa NPT hanya menciptakan kelompok kecil 'pemilik nuklir' dan kelompok besar 'bukan pemilik nuklir' dengan batasan adanya percobaan senjata nuklir sebelum tahun 1967. NPT tidak pernah menjelaskan alasan prinsip dari perbedaan itu yang berkaitan dengan bahaya senjata nuklir. Bila India, Pakistan, dan Israel tidak mau menandatangani NPT, maka Korea Utara pernah meratifikasi NPT pada 12 Desember 1985. Tetapi kemudian Korea Utara keluar dari NPT pada 10 Januari 2003. Sejak saat itu, Korea Utara melakukan pengembangan senjata nuklir secara terbuka.

Standar ganda AS

Menghadapi empat negara tersebut, AS mempunyai kebijakan yang berbeda. Israel dan Pakistan yang menjadi sekutu AS tidak diungkit-ungkit. Padahal dengan jelas kedua negara itu telah mengembangkan senjata nuklir. Terhadap India yang kurang bersahabat, AS melakukan penekanan sampai kemudian ada perjanjian kerja sama nuklir antara AS dan India pada Juli 2006. Sementara itu, Korea Utara mendapatkan tekanan dari
AS dengan lebih keras, bahkan diancam akan mendapatkan sanksi dari DK PBB. Tetapi kemudian pada Februari 2007 Korea Utara mau melakukan 'kerja sama' dan 'kompromi' dengan AS. Sejak saat itu tekanan AS terhadap Korea Utara berkurang.

Tekanan lebih keras lagi dilakukan AS terhadap Iran. AS melakukan pendekatan terhadap pemegang veto DK PBB untuk memberikan sanksi terhadap Iran. Resolusi DK PBB No 1737 yang dikeluarkan pada 23 Desember 2006 adalah keberhasilan AS. Salah satu klausul dalam resolusi tersebut adalah keharusan Iran untuk menghentikan kegiatan pengayaan uranium dalam 60 hari setelah resolusi. Bila tidak, maka akan ada sanksi, tetapi tidak disebutkan sanksi militer. Berpedoman pada pilar ketiga NPT, maka Iran tidak mau menghentikan pengayaan itu. Akibat sikap Iran itu, maka AS bersama sekutunya semakin meningkatkan tekanan dan hasilnya adalah DK PBB mengeluarkan resolusi No 1747.

Berbagai resolusi itu hanya akan dijadikan 'pintu masuk' bagi AS untuk semakin menekan Iran dan kalau perlu untuk mengganti rezim di Iran yang dianggap tidak kooperatif. Bila itu yang terjadi, maka AS semakin berkuasa di Timur Tengah.

Apakah kekuasaan AS itu akan memberikan manfaat bagi warga di Timur Tengah? Standar ganda AS yang diterapkan di wilayah itu akan semakin membuka konflik. Israel yang dibiarkan membangun senjata nuklirnya, dapat mengancam keamanan negara tetangganya. Kalau mau adil, DK PBB semestinya mengeluarkan resolusi yang melarang pengembangan senjata nuklir oleh semua negara. Dengan demikian, ancaman keamanan dan kehancuran akibat senjata nuklir dapat dihindari.

Ikhtisar
Jika Iran dilarang untuk mengembangkan nuklir, semestinya Israel juga dikenai larangan itu. Israel terbukti mengembangkan nuklir untuk kepentingan perang.
Selain Iran dan Israel, negara lain di Asia selain lima pemilik nuklir yang tercantum dalam NPT yang juga mengembangkan nuklir adalah India, Pakistan, dan Korea Utara.
Amerika Serikat (AS) lewat Dewan Keamanan PBB tidak mau mengusik pengembangan nuklir di Israel dan Pakistan karena kedua negara tersebut dianggap bisa kompromi dengan Barat.
Resolusi pelarangan nuklir akan menjadi pintu masuk bagi AS untuk mengganti rezim di Iran yang dianggap tidak kooperatif.

Penulis : M Hamdan Basyar (P2 Politik LIPI)Sumber : Republika (27 Maret 2007)

http://www.indonesia.go.id/index.php/content/view/3422/335/

Wednesday, April 4, 2007

Geger Penistaan Islam di Malang

Puluhan wanita berjilbab dan pria berbaju Muslim bernyanyi. Lalu, Al-Qur'an
itu berada sejajar dengan kaki mereka ...itulah sekelumitpenistaan agama di
Malang
Puluhan pasangan menari dan bernyanyi. Para wanitanyaberjilbab dan yang pria berbaju koko layaknya seorang Muslim danMuslimah. Jangan keliru, mereka bukan warga Muslim. Tapi, wargaberstatus agama lain.Penampilan mereka yang terekam dalam video inilah yang minggu-mingguini `menggegerkan' kota Batu Malang. Tak hanya kota di kota Apel,video itu juga telah beredar di Pasuruan, Madura dan bahkan sampai keluar negeri.

"Saya mendapatkanya dari teman, minggu lalu, " kata Linda, seorangTKW asal Indonesia yang bekerja di Hongkong. "Di sini sudah ramai pakorang lihar VCD nya, "tambah Agus, (22) mahasiswa sebuah perguruantinggi di Malang .Video berdurasi sekitar satu jam itu menceritakan aktivitas sekitar 30orang yang melakukan ritual khusus. Penampilan peserta seperti terekamdalam VCD, cukup beragam. Peserta laki-laki ada yang memakai sarungdan ada juga yang memakai celana.

Sementara, peserta perempuan sebagian terlihat memakai jilbab. Selamadurasi 60 menit lima detik itu tergambar aktivitas kelompok yangdikomando seorang pemimpin. Setelah memberi pengarahan dan instruksi,sang pemimpin lalu mengangkat Al-Qur'an dan mengarahkan peserta lainuntuk berdiri melingkar.Tak beberapa lama, dalam gambar, Al-Quran sudah berada di lantai.Sejajar dengan kaki para peserta yang mengitarinya.Di belakang mereka, terpampang tulisan Lembaga Pelayanan MahasiswaIndonesia (LPMI) sebagai penyelenggara. Kegiatan ini dilakukan disalah satu hotel di Kota Batu mulai 17-20 Desember 2006.

Salah seorang pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Malang,Nidhom Hidayatullah mengatakan, kasus ini sebagai penistaan danpembajakan identitas Islam. "Ini bukan kasus biasa. Ini adalahpembajakan identitas Islam", ujarnya saat dihubungi www.hidayatullah. comPihak MUI sendiri, sebagaimana disampaikan Nidhom, sudah melaporkankasusnya ke pihak Polwil Malang dan MUI Pusat. "Kami sudahmelaporkannya. Sebab sebagian masyarakat sudah resah", tambahnya.Kapolwil Malang, Kombes Pol M Amin Saleh, sebagaimana dikutip harianSurya (3/4) telah memeriksa lima lebih orang sebagai saksi. Merekaadalah peserta yang tergabung dalam forum itu. [gus/hud/cha]

www.hidayatullah.

Kebohongan Perkosaan Masal Mei 1998 TERUNGKAP !!!

Isu pemerkosaan massal atas perempuan Cina dalam Kerusuhan Mei 1998 senantiasa dihembus-hembuskan. Tidak lebih dari berita bohong.

Hasil penyidikan FBI akhirnya membongkar kebohongan itu. "Jika sebuah kebohongan terus-menerus diceritakan hingga terdengar luas di masyarakat, maka lama-kelamaan masyarakat akan meyakini kebohongan itu sebagai sebuah kebenaran." kata Menteri Propaganda Nazi Jerman, Dr Josef Goebels, enam dasawarsa yang lalu.

Meski sudah kuno, namun prinsip propaganda yang diterapkan Nazi untuk melibas bangsa Yahudi di Eropa menjelang Perang Dunia II itu masih terus dipakai dan dilestarikan hingga kini.

Strategi propaganda ala Goebels ini pun tetap laris di Indonesia dan masih cukup efektif sebagai alat pemukul lawan politik dan ide yang berseberangan. Tengoklah berbagai propaganda hitam yang dikembangkan dengan cara itu. Misalnya, pembangunan opini bahwa Islam sudah tidak cocok untuk zaman modern ini, pembentukan opini bahwa poligami identik dengan kekerasan, pengelabuan bahwa pluralisme adalah kebaikan yang harus diterima dan sebagainya.

Tapi, propaganda kebohongan paling dahsyat di Republik ini adalah isu tentang pemerkosaan massal atas para perempuan etnis Cina pada saat kerusuhan Mei 1998. Dengan sistematis mereka meniupkan isu tentang isu perkosaan itu, dengan berbagai cerita di berbagai media, dengan berbagai cara dan sarana, baik di dalam dan luar negeri. Padahal, dengan jelas isu itu sebenarnya dipakai untuk mendeskreditkan Islam dan simbol-simbol Islam.

Kisah Vivian dan Foto-Foto Perkosaan

Internet menjadi sarana paling hebat untuk menyebarluaskan kisah perkosaan massal itu. Yang paling kontroversial adalah kisah yang konon dialami oleh seorang gadis keturunan Cina bernama 'Vivian. Kisah itu muncul kira-kira pada pertengahan Juni 1998. Konon Vivian tinggal bersama orang tuanya di lantai 7 sebuah apartemen di kawasan Kapuk, Jakarta Utara ketika diserbu orang-orang tak dikenal saat kerusuhan Mei. Mereka lalu memperkosa Vivian, saudara, tante dan tetangga-tetangganya.

Kisah Vivian sangat deskriptif, detail dan menyentuh, sehingga mampu membangkitkan emosi. Majalah Jakarta-Jakarta sempat mengutip cerita perkosaan yang sangat vulgar itu mentah-mentah dalam sebuah edisinya. Dalam cerita itu, dengan sangat kurang ajar, ia menceritakan bahwa orang-orang yang bertampang seram itu memperkosa mereka dengan berteriak "Allahu Akbar" sebelum melakukan perbuatan itu. Caci maki pun berhamburan kepada ummat Islam dan para Ulama.

Hampir bersamaan dengan munculnya kisah Vivian, muncul pula foto-foto yang konon berisi gambar para korban kerusuhan Mei di jaringan internet. Beberapa website memuat foto-foto yang luar biasa sadis dan mencekam. Siapapun pasti tersulut amarahnya bila melihat foto-foto yang disebut-sebut sebagai foto kerusuhan Mei 1998 dan korban-korban perkosaan massal itu.

Pemajangan foto-foto di media internet itu telah mengundang emosi luar biasa bagi etnis Cina di seluruh dunia. Mereka menganggap kerusuhan Mei 1998 adalah sebuah operasi yang sengaja ditujukan untuk mengenyahkan orang Cina, dan menyetarakan kasus perkosaan massal atas perempuan-perempuan itu dengan kasuk The Rape of Nanking, saat pendudukan Jepang ke Cina tahun 1937.

Upaya Menelisik Fakta

Para wartawan yang kredibel mengakui bahwa pada saat peristiwa Mei 1998, peristiwa perkosaan memang terjadi. Seorang wartawan FORUM mendapat pengakuan dari seorang anggota Satgas PDI Perjuangan bernama M, bahwa dia dan teman-temannyalah yang menyerbu dan membakar pertokoan di Pasar Minggu. Ia juga mengaku melecehkan perempuan, bahkan beberapa kawannya memperkosa mereka. Tapi menurut dia, korban tidak hanya dari kalangan Cina. "Siapa aja, ada Amoy, ada Melayu, ada Arab," kata anggota Satgas PDIP itu.

Para wartawan pun terus mencoba mengejar dan mewawancarai korban dengan semua petunjuk tentang para korban, tapi hasilnya nihil. Konon semua sudah pergi ke luar negeri dan tidak terlacak lagi. Hanya anak ekonom Christianto Wibisono yang terkonfirmasi sebagai korban perkosaan Mei 1998. Majalah Tempo, dalam edisi pertama setelah terbit lagi juga tak mampu menemukan korban, apalagi sampai berjumlah ratusan.Beberapa wartawan yang melacak lokasi yang di duga menjadi tempat tinggal Vivian dan keluarganya, juga tak menemukan apa-apa. Warga di sekitar apartemen menjawab tidak ada dan tidak pernah terdengar adanya Amoy yang diperkosa saat kerusuhan Mei 1998. Seorang anak nelayan yang pada dua hari jahanam itu menjarah apartemen tempat Vivian tinggal mengaku, jangankan memperkosa, ketemu penghuni juga tidak. Sebab, mereka sudah kabur ke luar negeri.

Soal jumlah korban perkosaan pun menjadi ajang perdebatan seru. Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Kasus Kerusuhan Mei 1998 pecah gara-gara bab yang membahas hal ini. Sebagian anggota ingin memasukkan semua laporan tentang adanya perkosaan, sementara yang lain meminta semua di klarifikasi dulu. "Terkesan ada yang ingin memanfaatkan isu ini untuk kepentingan tertentu." kata anggota TGPF Roosita Noer.

Tengoklah data yang mereka kumpulkan. Dari 187 nama menurut daftar yang dibawa anggota TGPF Saparinah Sadli dan 168 dalam daftar Pastor Jesuit Sandyawan Sumardi, ternyata hanya 4 orang yang berhasil diklarifikasi, yang lain baru qaala wa qiila, alias kata orang. Sementara, 2 (dua) orang korban yang di datangkan anggota TGPF Nursyahbani Katjasungkana ternyata orang gila beneran yang di duga sudah lama. Lucunya, ketika data ini diminta, Ketua TGPF Marzuki Darusman tidak mau membagi data itu kepada anggota yang lain.

Dari sisi ilmu statistik, data soal perkosaan massal pun aneh. Misalnya laporan tentang adanya perkosaan jauh lebih besar dari pada laporan tentang pelecehan seksual, di raba-raba dan sebagainya. Padahal, seharusnya menurut statistik, berdasarkan kurva sebaran, pola acak akan selalu membentuk kurva seimbang. Jumlah laporan orang yang diraba-raba saja seharusnya lebih banyak dari pada yang dilaporkan mengalami pelecehan, apalagi yang sampai diperkosa, dengan tingkatan paling berat.

Kebenaran kisah Vivian sempat juga dipertanyakan kalangan keturunan Cina sendiri. Mungkinkah si terperkosa, dalam waktu singkat menceritakan hal ini, sehingga cerita ini muncul di internet pada 13 Juni 1998--- dan bisa mengendalikan emosi, sehingga bisa menuliskan kisah kesadisan yang dialaminya secara detail? Bukankah hal ini bertentangan dengan anggapan bahwa etnis Tionghoa teramat sangat tertutup dalam hal perkosaan?

Setelah menerima banyak pertanyaan soal orisinilitas cerita Vivian, pengelola situs Web World Huaren Federation (WHF), Dean Tse, dalam pesannya tanggal 18 Agustus 1998, minta agar pengirim cerita bisa memberi keterangan lebih lanjut. Namun hingga kini, permintaan Dean Tse belum ada jawaban. Dean Tse pun tidak bisa melacak alamat si pengirim cerita tersebut di jaringan internet.

Belakangan Soekarno Chenata, pengelola situs Web Indo Chaos, juga mengakui foto-foto yang bergentayangan di situsnya, sama sekali tidak otentik. Kepada detik.com, Soekarno mengaku pernah menerima foto sadis yang sempat di pajang di Indo Chaos. Namun ia segera mencabut foto itu dari situsnya karena ternyata foto itu adalah hasil montase dan diambil dari situs porno yang memang brutal.

Terbongkar Habis

Upaya pembuktian telah dilakukan, namun upaya pengaburan dan disinformasi terus dilakukan. Misalnya, ketika fakta bahwa Vivian tidak pernah ada, para agitator itu berdalih, Vivian adalah nama dan alamat yang dipakai dan hanyalah nama samaran. Ketika para wartawan tidak menemukan korban, mereka berkilah soal keselamatan korban. Hingga akhirnya kebohongan itu terbongkar, justru dari AMERIKA SERIKAT, tempat di mana para pembohong itu mengobral cerita untuk menyudutkan kaum Muslimin di Indonesia.

Semula, pemerintah Amerika Serikat dengan mudah memberikan suaka kepada imigran asal Indonesia yang mengaku dianiaya dan dirudung kekerasan seksual di negerinya dengan alasan etnik dan agama. Tapi gara-gara kesamaan pola cerita, kedekatan waktu pengajuan, kesamaan alamat dan asal pengaju, dan kesamaan kantor pengajuan, mereka mulai curiga.

Setelah menyelidiki selama dua tahun, pada Senin, 22 November 2004 satuan tugas rahasia pemerintah Amerika Serikat menggelar operasi bersandi Operation Jakarta. Operasi penangkapan 26 anggota sindikat pemalsu dokumen suaka ini dilakukan serentak di lebih dari 10 negara bagian di Amerika Serikat. "Pemimpin sindikat ini adalah Hans Guow, WNI yang dikabulkan permohonan suakanya pada 1999," kata Jaksa Penuntut Wilayah Virginia, Paul J McNulty yang menangani kasus ini.

Para tersangka dikenai tuduhan sama, yakni memalsukan dokumen suaka serta berkonspirasi dalam pemalsuan berbagai dokumen. Awalnya mereka hanya membantu menyediakan dokumen asli tapi palsu. Tapi setelah berhasil mengibuli pihak berwenang dengan memalsukan izin kerja dan nomor jaminan sosial, mereka mulai menyiapkan aplikasi suaka palsu.

Mereka juga menyiapkan skenario pengakuan bo'ong-bo'ongan seperti diperkosa atau dianiaya dalam kerusuhan Mei 1998. "Cerita tentang penyiksaan itu sangat seragam karena para pelamar menghafalkan kata demi kata secara persis seperti yang diajarkan," kata Jaksa McNulty. Mereka pun mengajari kliennya untuk menangis dan memohon dengan emosional untuk mengundang simpati petugas.

Lucunya, mereka menceritakan kisah yang sama. Cerita diperkosa supir taksi misalnya meluncur dari mulut 14 perempuan yang mengajukan permohonan suaka sejak 31 Oktober 2000 hingga 6 Januari 2002. "Mereka mengaku diperkosa karena keturunan Cina," kata Dean McDonald, agen spesial dari Biro Imigrasi dan Bea Cukai Kepabeanan Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat di negara bagian Virginia.

Belakangan, Voice of Amerika juga membuat liputan investigatif tentang isu perkosaan massal itu. Mereka keluar masuk berbagai lokasi yang dicurigai sebagai TKP perkosaan massal, dan mencoba mewawancarai berbagai pihak. Tapi hasilnya nihil. Perkosaan memang ada, tapi dengan mengikuti petuah Goebels, fakta telah didramatisasi sedemikian rupa dan dimanipulasi dengan dahsyat.Wa lahu khairul maakireenn.. .....

http://fpi-online.blogspot.com/2007/04/kebohongan-perkosaan-masal-mei-1998.html

Patung Yesus dari Coklat


Seniman : Banyak yang menginginkan coklat Yesus.
Minggu, 1 April 2007.

Sebuah patung Yesus terbuat dari coklat membuat umat katholik marah bahkan telah
menuai ancaman. Tapi para seniman yang membuatnya justru mengatakan bahwa banyak
tawaran untuk membuat pertunjukan tentangnya.

Cosimo Cavallaro seorang seniman, pada hari sabtu mengatakan, bahwa disebabkan "orang-orang yang fanatik" dan ancaman-ancaman yang diterimanya, maka terpaksa patung tersebut harus disimpan di truk pendingin disebuah lokasi yang tidak diketahui umum.

Galeri di Manhattan pada hari Jumat akhirnya membatalkan niatnya untuk menggelar pameran patung Yesus setinggi 6 kaki yang dijuluki "My Sweet Loed" ditenggah-tengah komplain yang membanjir dari pihak Katholik bahkan juga dari Cardinal Edward Egan.

Mereka (para pembuat patung tersebut) telah dianggap telah melukai keyakinan Katholik, dengan membuat patung Yesus yang tidak menggunakan cawat. Banyak juga yang marah karena galeri merencanakan akan memamerkan patung tersebut selama minggu suci. Yang mana seharusnya berjalan dari Senin hingga minggu di Manhattan di hotel Roger SMith, New York.

Cavallaro mengatakan bahwa kontroversi justru memacu ribuan email dari orang-orang yang berniat membantu, memberikan donasi dan tempat untuk pameran.
"Ini sangat luar biasa", ia menambahkan.
http://www.theconservativevoice.com/ap/article.html?mi=D8O81J4G1&apc=9024


Galeri membatalkan pameran Coklat Yesus
Sabtu, 31 Maret 2007

New York. Sebuah galeri seni di Manhattan membatalkan pameran Paskah yang rencananya akan menampilkan sebuah patung telanjang Yesus dari coklat seukuran manusia karena teriakan dari Gereja Katholik Roma.

Akhirnya Direktur galeri seni menyetujui pembatalan tersebut.
Patung yang diberi nama "My Sweet Lord" karya Cosimo Cavallaro semestinya akan dipamerkan selama 2 jam tiap hari di Galeri Roger Smith di Midtown Manhattan.

Jadwal pameran patung ini harusnya telah dimulai senin, beberapa hari sebelum Jumat Agung yakni ketika umat kristen merayakan penyaliban Yesus dan kebangkitan Yesus yang dirayakan pada hari minggunya.
Tapi protes juga termasuk telpon yang menyeru untuk memboikot segala sesuatu yang berhubungan dengan Hotel Roger Smith memaksa galeri tersebut membatalkan pertunjukan.

"KIta telah membatalkan pertunjukkan tersebut dan meminta kerendahan hati dan rasa tanggung jawab dari pihak hotel dan semua yang terkait," James Knowles, Presiden dari Hotel Roger Smith, mengatakan dalam sebuah statemen nya.

Sebuah perkumpulan Katholik untuk keimanan dan hak-hak manusia telah menyerukan untuk memboikot semua yang berhubungan dengan hotel Roger Smith.

"Kami akhirnya lega. Dan kami senang akhirnya mereka kembali menggunakan akal sehatnya," kata Kiera McCafrey, direktur Kominukasi perkumpulan yang mengklaim sebagai perkumpulan katholik Amerika yang terbesar.

Sebelum pembatalan, ia menyebut kejadian ini "Penghinaan terhadap ummat Kristen" ia menambahkan, "Mereka tidak akan berani untuk berbuat sama, membuat patung telanjang dari coklat untuk nabi Muhammad, yang mempertontonkan kemaluannya di tengah bulan Ramadhan."

Kardinal Edward Egan di New York menyebut patung tersebut sebagai "sebuah skandal" dan "pertunjukkan yang menjijikkan".
Mattew Semler, direktur seni galeri tersebut mengatakan ia tidak melihat adanya sesuatu yang tidak layak dan mengatakan akan mencari tempat lain yang mau memamerkan.
"Saya melihatnya sebagai meditasi terhadap semua isu : faktanya itu hanyalah coklat, faktanya itu telanjang, dan coklat tersebut hitam," Semler said.

Di New York sering kali terjadi perselisihan antara seni dan keyakinan.
Di tahun 1999, Mayor Rudolph Giuliani mencoba untuk menggambar di pembukaan sebuah museum seni di Brooklyn,seorang wanita kulit hitam yang dianggap sebagai Bunda Maria dengan kotoran gajah yang menghiasinya dengan pengambilan gambar seolah-olah dari majalah porno.

Mayor Michael Bloomberg mengambil pendekatan yang berbeda.
"Jika kamu ingin menyuguhkan sesuatu untuk konsumen pria, maka bicaralah tentang mereka, buat jadi sebuah pembicaraan yang besar," Bloomberg mengatakan pada Radio WABC. "Jika kamu ingin membalas mereka, maka cara yang jitu adalah, jangan diperhatikan !".
http://www.stuff.co.nz/stuff/dailynews/4012155a12.html

Iran freed 15 captives on the birthday of the great prophet Muhammad saw







By NASSER KARIMI, Associated Press Writer 6 minutes ago
TEHRAN, Iran - President Mahmoud Ahmadinejad said Iran would free the 15 detained British sailors and marines Wednesday as an Easter holiday "gift" to the British people.

Iranian state television said the 14 men and one woman, who were seized while on patrol in the northern Persian gulf on March 23, would leave Iran on Thursday. An Iranian official in London said they would be handed over to British diplomats in Tehran.

Ahmadinejad's surprise announcement came at a news conference shortly after he pinned a medal on the chest of the Iranian coast guard commander who intercepted the sailors and marines.

"On the occasion of the birthday of the great prophet (Muhammad) ... and for the occasion of the passing of Christ, I say the Islamic Republic government and the Iranian people — with all powers and legal right to put the soldiers on trial — forgave those 15," he said, referring to the Muslim prophet's birthday on March 30 and the Easter holiday.

"This pardon is a gift to the British people," he said.
The office of British Prime Minister Tony Blair said it welcomed the news. President Bush , who had condemned the seizure of the Britons and referred to them as "hostages," also welcomed it, said his national security spokesman, Gordon Johndroe.

Their release would end a 13-day standoff between London and Tehran that was sparked when the crew was seized as it searched for smugglers off the Iraqi coast. Britain denied Iranian claims the crew had entered Iranian waters.

After the news conference, state television showed Ahmadinejad meeting with the British crew, dressed in business suits, outside the presidential palace. He shook hands and chatted with them through a translator, and a caption to the video said the meeting was taking place as part of the "process of release."
"We appreciate it. Your people have been really kind to us, and we appreciate it very much," one of the crew could be heard telling Ahmadinejad in English.

Another said: "We are grateful for your forgiveness."
Ahmadinejad responded in Farsi, "You are welcome."
Among the crew at the palace was sailor Faye Turney, the sole woman among the captives, wearing a blue jacket and floral-patterned blue and white headscarf.

Iranian TV said the British captives had watched Ahmadinejad's news conference live and were ecstatic when a translator told them what the president had said.

In New York, British U.N. Ambassador Emyr Jones Parry said "if this news is confirmed, then it's tremendous news and we're delighted."

Recent days saw talk of direct negotiations between Britain and Iran, and a decrease in tensions that had risen after Iran broadcast videos in which Turney and the others "confessed" to violating Iranian territorial waters, and Britain expressed outrage.

Ahmadinejad said the British government had sent a letter to the Iranian Foreign Ministry pledging that entering Iranian waters "will not happen again."

The British Foreign Office responded: "We haven't gone into detail of what was in the note. But we have said all along we made our position clear (about being in Iraqi waters)."

A Downing Street spokeswoman said Blair's office was "establishing exactly what this means in terms of the method and timing of their release."

An Iranian official in London said the crew members would be handed over to British diplomats in Tehran and that it would then be up to the Foreign Office to decide how they would return home.

"They will go through some brief formalities and then they will go to the embassy," said the diplomat, who spoke on condition of anonymity because of the sensitivity of the negotiations. "They can go on a British Airways flight to Heathrow, they can go through the UAE (United Arab Emirates), it is up to the British Embassy in Tehran in coordination with the Foreign Office here."

In London, a Foreign Office spokesman said wanted to "make sure we've actually got them in hand, and that they're safe and well," before making travel plans.

A group of British service members who were seized by Iran in 2004 were sent back to the British sector of southern Iraq aboard an Iranian commercial flight, after stops in Kuwait and the United Arab Emirates.

Ahmadinejad's announcement came after Iran's state media reported that an Iranian envoy would be allowed to meet five Iranians detained by U.S. forces in northern Iraq. Another Iranian diplomat, separately seized two months ago by uniformed gunmen in Iraq, was released and returned Tuesday to Tehran.

Ahmadinejad said Iran will never accept trespassing in its territorial waters.
"On behalf of the great Iranian people, I want to thank the Iranian coast guard who courageously defended and captured those who violated their territorial waters," he said.

"We are sorry that British troops remain in Iraq and their sailors are being arrested in Iran," Ahmadinejad said.

Ahmadinejad asked Blair not to "punish" the crew for confessing that they had been in Iranian waters when they were seized by Iranian coast guard. Iran broadcast video of some of the crew giving confessions, angering Britain.

He also criticized Britain for deploying Turney in the Gulf, pointing out that she is a woman with a child.
"How can you justify seeing a mother away from her home, her children? Why don't they respect family values in the West?" he asked of the British government.

Iran has denied it seized the Britons to force the release of Iranians held in Iraq, and Britain has steadfastly insisted it would not negotiate for the sailors' freedom.

Iran's official Islamic Republic News Agency said earlier Wednesday that an Iranian envoy would be allowed to meet with the five detained Iranians in Iraq but gave no further details.

A U.S. military spokesman in Baghdad said, however, that American authorities were still considering the request. The spokesman, Maj. Gen. William C. Caldwell, said an international Red Cross team, including one Iranian, had visited the prisoners but he did not say when.

Iraqi Foreign Minister Hoshyar Zebari told The Associated Press that the case of the five Iranians detained in Irbil, the capital of the Kurdish self-governing region in northern Iraq, had no connection with the British captives.

Zebari, a Kurd, said his government had been relaying Iranian requests for a meeting with the five detainees, but could not confirm the request had been approved.

In a commentary, the Iranian news agency said the movement on the Iranian prisoner issue was due in part
to "the new American political and military appointments in Iraq."

The agency was referring to Gen. David Petraeus, who assumed command of U.S. forces in February, and Ryan Crocker, who began work as the new U.S. ambassador to Iraq last month.

U.S. troops detained the five Iranians on Jan. 11, accusing them of links to an Iranian Revolutionary Guard network that was supplying money and weapons to insurgents in Iraq.

Secretary of State
Condoleezza Rice said President Bush had approved the strategy of raiding Iranian targets in Iraq as part of efforts to confront the government in Tehran.

Iraqi Kurds, like the country's Shiites, maintain close ties with Shiite-dominated Iran, despite their warm relationship with the U.S. — and have been upset over the arrests in their own capital.

Iran denounced the raid and insisted that the five were diplomats who were engaged exclusively in consular work. The Iraqi government said they were arrested at an office that was supposed to become an Iranian consulate.

The British newspaper The Independent reported this week that the Irbil raid had escalated tensions between the U.S. and Iran and may have set the stage for the March 23 seizure of the British naval personnel.

Also Wednesday, a Kuwaiti newspaper quoted Syrian Foreign Minister Walid al-Moallem as saying Damascus was also mediating the case of the 15 Britons.

----------
Associated Press writers Raphael G. Satter in London and Edith M. Lederer at the United Nations contributed to this report.
http://news.yahoo.com/s/ap/20070404/ap_on_re_mi_ea/iran_britain

Sunday, April 1, 2007

Pemerintah LIBYA Larang Wanita Bepergian Tanpa MAHRAM !!

Rabu, 21 Maret 07

Pemerintah Libya menegaskan keputusannya untuk melarang kaum wanita di bawah usia 40 tahun bepergian tanpa mahram dengan menilainya sebagai langkah pengaturan saja yang tidak menyentuh masalah kebebasan yang telah dilindungi undang-undang. Hal itu disampaikan melalui keterangan yang dikeluarkan pemerintah -dipublikasikan situs resmi pemerintah- yang menegaskan, keputusan itu dilakukan untuk mengurangi dampak-dampak negatif yang sering dialami para pemudi Libya bila bepergian sendirian tanpa alasan atau kepentingan tertentu, seperti seringnya mereka menjadi korban jaringan kriminal di luar negeri.!!! Aparat Libya telah mengambil langkah tersebut pada hari Senin lalu dan merupakan yang pertama sejak 20 tahun lalu. Sementara itu, LSM Wanita negeri itu memprotes langkah tersebut dan menyebutnya sebagai melanggar kebebasan.!!?? (ismo/AS)

NEW ZEALAND: Umat Islam Kecam Seminar Pojokkan Islam

NEW ZEALAND: Umat Islam Kecam Seminar Pojokkan Islam !!
Jumat, 23 Maret 07

Para pemimpin masyarakat Islam di New Zealand (Selandia Baru) mengecam sebuah seminar yang bakal digelar para pemimpin gereja-gereja setempat untuk mengeritik apa yang mereka klaim sebagai ‘ancaman Islam terhadap New Zealand.’

Masyarakat Islam menyebut diadakannya seminar ini sebagai tanda fanatik buta dan pemojokan terhadap Islam. Dalam pembelaannya terhadap semintar Kristiani yang pelaksanaannya akan dikoordinirnya, Moray Dalnier, direktur lembaga ‘Kristen Timur Tengah’ mengatakan, “Seminar ini akan menyoroti ancaman yang diciptakan Islam terhadap masyarakat New Zealand.’ Ia akan menegaskan, ancaman ini dapat dipantau hakikat dan rencananya dengan mengingat kembali serangan terhadap Amerika Serikat pada bulan September 2001 lalu.

Dalam keterangannya yang bernada sengaja menyerang agama Islam, Dalnier menambahkan, “Islam adalah ancaman terpendam akan tetapi sewaktu-waktu mungkin akan meledak. Islam dapat mengancam ketentraman masyarakat New Zealand sebab kaum Muslimin berusaha untuk menguasai dunia dan ingin merealisasikan tujuan ini dengan berbagai cara.!!??” Ketika menyampaikan peringatannya kepada pimpinan gereja di New Zealand, Dalnier menyebutkan, “Gereja di Inggeris telah menyepelekan bahaya Islam. Andai kata gereja di New Zealand tidak dalam tingkatan bahaya seperti ini, pasti kami mendapati diri kami tengah menghadapi ancaman Islam sebagaimana yang terjadi di Inggeris.!?”

Sementara itu, Gafied Khan, ketua ikatan majlis-majlis Islam di New Zealand segera menuduh para peserta dalam seminar itu dan juga para penyelenggaranya sebagai orang-orang yang amat fanatik dan cenderung anti terhadap agama Islam yang lurus.!? Gafied Khan mengatakan, “Tujuan seminar ini adalah menyebarkan rasa takut dan permusuhan terhadap Islam. Setiap penyelenggara yang mengoordinir seminar ini adalah orang-orang yang fanatik dan tidak netral.” Pemimpin Muslim New Zealand itu menambahkan, “Kami sebagai masyarakat Islam tidak mau menambah walau pun satu persen saja dari jumlah penduduk secara global.

Kaum Muslimin hidup di negeri ini sejak lebih dari satu abad lalu dan tidak pernah suatu hari pun, berumber dari mereka hal-hal yang dapat menimbulkan kecemasan.!” Seperti diketahui, masyarakat Islam kini menghadapi propaganda diskriminatif, kekerasan dan upaya menyulitkan di dalam kebanyakan masyarakat barat seiring dengan genderang perang dunia internasioanl yang dipimpin Amerika Serikat terhadap apa yang mereka sebut, ‘terorirsme.’!!?? Cara ini telah banyak mendapat kritikan secara meluas dari kalangan lembaga-lembagan pembela HAM. (ismo/AS)

http://alsofwah.or.id/?pilih=lihatakhbar&id=583

Saturday, March 31, 2007

Go Iran's Nuc !


APRIL FOOL

APRIL FOOL (April Mop)

Most of us celebrate April fool day every year and fool each other. But how many of us know the bitter facts hidden behind it. It was around a thousand years ago that Spain was ruled by Muslims. And the Muslim power in Spain was so strong that it couldn't be destroyed. The Christians of the west wished to wipe out Islam from all parts of the world and they did succeed to quite an extent. But when they tried to eliminate Islam in Spain and conquer it, they failed. They tried several times but never succeeded. The unbelievers then sent their spies in Spain to study the Muslims there and find out what was the power they possessed and they found that their power was TAQWA . The Muslims of Spain were not just Muslims but they were practicing Muslims. They not only read the Quran but also acted upon it. When the Christians found the power of the Muslims they started thinking of strategies to break this power. So they started sending alcohol and cigarettes to Spain free of cost. This technique of the west worked out and it started weakening the faith of the Muslims in particular the young generation of Spain.

The result was that the Catholics of the west wiped out Islam and conquered the entire Spain bringing an end to the EIGHT HUNDRED LONG YEARS' RULE OF THE MUSLIMS in Spain. The last fort of the Muslims to fall was Grenada (Gharnatah), which was on the 1st of April. From that year onwards, every year they celebrate April fools day on the 1st of April, celebrating the day, they made a fool of the Muslims. They did not make a fool of the Muslim army at Gharnatah only, but of the whole Muslim Ummah.

We, the Muslims, were fooled by the unbelievers. They have a reason to celebrate April fool day, to keep up the spirit. Dear brothers and sisters, when we join in this celebration, we do so out of ignorance. If we had known about it, we would never have celebrated our own downfall. So now, that we are aware of it, and now let us promise that we shall never celebrate this day. We should learn our lesson from the people of Spain, and shall try to become practicing Muslims, never to let anybody weaken our faith.

Please forward this message to as many people you know. The more people you forward it to the greater will be the reward from your Lord in this world and the hereafter. Please try to do it before the 1st of April, to create awareness that WE ARE NOT FOOLS ANYMORE.

http://planetgrenada.blogspot.com/2005/04/april-fools-and-fall-of-granada.html

Wednesday, November 29, 2006

"Kabut" Ahmad Syafii Maarif

Ahmad Syafii Maarif “menelikung” pemikiran Buya HAMKA, seolah-olah beliau seorang yang rindu dunia untuk didiami siapa saja meski “beragama atau tidak”

Oleh: Irena Handono *

Ahmad Syafii Maarif, bekas ketua umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, menerima pesan singkat dari jenderal polisi yang bertugas di Poso. Sang jenderal minta Syafii membantunya memahami ayat 62 surat Al-Baqarah. Jenderal itu berharap makna ayat itu akan membantunya mengurai konflik yang terjadi di Poso. Tulisan yang dimaksud berjudul, “Hamka Tentang Ayat 62 Al-Baqarah dan Ayat 69 Al-Maidah” di Harian Republika, (Selasa 21 November 2006).

Di bawah ini kutipanya;

“ Pada suatu hari bulan November 2006 datanglah sebuah pesan singkat dari seorang jenderal polisi yang sedang bertugas di Poso menanyakan tentang maksud ayat 62 surat al-Baqarah. Kata jenderal ini pengertian ayat ini penting baginya untuk menghadapi beberapa tersangka kerusuhan yang ditangkap di sana. Karena permintaan itu serius, maka saya tidak boleh asal menjawab saja, apalagi ini menyangkut masalah besar yang di kalangan para mufassir sendiri belum ada kesepakatan tentang maksud ayat itu. Ayat yang substansinya serupa dapat pula ditemui dalam surat al-Maidah ayat 69 dengan sedikit perdedaan redaksi. Beberapa tafsir saya buka, di antaranya Tafsir al-Azhar karya Hamka yang monumental itu.”

Dalam tulisan itu, Syafii juga mengatakan jika yang dimaksud Hamka itu adalah masalah toleransi. Padahal bukan. Menurut saya, buku tafsir itu dibacanya dengan fikiran yang “berkabut”. Kesimpulannya, hal-hal yang benar dari Hamka tertutup dan memunculkan pemikiran Syafii Maarif sendiri.
“Sikap Hamka yang menolak bahwa ayat 62 al-Baqarah dan ayat 69 al-Maidah telah dimansukhkan oleh ayat 85 surat Ali 'Imran adalah sebuah keberanian seorang mufassir yang rindu melihat dunia ini aman untuk didiami oleh siapa saja, mengaku beragama atau tidak, asal saling menghormati dan saling menjaga pendirian masing-masing. Sepengetahuan saya tidak ada Kitab Suci di muka bumi ini yang memiliki ayat toleransi seperti yang diajarkan Al-Quran. Pemaksaan dalam agama adalah sikap yang anti Alquran (lih. al-Baqarah 256; Yunus 99).”

Menurut Syafii Maarif, Hamka adalah seorang mufassir yang berani. Saya setuju dan benar sekali. Bahkan beliau sudah menafsirkan ayat-ayat Allah dengan tepat dan gamblang, termasuk surat Al-Baqarah ayat 62 dan
Al-Maidah ayat 69 serta Ali Imran ayat 85 yang terkait dengan ayat 62 surat Al- Baqarah.

Tafsir Hamka terhadap surat Al-Baqarah ayat 62: "Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan orang-orang yang jadi Yahudi dan Nasrani dan Shabiin, barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Kemudian dan beramal yang shaleh, maka untuk mereka adalah ganjaran di sisi Tuhan mereka, dan tidak ada ketakutan atas mereka dan tidaklah mereka akan berduka cita "

Surat AlMaidah ayat 69: "Sesungguhnya orang-orang yang beriman, dan orang-orang Yahudi dan (begitu juga) orang Shabiun, dan Nashara, barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhirat, dan diapun mengamalkan amal yang shaleh, maka tidaklah ada ketakutan atas mereka dan tidaklah mereka akan berduka cita."

Merujuk pada Tafsir Al Azhar. karya Prof.DR Hamka, seharusnya Syafii Maarif bisa menjawab pertanyaan sang jenderal polisi dengan tegas dan benar. Sebab pada buku juz 1 halaman 212, Hamka menyatakan sebagai berikut :

"Di dalam ayat ini dikumpulkanlah keempat golongan ini menjadi satu. Bahwa semua mereka tidak merasakan ketakutan dan dukacita asal saja mereka sudi beriman kepada Allah dan Hari Akhirat dan diikuti dengan amal yang saleh. Dan keempat-empat golongan itu lalu beriman kepada Allah dan Hari Akhirat itu akan mendapat ganjaran di sisi Tuhan mereka."

Jadi, penafsiran Prof DR Hamka, bukan tentang toleransi antar ummat beragama, tapi yang paling pokok adalah keempat golongan itu hendaknya beriman kepada Allah dan Hari Akhir. Itulah syarat mutlak untuk mendapatkan ganjaran disisi Tuhan mereka. Mestinya penafsiran yang gamblang ini jangan lagi diberi bayang-bayang kabut, karena tidak ada ayat Al Quran yang saling bertentangan, tapi justru saling melengkapi.
Sebaliknya, Syafii Maarif "menjejalkan" fikirannya dengan menggambarkan Hamka sebagai seorang yang rindu akan dunia yang aman untuk didiami oleh siapa saja, mengaku beragama atau tidak, asal saling menghormati dan saling menjaga pendirian masing-masing Jadi, seolah-olah Hamka menyatakan beragama atau tidak bukan masalah, toh semua agama sama.

Saran saya, supaya tidak terkesan “menelikung” pemikiran Prof. Hamka, hendaknya Syafii Maarif juga mengutip pemikiran beliau pada halaman 214 dan 215 yaitu, "kerapkali menjadi kemuskilan bagi orang yang membaca ayat ini, karena disebut yang pertama sekali ialah orang-oang yang beriman, kemudiannya baru disusul oleh Yahudi, Nashrani dan Shabiin. Setelah itu disebutkan bahwa semuanya akan diberikan ganjaran oleh Tuhan apabila mereka beriman kepada Allah dan Hari Akhirat, lalu beramal yang saleh. Mengapa orang yang beriman disyaratkan beriman lagi ?"

Lebih jauh Hamka berpendapat, "setengah ahli tafsir mengatakan bahwa yang dimaksud disini barulah iman pengakuan saja. Misalnya mereka sudah mengucapkan dua kalimah syahadat, mereka telah mengaku dengan mulut, bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah dan Muhammad utusan Allah. Tetapi pengakuan tadi baru pengakuan saja,belum diikuti oleh amalan, belum mengerjakan rukun Islam yang lima perkara, maka iman mereka itu masih sama saja dengan iman Yahudi, Nashrani dan Shabiin. Apatah lagi orang Islam peta bumi saja atau Islam turunan, maka Islam yang semacam itu masih sama saja dengan Yahudi, Nashrani dan Shabiin. Barulah keempat itu terkumpul menjadi satu, apabila semuanya memperbaharui iman, kembali kapada Allah dan Hari Akhirat, serta mengikutinya dengan perbuatan dan pelaksanaan."

Itulah syarat mutlak sehingga keempat golongan itu menjadi satu dan padu yaitu beriman kepada Allah, Hari Akhir dan beramal shaleh. Adapun yang tidak dikutip oleh Syafii Maarif sehingga pemikirannya berkabut adalah kalimat Prof. Hamka pada halaman 215 yaitu, "Apabila telah bersatu mencari kebenaran dan kepercayaan, maka pemeluk segala agama itu akhir kelaknya pasti bertemu pada satu titik kebenaran."
Ciri yang khas dari titik kebenaran itu adalah menyerah diri dengan penuh keikhlasan kepada Allah yang SATU ; itulah Tauhid, itulah Ikhlas, dan itulah Islam ! Maka dengan demikian orang yang telah memeluk Islam sendiripun hendaklah menjadi Islam yang sebenarnya. Inilah sebenarnya pemikiran Islami dari Prof. DR. Hamka yang ditelikung oleh Syafii Maarif, yang mengaku sebagai ‘sang murid.’

Di sisi lain, pernahkah terfikirkan oleh Syafii Maarif bahwa keyakinan Kristiani menyatakan Allah dalam Al Quran bukan Tuhan dalam Bible (Lihat buku .The Islamic Invasion, karya Robert Morey, edisi Bahasa Indonesia, Halaman 62, yang isinya sebagai berikut;

"Ketika kita bandingkan sifat-sifat Tuhan Al Kitab (Bible) dengan sifat-sifat Tuhannya Al Quran, muncul dengan jelas, bahwa keduanya bukanlah dari Tuhan yang sama!" Bahkan pada halaman yang sama tertulis bahwa : "Latar belakang sejarah mengenai asal-usul dan makna kata Arab "Allah" bukanlah Tuhan yang menjadi sesembahan orang Yahudi dan orang Kristen. Allah hanyalah suatu berhala Dewa Bulan bangsa Arab yang dimodifikasi dan ditingkatkan maknanya."

Pada halaman yang sama Robert Morey mengutip pendapat Doktor Samuel Schlorff, yang menyatakan dalam tulisannya mengenai perbedaan mendasar antara Allah dalam Al Quran dan Tuhan dalam Al Kitab (Bible) sebagai berikut; " Saya percaya bahwa kunci masalahnya adalah pertanyaan mengenai hakekat Tuhan dan bagaimana Tuhan berhubungan dengan ciptaannya ; Islam dan Kristen, meskipun mempunyai kesamaan secara formal, sesungguhnya sangat jauh berbeda dalam masalah tersebut."

Nah marilah kita merenung kembali, samakah semua agama, samakah semua kitab suci? Seharusnya Ahmad Syafii Maarif –apalagi dia mantan Ketua PP Muhahammadiyah-- meyakini bahwa; "satu-satunya agama di sisi Allah hanyalah Islam." Wallahu a’lam.


*) Penulis adalah pendiri ‘Irena Center’ dan Ketua Umum Gerakan Muslimat Indonesia (GMI)
http://hidayatullah.com/index.php?option=com_content&task=view&id=3903&Itemid=60

Thursday, November 23, 2006

Mensos Larang Misionaris Asing Masuk Indonesia

Menteri Sosial (Mensos), Bachtiar Chamsah, di Jombang, Jawa Timur, Kamis (16/11), mengatakan, pihaknya melarang misionaris asing masuk ke Indonesia mengembangkan misi-misi tertentu.

Kamis, 16 Nopember 2006 17:05:00

Jombang-RoL -- .
"Kalau ada orang-orang asing menjalankan misi-misi tertentu akan kita larang. Depsos punya anggaran sendiri untuk kegiatan sosial, jadi nggak perlu orang-orang asing seperti itu," ujarnya di depan ribuan peserta halal bi halal Jam'iyyah Thoriqoh Qodiriyah wan Naqsabandiyah di Ponpes Darul 'Ulum, Peterongan, Jombang.

Menurut dia, hampir setiap bulan Depsos mendapatkan dana berasal dari sumbangan para pengusaha rata-rata Rp1 miliar hingga 1,5 miliar. "Dengan menggunakan dana ini pula, bisa kita larang kedatangan orang asing yang hendak merealisasikan program-program tertentu. Untuk itu silakan masyarakat atau kalangan pondok pesantren yang membutuhkan dana sosial, bisa mengajukan proposal kepada kami," kata menteri dari kader PPP itu.

Ia mengaku, selama ini telah bekerja keras berupaya menekan angka kemiskinan yang jumlahnya telah mencapai 39,1 juta jiwa, tanpa harus mendapatkan bantuan dari misionaris asing.

"Meskipun orang miskin di Indonesia sebanyak itu, tapi tidak sampai kelaparan, karena kultur masyarakatnya yang suka tolong-menolong. Berbeda dengan di Eropa, kemiskinan bisa saja berubah jadi kelaparan," ujarnya.
Walau begitu, dia tetap meminta kesadaran seluruh masyarakat untuk tidak berpangku tangan, karena kemiskinan hanya bisa diperangi dengan bekerja keras.

"Kepada para ulama juga kami tekankan, agar dalam dakwahnya juga mengajak umat untuk bekerja keras. Karena bagi kami kaum muslim di Indonesia jauh lebih bermartabat dibandingkan dengan di negara lain," kata Bachtiar Chamsah mengingatkan.

Sementara itu dalam waktu dekat ini Depsos akan mendirikan pondok pesantren di Poso, Sulawesi Tengah, dengan anggaran yang disediakan sekitar Rp300 juta. (antara)

http://www.republika.co.id/Online_detail.asp?id=272028&kat_id=23

TAK ADA API MAKA TAK ADA ASAP. INI ADALAH BUKTI KONKRIT BAHWA KEGIATAN SALIBIS MEMURTADKAN UMMAT ISLAM ADALAH MERUPAKAN FAKTA. BUKAN ISU.

Wednesday, November 15, 2006

Bush's New and Improved War on Terror

So Rumsfeld resigns the same day as the Republicans take a major beating at the polls because the majority of Americans do not support the ill-conceived and ill-handled, and corruption riddled War in Iraq, and George Bush has the audacity to say publicly that the election had nothing to do with it. Who does this guy think he is kidding?

Rumsfeld fell on his sword for the poor Republican showing in the election (or was forced to by Karl Rove), just like Colin Powell was forced to fall on his sword for the President's (or perhaps again it was Karl Rove's) "weapons of mass destruction" motivation for the Iraq War. That, as we have all come to know, was a lie too.

So what will we be looking at now for the War on Terror, with this potentially new landscape. Well, the Iraq War is getting a new person at the helm, Robert Gates. This is the same Robert Gates who was in Bush's father's cabinet (does the Junior Bush know ANYONE on his own or is he just taking Daddy's advice and using the same old Cold Warriors his Dad did over a decade ago). The world is a much different place than it once was and you would think the present President Bush would know defense people other than those who served under his father. But I digress.

I guess the real question is what will Gates do and how will our policy in Iraq change? Can Gates be a visionary and pull American fat out of the fryer in Iraq or will he push us deeper, faster. This administration is not very open to change or dissention so my crystal ball tells me it will be more of the same under the guise of "new and improved". However, Dick Cheney whom I suspect is one of the main drivers behind what has happened in Iraq (and one who cannot resign as Rumsfeld had to) is not a man who changes his stripes and he is a vociferous hawk on Iraq. Likewise, Bush has positioned himself with his "stay the course" rhetoric so rigidly that he cannot move much from his present position primarily because he has jeered at anyone who does not believe in his Iraq policy as "not supporting the troops" or as "cut and run". That rhetoric makes it pretty tough to shift his position without being tarred with his own brush. The jury is out, but I would not make any big plans that a plan to withdraw from Iraq is going to happen any time soon, so the fodder for terror in the Middle East can be expected to continue at least another two years.
http://www.firewithfire.info/

Nasihat untuk Suksesnya Sebuah Perkawinan

Pernikahan adalah salah satu perintah Tuhan, dan ini merupakan jalan para Anbiya, termasuk manusia pertama, Adam as dan wanita pertama, Hawa. Mereka melangsungkan pernikahannya di Surga, oleh sebab itu Allah memberikan suatu Wewangian Surgawi kepada pasangan yang melangsungkan pernikahannya agar mereka bahagia. Tetapi mereka harus menjaga sendiri wewangian itu sepanjang hidupnya,ini sangat penting

Nasihat untuk Suksesnya Sebuah PerkawinanMaulana Syaikh Nazhim Adil al HaqqaniMercy Oceans Towards the Divine Presence (Book One)

Sebuah Khutbah NikahPernikahan adalah salah satu perintah Tuhan, dan ini merupakan jalan para Anbiya, termasuk manusia pertama, Adam as dan wanita pertama, Hawa. Mereka melangsungkan pernikahannya di Surga, oleh sebab itu Allah memberikan suatu Wewangian Surgawi kepada pasangan yang melangsungkan pernikahannya agar mereka bahagia. Tetapi mereka harus menjaga sendiri wewangian itu sepanjang hidupnya,ini sangat penting

Dan sekarang kita memohon kepada Allah untuk melestarikan wangi tadi di antara mereka berdua sepanjang jalan mereka, sepanjang hidup mereka di dunia, dan kita berharap agar mereka akan bersatu di Akhirat kelak, di kehidupan yang kekal. Itulah makna dari pelaksanaan upacara pernikahan bagi satu pasangan baru.

Kita bersyukur kepada Tuhan kita, yang menciptakan pria dan wanita, dan mengaruniai mereka dari Cinta Ilahi-Nya. Jika Dia tidak menganugerahkan Cinta Ilahi-Nya, tak seorang pun yang akan menemukan jodohnya. Dan Dia memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk menjalani kehidupan yang mulia, dengan menjadi kan orang saling berpasangan, bukannya satu wanita untuk semua pria atau seorang pria bagi seluruh wanita.

Merupakan suatu kehormatan bagi wanita, bahwa seorang wanita hanya diperuntukkan bagi seorang pria dan sebaliknya seorang pria hanya untuk seorang wanita. Itu merupakan suatu kemuliaan bagi mereka di kehidupan ini. Siapa pun yang melanggar aturan tersebut, Allah tidak akan menyebut mereka sebagai orang yang terhormat. Oleh sebab itu kita memegang teguh upacara yang mulia ini, dan kita memohon kepada Allah agar mereka berhasil dalam menjalani kehidupan mereka bersama.

Kamu hanya boleh memandang suamimu. Siapakah orang yang paling tampan di dunia? Jika kamu ditanya, kamu harus menjawab bahwa suami saya adalah orang yang paling tampan. Begitu pula dengan kamu (pria), siapakah orang tercantik di London? Istrimu. Jika masing-masing melihat pada pasangannya, takkan ada lagi masalah, baik di London, di Inggris, di Turki, di Siprus, di Timur dan di Barat.

Ini adalah nasihat yang paling penting bagi pasangan yang baru menikah. Saya mendengar tentang banyak pasangan yang mendaftarkan diri melalui petugas pendaftaran (KUA-red). Setelah tiga hari, setelah tiga minggu, setelah tiga bulan, setelah tiga tahun, keduanya menjalani jalan yang berbeda, karena mereka melihat (pada orang lain), yang wanita melihat pria lain; yang pria melihat wanita lain. Kalau demikian, pernikahan mereka tidak akan berusia panjang.

Sekarang kalian tengah membangun suatu ‘gedung’ baru, melangsungkan sebuah pernikahan, dan kita memohon kepada Allah untuk membuat kalian saling mencintai satu sama lain. Bawakan dia beberapa perhiasan (emas), seperti ini, seperti itu, sehingga dia akan senang denganmu. Lakukanlah selalu; ketika istrimu marah kepadamu, bawakanlah sesuatu yang disukainya.

Kalian harus tahu, kalian semua: Jangan menyakiti hati istri kalian, jangan menyakiti hati istri kalian! Buatlah (suasana) agar mereka senantiasa bahagia dengan kalian; kalau tidak demikian, ketika kalian datang, mereka akan pergi.

Kalian mengerti? Jagalah agar mereka tetap bahagia. Dengan demikan mereka pun akan berusaha membuat kalian bahagia.Wanita sangat beruntung, di sini dan di Akhirat nanti. Apa alasannya? Karena takkan ada pertanyaan bagi mereka.

Pada Hari Kebangkitan, setiap wanita akan datang bersama suaminya dan ketika si suami masuk Surga, istrinya pun akan masuk bersamanya. Tak ada pertanyaan bagi mereka. Tetapi kalian—para pria—kalian akan mendapat begitu banyak pertanyaan.

Kalian mengerti? Tunjukkan passpor kalian di depan pintu Surga, masuklah, dan istri kalian akan masuk bersama kalian. “Ini istrimu?” Allah ‘Azza wa Jalla akan bertanya pada kalian. Kalian akan menjawab, “Ya.” “Kamu bahagia bersamanya?” Jika kalian menjawab, “Ya”; Allah akan berkata, “Bawa dia masuk ke dalam Surga.”

Tetapi jika kalian berkata, “Ya Tuhanku, Aku tidak pernah puas dengannya. Dia terlalu banyak bicara!” Lalu Allah akan berkata, “Berhentilah! Berdiri! Mengapa kamu tidak bahagia dengannya? Dia adalah hijab antara dirimu dengan Neraka. Jika dia tidak bersamamu, kamu pasti sudah tergelincir ke jurang Neraka. Oleh sebab itu mereka semua lebih berharga dari pada kalian.”

Ya, karena jika istri kalian tidak melayanimu sebagai hijab, kita semua akan terjerumus ke dalam Neraka, tak seorang pun yang akan mengeluarkan kita, kecuali isteri kita, tempat berlindung kita. Jadi di siang hari, ketika kalian hendak berangkat kerja, raihlah tangan istrimu (Syaikh Nazhim menunjukkan gerakan mencium tangan), begitu pula di malam hari. Kalian harus memperlakukan istri kalian dengan lembut. Ya, hal ini adalah benar, mutlak, yakin dan bahkan sangat benar.

Oleh sebab itu kalian harus menjaga hak-hak mereka. Kalian, para pria suka melakukan kekejaman terhadap wanita dan tidak mempedulikan hak-hak mereka. Setiap orang harus menjaga hak-hak mereka (wanita). Allah akan bertanya, “Mengapa kalian tidak merasa puas terhadap istri kalian? Apa masalahnya, karena dia adalah yang menjadi hijab antara kalian dengan Neraka, apakah dia tidak menjaga rumahmu? Apakah dia tidak memasak? Tidak mencuci? Tidak merawat anak-anak? Tidak bersih-bersih?” Allah akan bertanya.

Tidak ada kewajiban bagi wanita untuk melakukan suatu pekerjaan. (Menurut syari’ah Islam, sebenarnya pekerjaan rumah tangga dan mengurus anak merupakan tugas pria atau suami. Jika istri tidak sanggup atau tidak ingin merawat anaknya, maka si suami bertanggung jawab untuk menyediakan makanan bagi anaknya. Namun karena sudah menjadi kebiasaan, maka istrilah yang mengerjakan hal-hal tersebut.

Syaikh Nazhim mengatakan bahwa pria harus bersikap lebih apresiatif, arif dan menolong bukannya memanfaatkan istrinya untuk mengurus rumah dan merawat anaknya.) Kalian (pria) harus melakukannya: mencuci, bersih-bersih, dan merawat anak-anak. Dalam syari’ah, Allah swt bahkan tidak memerintahkan wanita untuk memberikan susu kepada anak-anak kalian. Itu termasuk tanggung jawab kalian, wahai pria. Kalian harus menyediakannya (susu), kalian harus membayarnya.

Kalian memberi bayaran pada wanita? Untuk setiap bayi yang dia lahirkan, kalian harus membawakan rantai emas (perhiasan) untuk istrimu. Ya, ketika dia memberikan susunya kepada si bayi, kalian harus membayarnya, bukannya mengatakan, “Kamu dapat melakukannya, kamu bisa menemukan seseorang untuk memberi susu kepada bayimu.”

Jangan menyuruhnya untuk bekerja! Dia hanyalah sebagai hijab antara kamu dengan hal-hal yang haram, itulah tugasnya. Segalanya berada di pundak pria, tetapi mereka (wanita) mau melakukannya… karena mereka bersyukur kepada kita, mereka melakukannya dengan sukarela. Apakah kamu sekali-sekali pernah mencuci?

Bihurmati habib, al Fatihahposted by Mevlana as Sufi at 11:07 PM 0 comments

http://ariefhamdani.blogspot.com/2004_08_01_ariefhamdani_archive.html