Showing posts with label Life. Show all posts
Showing posts with label Life. Show all posts

Sunday, April 26, 2009

Peran Penting Perempuan: Mencetak Generasi Ideologis

Wawancara Eksklusif dengan Jubir Muslimah HTI Febrianti Abassuni.



Peringatan hari lahir RA Kartini yang secara periodik dilakukan setiap tahun menjadi entri poin bagi kaum feminisme untuk mengajak perempuan berperan aktif di sektor publik tanpa memandang lagi apakah perannya itu sesuai dengan rambu-rambu Islam atau tidak. Tidak sedikit pula muslimah yang latah membebek sehingga melalaikan perannya sebagai ibu dan pengatur rumah tangga. Terkait dengan masalah itulah wartawan mediaumat.com Joko Prasetyo mewawancarai Jubir Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia Febrianti Abassuni. Berikut petikannya:



Bagaimana pendapat Anda terkait dengan gencarnya aktivis feminisme mengkampanyekan agar perempuan berperan aktif di sektor publik?



Ada satu hal penting yang terabaikan ketika berperan aktif di sektor publik dan meninggalkan sektor domestik. Yakni keberlangsungan generasi mendatang. Generasi ini menentukan tegaknya suatu bangsa di masa yang akan datang. Ketika perempuan meninggalkan sektor domestik tentu saja akan meruntuhkan suatu bangsa atau umat di masa yang akan datang. Ini lah kesalahan kaum feminis saat ini.



Peran utama perempuan di sektor domestik adalah sebagai ibu yang mengandung dan mendidik anak. Banyak perempuan menganggap bahwa pengasuhan dan pendidikan anak ini bisa dilakukan oleh orang lain. Tetapi sebenarnya kalau kita melihat, dari sisi kognitif mungkin masih bisa digantikan oleh orang lain. Tetapi pembinaan dari sisi afektif, rasa, pengembangan emosional anak, itu sangat sulit apabila diserahkan kepada orang lain. Kalau pun ada orang lain yang mampu tetap saja yang lebih baik itu yang dilakukan oleh ibunya sendiri.



Makanya perempuan tidak bisa bicara hanya sekedar mendidik anak dari sisi kualitas saja tanpa memperhatikan kuantitas waktu untuk mendidik anak. Sehingga ketika perempuan meninggalkan rumah tanpa memperhatikan pendidikan emosional anak maka generasi mendatang itu menjadi generasi yang rapuh dari sisi kematangan emosionalnya. Padahal di tangan ibulah cikal bakal pemimpin generasi masa depan dibina. Apakah akan menjadi generasi yang islamis ideologis atau sebaliknya.



Apakah ini berarti Islam melarang perempuan berperan aktif di luar rumah?



Tidak. Ini hanya menunjukkan skala prioritas. Dalam Islam peran utama perempuan adalah di sektor domestik, yaitu sebagai ibu dan pengatur rumah tangga. Tapi bukan berarti peran perempuan di sektor publik ditinggalkan. Karena terdapat juga kewajiban-kewajiban perempuan di sektor publik. Diantaranya adalah menuntut ilmu, berdakwah dan kewajiban lain yang tidak mungkin dilakukan di dalam rumah. Kemudian ada hal yang diserasikan dengan tugasnya sebagai ibu dan pengatur rumah tangga yang dilakukan di luar rumah.



Diantaranya adalah aktivitas sunah yang dapat dilakukan perempuan yang terkait dengan kegiatan sosial kemasyarakatan. Perempuan pun mubah untuk eksis di dalam perdagangan atau mencari nafkah. Nah, terkait dengan kegiatan yang hukumnya sunah dan mubah itu, perempuan harus melihat apabila kewajibannya di rumah tidak terlaksana maka hal-hal yang tidak wajib itu harus ditinggalkan. Karena dalam Islam harus mengutamakan yang wajib dibanding yang lainnya. Demikianlah rambu-rambu keseimbangan antara sektor domestik dan publik bagi perempuan.



Bagaimana keterlibatan perempuan dalam bidang politik?



Tentu saja wajib. Peranannya pun sangat vital yakni menanamkan dan membina pemahaman kesadaran ideologi Islam kepada anak atau generasi mendatang, disamping kepada perempuan lainnya. Sehingga mereka semua mengerti bagaimana ideologi Islam ini dipakai untuk mengatur negara dan kehidupan bermasyarakat. Perempuan juga harus mengetahui hak dan kewajiban sebagai perempuan, sebagai warga negara. Sehingga bila ada hak-haknya yang tidak dipenuhi oleh penguasa maka perempuan harus ikut melakukan kritik dan nasihat kepada penguasa.



Itulah yang kami maksud sebagai peran politik perempuan. Jadi peran politik yang kami maksud bukan untuk memenuhi kuota 30 persen perempuan duduk di parlemen. Karena itu hanya menunjukkan bahwa 30 persen anggota parlemen itu perempuan. Sama sekali tidak menjamin hak-hak perempuan itu akan dipenuhi dengan ketepatan konsep yang berdasarkan ideologi Islam yang akan menyelesaikan masalah. Padahal setiap masalah harus diselesaikan oleh sistem yang islami bukan sistem yang demokratik.



Oleh karena itu perempuan harus memilih pemimpin yang akan menerapkan ideologi yang memenuhi aspirasi dan hak-hak perempuan yaitu ideologi Islam. Bila belum ada pemimpin pilihan itu, perempuan harus mencetak dan membina calon pemimpin itu disamping mencetak generasi mendatang yang siap dan sangat merindukan tegaknya sistem yang islami tersebut. Sehingga kelak lahirlah seorang laki-laki yang dibai’at menjadi pemimpin yang adil dan bertakwa dan menerapkan ideologi Islam dengan baik, yang mengganti sistem demokrasi ini menjadi sistem Islam.



Harus laki-laki?


Iya, karena dalam Islam, penguasa atau kepala pemerintahan itu haruslah laki-laki. Rasulullah SAW telah mengharamkan perempuan untuk menduduki jabatan penguasa dalam pemerintahan. Larangan itu hanya ada pada kedudukan-kedudukan kekuasaan. Kalau kita baca dalam situasai sekarang, kedudukan itu ya posisi orang-orang yang menetapkan hukum publik yang mengikat warga negara. Di luar itu, tentu saja perempuan dibolehkan menduduki posisi sebagai pemimpin, misalnya sebagai kepala sekolah, pemimpin organisasi, pemimpin perusahaan dan lainnya.[] Joy

http://www.mediaumat.com/index.php?option=com_content&task=view&id=435&Itemid=2

Friday, August 8, 2008

Hidden Sources Of MSG In Foods

Hidden Sources Of MSG In Foods
From the book 'Excitotoxins - The Taste That Kills'
By Dr. Russell Blaylock, MD
3-6-3

What if someone were to tell you that a chemical (MSG) added to food could cause brain damage in your children, and that this chemical could effect how your children's nervous systems formed during development so that in later years they may have learning or emotional difficulties?

What if there was scientific evidence that these chemicals could permanently damage a critical part of the brain known to control hormones so that later in life your child might have endocrine problems? How would you feel?

Suppose evidence was presented to you strongly suggesting that the artificial sweetener in your diet soft drink may cause brain tumors to develop, and that the number of brain tumors reported since the introduction of this widespread introduction of this artificial sweetener has risen dramatically? Would that affect your decision to drink these products and especially to allow your children to drink them? What if you could be shown overwhelming evidence that one of the main ingredients in this sweetener (aspartate) could cause the same brain lesions as MSG? Would that affect your buying decisions?

And finally, what if it could be demonstrated that all of these types of chemicals, called excitotoxins, could possibly aggravate or even precipitate many of today's epidemic neurodegenerative brain diseases such as Parkinson's disease, Huntington's disease, ALS, and Alzheimer's disease? Would you be concerned if you knew that these excitotoxin food additives are a particular risk if you have diabetes, or have ever had a stroke, brain injury, brain tumor, seizure, or have suffered from hypertension, meningitis, or viral encephalitis?

Would you also be upset to learn that many of the brain lesions caused by these products in your children are irreversible and can result from a SINGLE exposure of these products in sufficient concentration?

How would you feel when you learn the food industry hides and disguises these excitotoxin additives (MSG and Aspartate) so they can't be recognized? Incredulous? Enraged? The fact is many foods are labeled as having "No MSG" but in fact not only contain MSG but also are laced with other excitotoxins of equal potency and danger.

All of the above are true. And all of these well known brain toxins are poured into our food and drink by the thousands of tons to boost sales. These additives have NO OTHER purpose other than to enhance to TASTE of food and the SWEETNESS of various diet products.


Hidden Sources Of MSG

As discussed previously, the glutamate (MSG) manufacturers and the processed food industries are always on a quest to disguise the MSG added to food. Below is a partial list of the most common names for disguised MSG. Remember also that the powerful excitotoxins, aspartate and L-cystine, are frequently added to foods and according to FDA rules require NO LABELING AT ALL.


* Food Additives that ALWAYS contain MSG *

Monosodium Glutamate
Hydrolyzed Vegetable Protein
Hydrolyzed Protein
Hydrolyzed Plant Protein
Plant Protein Extract
Sodium Caseinate
Calcium Caseinate
Yeast Extract
Textured Protein (Including TVP)
Autolyzed Yeast
Hydrolyzed Oat Flour
Corn Oil

* Food Additives That FREQUENTLY Contain MSG *

Malt Extract
Malt Flavoring
Bouillon
Broth
Stock
Flavoring
Natural Flavors/Flavoring
Natural Beef Or Chicken Flavoring
Seasoning
Spices

* Food Additives That MAY Contain MSG Or Excitotoxins *

Carrageenan
Enzymes
Soy Protein Concentrate
Soy Protein Isolate
Whey Protein Concentrate

Also: Protease Enzymes of various sources can release excitotoxin amino acids from food proteins.


Aspartame - An Intense Source Of Excitotoxins
Aspartame is a sweetener made from two amino acids, phenylalanine and the excitotoxin aspartate. It should be avoided at all costs. Aspartame complaints accounts for approximately 70% of ALL complaints to the FDA. It is implicated in everything from blindness to headaches to convulsions. Sold under dozens of brand names such as NutraSweet and Equal, aspartame breaks down within 20 minutes at room temperature into several primary toxic and dangerous ingredients:

1. DKP (diketopiperazine) (When ingested, converts to a near duplicate of
a powerful brain tumor causing agent)
2. Formic Acid (ant venom)
3. Formaldehyde (embalming fluid)
4. Methanol (causes blindness...extremely dangerous substance)

Common Examples:
Diet soft drinks, sugar free gums, sugar free Kool Aid, Crystal Light, childrens' medications, and thousands of other products claiming to be 'low calorie', 'diet', or 'sugar free'.

A Final Note...
Dr. Blaylock recounted a meeting with a senior executive in the food additive industry who told him point blank that these excitotoxins are going to be in our food no matter how many name changes are necessary...

Wednesday, July 25, 2007

Sutradara Amerika Telanjangi McDonald's




Di tahun 2003, Morgan Spurlock membuat film dokumenter yang menelanjangi tidak sehatnya produk junkfood ala McDonald’s. ‘Super Size Me’, filmnya itu, menyabet banyak penghargaan perfilman internasional di tahun 2004. kini meledak di Amerika. Apa tanggapan McD?

Usai menghadiri makan malam dalam perayaan Thanksgiving Days di West Virginia, AS, dua tahun lalu, Morgan Spurlock (33) duduk di depan pesawat teve. Ayam kalkun panggang benar-benar membuat perutnya tambah buncit. Semua kancing kemejanya dilepas, demikian pula pantalon yang dikenakan. Duduknya pun bagai orang tak bergairah, menyandar dalam-dalam ke sofa empuk, sedang kedua tangannya bertelekan malas di kedua sisinya. Wajah Spurlock seperti orang habis berlari puluhan kilometer, lesu tak bertenaga. Kedua matanya ogah-ogahan menonton acara teve di depannya. Namun ketika acara “Epidemi kegemukan di Amerika” ditayangkan teve, wajah Spurlock berubah drastis. Biji matanya menatap lekat ke layar gelas. Dahinya berkerut, mulutnya yang sebagian tertutup kumis terkatup.

Di teve, dua remaja putri New York tengah menggugat restoran cepat saji Mc Donald’s. Keduanya mengaku sebagai fans berat McD dan nyaris setiap hari menyantap hidangannya.

“Tapi setelah beberapa waktu, berat badan kami naik dengan cepat, kami juga merasa tidak fit dan sakit-sakitan, ” ujar salah satunya.

Kedua mata Spurlock terus melototi layar kaca, namun pikirannya dipenuhi berjuta tanda tanya. Seperti orang Amerika lazimnya, mungkin juga banyak orang di belahan dunia lain, Spurlock pernah mendengar bahwa makanan cepat saji—di Amerika populer disebut junkfood, makanan sampah—tidak baik bagi kesehatan.

Awalnya Spurlock menganggap itu bualan. Namun pikirannya kini terusik kesaksian dua remaja putri tadi. Mana yang benar?Spurlock amat penasaran. Yang ia tahu, selama ini McD mengklaim seluruh produknya telah memenuhi syarat standar kesehatan internasional. Jika demikian, kenapa kedua gadis kecil itu bisa menderita obesitas dan sakit-sakitan? Mengapa mereka berani-beraninya menuntut McD? Benarkah produk McD penyebabnya?

Obesitas memang menjadi momok menakutkan bagi warga Amerika. Sekitar 37% anak-anak dan remaja Amerika menderita kegemukan. Dua dari tiga orang dewasa AS juga mengalami hal yang sama.

Adakah ini disebabkan pola makan orang Amerika yang salah? Seberapa besar andil junfood dalam wabah ini?

Instingnya segera bekerja. Sebagai pekerja kreatif, Spurlock akan menjawab rasa penasarannya dengan membuat satu film dokumenter. Dengan serius ia merencanakan dan menggarapnya. Kasus yang melibatkan resto terkenal semacam McD pasti punya daya tarik tersendiri bagi rumah produksinya.

Spurlock sadar, McD merupakan ikon dari semua resto fastfood di seluruh dunia. McD juga simbol penetrasi budaya Amerika ke belahan dunia lain. Lebih dari itu, McD juga merupakan simbol kedigdayaan industri kapitalis AS di berbagai pelosok dunia.

“McD punya sedikitnya 30.000 gerai restoran dilebih 120 negara di enam benua. Fakta ini mau tidak mau sangat mewarnai cara makan banyak orang di berbagai belahan dunia. Ada kata-kata bijak, ‘Kebudayaan lahir dari cara kita makan’. Itu benar, ” ujar Spurlock.
Kini, tambahnya, seluruh resto cepat saji di dunia menjadikan McD sebagai tolok ukur standar mutu. “Ide menggunakan McD adalah satu keharusan. Jika McD saja begini, apalagi resto-resto lainnya yang hingga detik ini terus berupaya meniru McD.”

Malam itu juga Spurlock mengontak Scott Ambrozy dan mengutarakan niatnya. Direktur Fotografi terkenal itu tertawa mendengar ide Spurlock, “Sungguh gila, tapi benar-benar menarik!” Sekembalinya ke New York, mereka mulai menggarap ide ini.

Tidak tanggung-tanggung, kali ini Spurlock sendiri yang akan jadi bintang utamanya. Artinya, ia sendiri akan jadi relawan. Selama 30 hari, Spurlock hanya akan mengkonsumsi makanan dan minuman made in McD. Selain itu, haram!

Pembuatan film yang lebih mirip eksperimen ini juga melibatkan tiga orang dokter (Dr. Daryl Isaac, M.D, Dr. Lisa Ganjhu, D.O, dan Dr. Stephen Siegel, M.D), seorang ahli nutrisi (Bridget Bennett, MS, RD), dan tiga buah laboratorium berbeda.

“Ini saya lakukan agar hasil film ini sungguh-sungguh valid, bisa dipertanggungjawabkan. Tidak ada celah lagi untuk mengatakan, oo si dokter A tidak obyektif atau si dokter B kurang profesional. Ini akan menutup kesan tersebut, ” paparnya.

Selain mengunjungi ahli medis dan tiga buah laboratorium secara teratur, Spurlock juga mewawancarai sejumlah pakar nutrisi, pengamat, pembuat undang-undang, pengarang buku dan peneliti tentang junkfood, dan rajin ngobrol dengan orang-orang biasa yang sering mengunjungi McD.

Salah satu teman diskusinya adalah Eric Schlosser’s, pengarang buku Fast Food Nation. “Bukunya luar biasa. Dua tahun lalu saya membacanya. Buku itu salah satu referensi film ini. Tapi sebatas itu, bukan inspirasi utama. Dengan Eric, saya juga sering berkirim email, ” jelas Spurlock.

Ia juga berkeliling ke 20 kota di Amerika, termasuk Houston yang terkenal sebagai “kota obesitas Amerika”. Selama perjalanan yang memakan waktu satu bulan itu, Spurlock hanya mengkonsumsi makanan dan minuman made in McD.

Tigapuluh hari kemudian apa yang terjadi?

“Super Size Me!”

Setelah mengkonsumsi ribuan kentang goreng dan puluhan ribu kalori—Spurlock sendiri mengakui telah mengkonsumsi 13.5 kg gula dan 5.5 kg lemak—dia berhasil membuat film menarik seperti yang diimpikannya. Karyanya diberi judul “Super Size Me”. Ini ungkapan sekaligus kenyataan yang menimpa dirinya.

“Setelah 30 hari yang menyiksa, berat badan saya naik 11.25 kg. Super Size Me, ya, itulah aku!” ujarnya.

Selain tambah tambun, Spurlock juga merasakan hal-hal yang tidak biasa. “Badan ini jadi tidak keruan. Saya sekarang cepat lelah. Kepala juga sering pusing. Jantung berdebar-debar kencang akibat makanan yang amat banyak mengandung gula dan lemak. Gula darah dan kolesterol saya juga naik. Tekanan darah pun jadi tidak keruan. Dokter-dokter saya menyarankan agar saya segera menghentikan upaya konyol ini.”

Walau demikian, film dokumenternya berhasil menarik animo masyarakat. Warga Amerika bahkan menyandingkan Spurlock dengan Michael Moore, sutradara nyentrik nan jenius yang baru saja mengorbitkan film dokumenter Fahreinheit-911 yang fenomenal. Super Size Me juga menyabet penghargaan di Sundance Film Festival 2004 dan seabreg penghargaan lain di berbagai negara.

Brian Braiker, reporter Newsweek, saat melakukan wawancara ekslusif dengan Spurlock akhir Januari 2005 dan bertanya nakal, “Mengapa hanya sebulan?”

Spurlock tertawa terbahak. Kedua matanya berkaca-kaca. “Ha.. ha.. ha.. Satu bulan saja saya amat tersiksa. Sungguh, dalam masa itu saya amat tertekan. Kepala saya terasa sakit. Lambung sering mual. Saya jadi gampang marah, hingga teman wanita saya. Alex Jamieson, menyuruh saya menghentikan eksperimen yang dianggapnya gila ini. Dia benar. Ini gila. Tapi ini sangat berguna bagi masyarakat jika saya berhasil melewatinya.”

Super Size Me ditayangkan perdana di 41 bioskop Amerika pada tanggal 7 Mei 2004. Di malam pembukaan, film ini berhasil menyedot laba kotor US$ 516, 641. Para penonton mengaku puas dan sepakat dengan Spurlock bahwa pola makan warga Amerika kebanyakan memang tidak sehat.

Pihak McD sendiri awalnya tidak memberi tanggapan. Namun setelah film itu kian hari kian mendapat perhatian luas, bahkan menjuarai sejumlah penghargaan di berbagai festival film internasional, akhirnya McD buka suara. Anehnya, walau Super Size Me awalnya di putar di Amerika, yang pertama kali bereaksi adalah resto McD yang ada di seberang benua.

Direktur Eksekutif McDonald’s Australia, Guy Russo, pada 14 Juni 2005 dengan keras menyebut Spurlock sebagai orang bodoh.

“Tidak ada seorang pun yang dalam 30 hari terus-menerus mengkonsumsi makanan dan minuman McD. Itu tindakan orang bodoh. Kami meyakini, dan selalu demikian, bahwa produk kami adalah salah satu pilihan yang tepat untuk penyeimbang diet.

"Bagaimana jawaban Spurlock? Dengan santai jebolan New York University Tisch School of the Arts menyatakan, “Bisa jadi saya terlalu ekstrem. Tapi saya juga punya alasan. Walau tidak 30 hari berturut-turut, tapi adalah suatu kenyataan bahwa banyak sekali orang, dari anak-anak kecil hingga orangtua, yang mengkonsumsi junkfood terutama produk McD lima atau enam kali dalam sepekan.”
Hal itu sudah dianggap bagian dari budaya Amerika. “Bagaimana jika kebiasaan itu terus dilakukan dalam jangka waktu yang panjang, bertahun-tahun dalam hidupnya. Suatu saat ia akan merasakan efek dari apa yang telah dikonsumsinya itu.. Bukankah itu sudah terlambat? Saya hanya berupaya mengingatkan, ” jelas Spurlock.

Selain itu, produser film ini juga memaparkan sejumlah temuannya. “McD memberi makan 46 juta orang di seluruh dunia tiap hari. Angka itu lebih besar ketimbang jumlah rakyat Spanyol keseluruhan. Ini soal satu ondustri global. Rentangan target mereka amat luas, dari anak-anak kecil hingga orangtua. Bahkan untuk menarik hati anak-anak, di tiap gerai mereka sengaja menaruh badut dan arena bermain.”

Saya tahu, lanjutnya, ada beberapa orangtua yang tidak pernah membawa anak-anaknya ke resto tersebut. Namun ketika saya tanya resto apa yang menjadi favoritnya, anak-anak dengan tangkas segera menjawab: McD! Ini benar-benar suatu hal menarik sekaligus mencemaskan.

Walau mengundang pro dan kontra, pada kenyataannya Super Size Me laris bak kacang goreng. Sejak launching perdana hingga September 2004, film tersebut telah menyabet 21 penghargaan bergengsi di sejumlah festival film internasional di berbagai negara.

Warga Amerika sendiri kini banyak yang menyandingkan Spurlock dengan Michael Moore. Apa tanggapannya? Dengan rendah hati, Spurlock berkata, “Ya, saya mendengarnya. Saya amat berbahagia dengan hal itu. Saya berharap, suatu waktu orang-orang akan memanggil saya dengan sebutan: Morgan ‘Michael Moore’ Spurlock. Ha..ha..ha.!” •Rz/Eramuslim (Bersambung)

Kenekatan Morgan Spurlock ternyata tidak sia-sia. Film semi dokumenter Super Size Me yang diproduksi dan dibintanginya ternyata membuahkan hasil yang amat menggembirakan. Istilahnya “Super Size Me” juga mendatangkan “Super Size Award”!

Sejak diluncurkan serentak di 41 gedung bioskop ternama AS, 7 Mei 2004, hingga awal September 2004, film ini berhasil meraup laba kotor sebesar US$11.450.330! Seabreg penghargaan pun berhasil diraihnya. Inilah deretan penghargaan yang dihasilkan Super Size Me menurut Box Office Mojo 2004 :

- Winner Best Director Sundance Film Festival 2004

- Winner New Director’s Award, Edinburgh Int’l Film Festival 2004

- Winner MTV News Docs Prize, Full Frame Film Festival 2004

- Special Screening, SXSW Film Festival 2004

- Official Selection San Fransisco Int’l Film Festival 2004

- Official Selection W V Int’l Film Festival 2004

- Official Selection US Comedy Arts Festival 2004

- Official Selection Hot Docs 2004

- Opening Night Film, Artivist Film Festival 2004

- Outstandingh Cultural Documentary Mountain Film Telluride 2004

- Closing Night Film D.C Festival 2004

- Official Selection Philadelphia Film Festival 2004

- Official Selection New Zealand Wellington Film Festival 2004

- Official Selection Dundein Int’l Film Festival New Zealand 2004

- Official Selection Edinburgh Int’l Film Festival 2004

- Opening Night Film Brasilia Int’l Film Festival 2004

- Official Selection San Sebastian Int’l Film Festival 2004

- Official Selection Summer Int’l Film Festival, Newport, RI 2004

- Official Selection Haugesund Int’l Film Festival, Norway 2004

- Opening Night Film Bandariskir Indi Biodagar Reykjavik, Iceland 2004

- Official Selection Espoo Cine Int’l Film Festival Helsinki, Finlandi 2004

Awalnya McDonald’s memandang sebelah mata terhadap Super Size Me, namun ketika film ini mencatat prestasi yang luar biasa, maka mau tidak mau McDonald’s akhirnya harus meresponnya. Setelah tahun 2002 McDonald’s terkena imbas aksi boikot yang digaungkan Dunia Islam seluruh dunia, maka dua tahun kemudian restoran cepat saji ini kembali menuai badai. Kali ini datang dari Amerika sendiri.

Perusahaan makanan cepat saji alias junk-food yang dipimpin oleh Jack M. Greenberg—juga menjabat sebagai direktur kehormatan American-Israel Chamber of Commerce and Industry—Kadinnya Amerika—yang berlokasi di Chicago—ini telah memiliki sayap di lebih dari 121 negara dengan jumlah armada restorannya mencapai sekitar 30.000 buah.

McDonald’s juga diketahui merupakan rekanan dari Jewish United Fund ( www. juf.org/cent/partners.asp ) dan Jewish Federation.

Sebab itu, ketika dalam perayaan 100 tahun berdirinya Jewish United Fund dan Jewish Federation di Chicago dua tahun lalu, McD mendapat penghargaan dari dua organisasi zionis itu sebagai perusahaan penyumbang ketiga terbesar di dunia setelah AOL Corporation dan Illinois Tool Works Foundation kepada Zionis-Israel.

Kala itu, ulama besar Yusuf Qaradhawy dengan tegas memfatwakan bahwa kaum Muslimin haram membelanjakan uang membeli produk Amerika dan Israel, serta produk-produk Barat lainnya, yang secara aktif me mbantu Zionis-Israel. Fatwa tinggalah fatwa. Pada kenyataannya masih banyak umat Islam yang mengabaikan
fatwa tersebut.

Bahkan di Saudi, McD telah berhasil mendirikan 71 restorannya—termasuk dua buah di Tanah Suci Makkah. Pangeran Misha-al-bin Khalid bin Fahad al-Faisal Al-Saud tercatat sebagai pemegang lisensi restoran McD di Saudi Arabia.

Respon McDonald’s

Awalnya McDonald’s membuat survey untuk mengetahui apakah Super Size Me berimbas pada jumlah omzet produknya. Ternyata benar. Beberapa pekan setelah film itu diputar di beberapa bioskop dunia, didapat hasil bahwa omzet McD mengalami penurunan berarti. Akhirnya McD mengubah strategi, dari yang awalnya mendiamkan menjadi aktif menyerang balik.

Pada 14 Juni lalu, pihak McD mulai mengeluarkan pernyataan. McD Australia tercatat sebagai resto McD pertama di dunia yang melakukan respon atas Super Size Me. Guy Russo, Direktur Eksekutif McD Negeri Kangguru ini menyatakan akan mengucurkan jutaan dolar untuk menangkis serangan yang dilancarkan Spurlock lewat filmnya.

McD Australia, ujar Russo, akan membuat tiga buah film tentang McD, dua film teve dan satu film bioskop, yang akan mementahkan Super Size Me.

Russo dengan jengkel menyatakan bahwa tindakan Spurlock yang hanya mengkonsumsi makanan dan minuman produk McD selama 30 hari berturutan adalah tindakan bodoh.

"Tiada satu pun manusia yang seperti itu. Kami sangat yakin, produk kami memenuhi standar kesehatan internasional, ” kilah Russo berpromosi.

“Apa yang Tuan Spurlock lakukan, mengkonsumsi kalori berlebihan tanpa diimbangi olahraga, itu suatu tindakan yang amat tidak bertanggungjawab, ” tegasnya lagi.

Russo dengan serius menyatakan, pihaknya akan bersungguh-sungguh dengan isu obesitas yang dilontarkan penyerangnya. “Kami akan memperkenalkan sayuran yang bernutrisi tinggi dan produk berkadar lemak rendah. Jika ada orang Amerika membuat film yang menyerang kami, jelas kami tidak mungkin duduk berdiam diri.”

Apa jawab Spurlock? “Yeah, McD telah menyadari beberapa kekeliruannya. Mereka kini tengah mengubah komposisi produknya dengan susunan yang lebih menyehatkan.”

McD sendiri sepakat, adalah tidak baik mengkonsumsi junkfood terlalu sering tanpa diimbangi dengan olahraga teratur dan makanan sehat lainnya. McD kini tengah berupaya menambahkan sayuran, susu alami, dan buah-buahan dalam menunya. Selain itu, juga mengurangi kadar garam dalam kentang gorengnya.

Dari Chicago, Juru Bicara McDonald’s, Amanda Pierce, mengatakan bahwa Spurlock memang terlalu mengada-ada. “Jumlah makanan yang dikonsumsi Spurlock dalam jangka waktu 30 hari, setara dengan jumlah konsumsi pelanggan kami selama enam tahun. “

Amanda juga menantang Spurlock untuk menggelar debat terbuka di muka umum. “Kami ingin agar masyarakat memahami hal ini dengan baik, tidak berat sebelah, dan melihat dari sisi kami.”

Sikap McD Amerika ini didukung pemerintah AS. Data dari Kementrian Kesehatan AS menyebutkan bahwa penyebab utama obesitas bukanlah burger dan sejenisnya.

Sayang, selain obesitas, McD tidak membahas gejala-gejala yang diderita Spurlock seperti kepala pusing, mual, sering marah, lesu, dan sebagainya.

Bagaimana sikap Spurlock? “Kami akan membuat sekuel Super Size Me dalam waktu dekat, mungkin judulnya Super Size Me Too.”(Rz/eramuslim)

Thursday, May 3, 2007

Saatnya Sunni-Syiah Berdamai

Syafiuddin Fadlillah
Anggota Indonesian Society for Middle East Studies (ISMES)

Perdana menteri Irak, Nouri Al Maliki, seperti diberitakan Middle East Online menyatakan bahwa langkah Amerika membuat tembok pemisah warga Sunni di kota Azamiyah adalah tindakan yang tidak akan banyak membantu memecahkan Sunni-Syiah di Irak. Pembangunan tembok setinggi 3 meter dengan panjang 9 km itu mengingatkannya pada tembok Berlin. Dia pun meminta AS untuk menghentikan pembuatan tembok itu.
Azamiyah adalah kota dengan mayoritas Sunni namun terisolasi oleh kota-kota terdekatnya yang mayoritas Syiah. Di Azamiyah terdapat kuburan ilmuwan besar Muslim yang seorang tabi'in dan saudagar pakaian, Imam Abu Hanifah. Dia adalah peletak dasar mazhab Hanafi.

Sebuah kenyataanKonflik Sunni-Syiah adalah realita yang harus diterima umat Islam sebagai sebuah sunnatul hayat yang merupakan proses dari ijtihad para penganut pemeluknya. Karena itu, konflik Sunni-Syiah tak akan pernah berakhir kecuali dengan mengedepankan sikap toleransi bijak dari masing-masing pihak.
Konflik Sunni-Syiah jika terus dikobarkan akan menjadi buah simalakama tersendiri bagi umat Islam dan jika isu sektarian ini terus dibesar-besarkan akan menghabiskan tenaga dan berujung pada terkurasnya energi.

Konflik ini menjadi senjata ampuh bagi musuh untuk menghancurkan keagungan ummat Islam
Di Negara-negara Timur Tengah selain Irak, terdapat kelompok Sunni-Syiah yang hidup berdampingan walau memang terkadang ada konflik-konflik kecil. Tetapi, konflik ini tidak pernah dibiarkan menjadi konflik yang terjadi terus-menerus dan juga tidak sampai menjadikan pertumbuhan darah di kedua belah pihak.

Di Saudi yang mayoritas Sunni Hanbali terdapat sekitar 10-15 persen kaum Syiah, menurut laporan ICG tahun 2005 terdapat sekitar 2 juta warga Syiah terutama di provinsi timur seperti wilayah Qotif dan Ahsa. Di Mesir, terdapat sekitar 1 persen warga Syiah, di Lebanon ada sekitar 25-35 persen warga Syiah, di Bahrain laporan tahun 2006 mengungkapkan terdapat 70 persen warga Syiah. Sedang di Kuwait ada sekitar 30 persen warga Syiah, Uni Emirat Arab ada sekitar 4,5 juta warga Syiah (40 persen) di Suriah ada sekitar 2,2 juta warga Syiah (15 persen). Dua kelompok ini hidup berdampingan tanpa pertumpahan darah.

Sekali lagi, komunitas Sunni-Syiah adalah realita umat sebagai sebuah ijtihad yang tidak perlu menjadikan pertumpahan darah di antara sesama umat. Yang berlaku di sini hukum ijtihad. Jika benar mendapat dua pahala dan jika salah akan memperoleh satu pahala. Deklarasi Makkah 2006 yang disponsori Organisasi Konfrensi Islam (OKI) dan diikuti oleh ulama masing-masing kelompok, patut dijadikan acuan dalam berinteraksi antara Muslim Syiah dengan Muslim Sunni.

Deklarasi Makkah 2006 merupakan jawaban ulama akan sikap keharusan pihak yang bertikai untuk menghentikan pertumpahan darah hanya karena perbedaan aliran pandangan. Perbedaan Sunni-Syiah merupakan perbedaan yang alami sama seperti perbedaan mazhab-mazhab dalam fikih Islam.

Deklarasi Mekkah 2006 diperkuat lagi dengan adanya Konferensi Internasional pendekatan persepsi Sunni-Syiah yang diadakan di Qatar dan dihadiri ulama-ulama Sunni dan Syiah. Seperti halnya Deklarasi Makkah, konfrensi ini juga mengelurkan pernyataan bersama dan menyebut pentingnya membuka dialog antara dua pihak dengan bahasa perdamaian dan bukan dengan bahasa senjata.

Di antara sebagian isi dari deklarasi tersebut adalah bahwa setiap orang yang mengucap kalimat syahadat adalah Muslim yang harta dan kehormatannya menjadi terjaga dan tidak boleh dizalimi. Perbedaan yang ada di Sunni-Syiah adalah perbedaan mazhab dan bukan merupakan perbedaan aqidah.

Seorang Ulama Syam, Prof Dr Wahbah Zuhaily, juga tidak melihat perbedaan yang begitu dominan antara Syiah dan Sunni. Ia melihat Syiah Imamiyah yang sekarang ada di Iran adalah mazhab yang lebih dekat dengan mazhab Syafii dan hanya memiliki perbedaan dalam 17 perkara fikih. Sedang Syiah Zaidiah, menurut beliau, adalah Syiah yang paling dekat dengan Sunni. Bahkan penganut Sunni menggunakan beberapa buku rujukan Zaidiyah seperti buku fikih karangan Imam Shonani, dan Kitab Subulussalam.

Pembangunan tembok pemisah komunitas Sunni-Syiah adalah kebijakan yang akan melahirkan persoalan baru yang lebih banyak membawa kurugian. Warga Sunni dan Syiah akan terkotak-kotak. Hal ini akan meningkatkan kecurigaan kedua belah pihak, dan akan mendongkrak eskalasi konflik. Padahal, selama ini konsolidasi perdamaian Syiah-Sunni terus disuarakan oleh ulama kedua kelompok.

Penulis melihat, AS sangat berkepentingan untuk terus menciptakan konflik di Irak khususnya dan Timur Tengah umumnya. Semua itu dilakukan AS untuk menjaga stok minyak aman mengalir ke AS. Selama ini AS sangat bergantung terhadap minyak Timur Tengah yang menyimpan 2/3 cadangan minyak dunia. Seperenam dari stok itu ada di Arab Saudi

Fakta lain juga mengungkapkan bahwa AS mengonsumsi minyak per hari sebesar 28,3 juta barel. Sementara produksi minyak dalam negeri sebesar 8,6 juta barel per hari. Itu artinya sebesar 19,7 juta bph harus diimpor dari luar negeri.

Minyak memiliki nilai yang begitu tinggi dalam politik luar negeri, terutama bagi negara-negara Timur Tengah. Kenyataan itu pernah terbukti pada Oktober 1973 ketika Amerika mendukung Israel pada perang Arab-Israel. Atas desakan presiden Mesir, Anwar Sadat, Arab Saudi mengembargo penjualan minyak ke Amerika. Ekonomi Amerika pun ambruk.

Persatuan jadi kunciBagimanapun juga, Amerika sangat pandai mengelola konflik sektarian ini sebagai bagian dari rencana besar AS untuk menguasai atau paling tidak mengendalikan negara-negara Timur Tengah. Inilah saatnya dua kelompok tersebut untuk meninggalkan atribut kelompoknya demia mencapai tujuan yang lebih besar yaitu kuatnya solidaritas sesama umat. Hal itu merupakan salah satu syarat untuk memperoleh kemenganan. Persyaratan tersebut telah difirmankan Allah SWT dalam Surat Al Anfal.

Persatuan umat adalah kunci bagi hengkangya kekuatan Amerika di Irak. Jika konflik Sunni-Syiah atau Irak-Kurdi terus dikobarkan, mungkin AS masih akan terus menambah pasukan nasionalnya di Irak. Kenyataan seperti itu berarti bahwa Irak akan terus terjajah oleh Amerika dan sekutunya
Persatuan umat bukan hanya karena Arab atau non-Arab, tetapi karena umat ini adalah umat Islam yang memiliki satu Tuhan dan merupakan umat Nabi Muhammad SAW. Tuhan orang Persia sama dengan Tuhan orang Arab. Semangat atas dasar keislaman inilah yang luntur ketika Khilafah Islamiah hancur berantakan tatkala Arab tidak suka dipimpin oleh orang non-Arab.

Islamlah perekat yang sempurna jika kita semua bersedia memperkecil perbedaan latar budaya dan tipikal pribadi. Pesan seperti itu pernah dikemukaan Khalifah Umar RA. Dalam sebuah kesempatan Khalifah Umar berKata, "Kami diagungkan karena kami berpegang teguh dengan Islam ini dan jika kami mencari keagungan bukan pada Islam maka Allah akan menghinakan kita."


Ikhtisar
- Amerika sangat berkepentingan untuk melanggengkan terjadinya ketegangan Sunni-Syiah.- Kepentingan yang dimaksud itu adalah kelancaran Amerika untuk menyedot kekayaan minyak dunia Arab.- Untuk menghadang kepentingan itu, persatuan umat Islam menjadi kuncinya.- Ego yang terus dipegang kuat oleh masing-masing aliran dalam Islam, bakal sangat membahayakan masa depan Muslimin.

Teologi Islam dan Etos Keilmuan

M Hilaly Basya
Direktur Eksekutif Center for Moderate Muslim, Aktivis Jaringan Intelektual Muda Muhammadiyah

Sepanjang beberapa abad, umat manusia telah menyaksikan pasang surut peradaban. Sejarah menunjukkan tidak ada satu pun dari peradaban yang mencapai kejayaan itu bertahan hingga kini. Semua peradaban tersebut mengalami kejatuhan pascakejayaannya. Tampaknya Heraclitos filosof Yunani di masa klasik ada benarnya. Dia mengatakan bahwa tidak ada yang abadi, semuanya mengalami perubahan, dan yang abadi hanya perubahan itu sendiri.

Namun perubahan itu tidak semata-mata takdir yang tidak bisa dipahami polanya. Dengan kata lain, perubahan dari kejayaan kepada kehancuran memiliki pola yang tidak jauh berbeda satu sama lain. Oleh karena itu, dengan mengacu kepada pola-pola umum tersebut kejayaan bisa diatur, dikontrol, dan diprediksi. Meskipun hukum perubahan adalah sesuatu yang pasti terjadi, namun perubahan tersebut sebenarnya bisa diarahkan ke arah yang lebih baik.

Pada dasarnya, bangsa-bangsa yang peradabannya pernah mencapai kemajuan tidak bisa dilepas dari apa yang mereka percayai. Kepercayaan terhadap sesuatu yang bersifat transenden sedikit atau pun banyak telah memberi inspirasi dan dorongan untuk berkreasi. Begitu pula kehancuran sebuah peradaban, kepercayaan yang despotik berpengaruh terhadap kehancurannya.

Kejayaan bangsa Yunani mengalami titik balik akibat kepercayaannya yang despotik, dengan membagi masyarakat secara hierarkhis. Kepercayaan itu berlandas pada kepercayaan adanya sekelompok manusia yang diciptakan oleh dewa sebagai mahluk mulia, sedangkan sebagian yang lain sebagai pelayannya. Dalam masyarakat Yunani kemuliaan manusia ditentukan oleh faktor keturunan. Sehingga seorang bangsawan akan senantiasa melahirkan orang-orang mulia, sementara seorang budak akan melahirkan generasi budak dan pekerja kasar.

Tidak jauh berbeda dengan itu, peradaban Mesir kuno pun mengalami titik balik akibat kepercayaan yang despotik (Nurcholish Madjid, 1998). Perbudakan manusia menjadi salah satu faktor kehancuran peradaban. Dalam konteks seperti itu kita dapat memahami mengapa nabi dan rasul diutus ke sebuah masyarakat. Para nabi dan rasul itu memperbaiki kondisi masyarakat dengan pendekatan agama. Mereka menawarkan konsep tauhid, konsep kepercayaan yang memberi pandangan kritis terhadap despotisme religius.

Korelasi antara sistem kepercayaan atau bisa kita sebut teologi dan peradaban juga bisa dilihat dalam peradaban Islam. Kemajuan umat Islam tidak bisa dilepaskan dari pengaruh dan dukungan teologi Islam. Hal ini bisa ditelusuri dengan melihat dan membandingkan perkembangan peradaban masyarakat Arab pada umumnya sebelum dan sesudah kedatangan Islam.

Kelebihan IslamTeologi Islam memberikan pengaruh signifikan dalam menanamkan kecintaan dan keberanian dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. Meski ilmu pengetahuan yang dikembangkan itu banyak diadopsi dari peradaban bangsa lain seperti Yunani, Persia, China, dan yang lain, namun sejarah membuktikan bahwa keberhasilan umat Islam dalam mengembangkannya tidak bisa ditiru oleh bangsa lain dengan teologi lain pula tentunya.

Umat Yahudi yang keberadaannya jauh lebih lama dari Islam misalnya, telah berinteraksi cukup lama dengan ilmu pengetahuan dari peradaban yang sudah maju saat itu. Namun mereka memerlukan waktu ribuan tahun untuk bisa 'bersahabat' dan mengembangkan ilmu pengetahuan. Dan itu justru atas bimbingan umat Islam di masa Daulah Umayyah dan Abbasiyah (abad ke-7 hingga 13 M).

Begitu pula umat Kristen, di awal pertumbuhannya justru umat Kristen memusuhi ilmu pengetahuan, lantaran ilmu pengetahuan banyak dikembangkan oleh penganut paganisme. Bahkan di Iskandariyah umat Kristen membunuh seorang ilmuwan perempuan dan membakar habis buku-buku di perpustakaan besar Iskandariyah (Nurcholish Madjid, 1998). Padahal buku-buku tersebut bernilai penting bagi perkembangan ilmu pengetahuan sesudahnya. Semua itu menunjukkan bahwa teologi Yahudi dan Kristen tidak mampu menginspirasi apalagi mendorong kemajuan sebuah peradaban.

Sebetulnya sejarah Islam juga tidak sepi dari benturan antara agama di satu sisi dengan ilmu pengetahuan di sisi lain. Namun benturan itu lebih disebabkan oleh kesalahpahaman dalam memahami kandungan Kitab Alquran. Benturan yang dapat kita telusuri, terutama adalah kritik Imam Al Ghazali terhadap hukum keteraturan dan kausalitas dalam alam. Dalam bukunya 'Tahaafut Al Falaasifah', Al Ghazali menolak pola kausalitas, sebab menafikan peran Tuhan dalam peristiwa alam. Dalam pandangan banyak pengamat keislaman, pandangan Al Ghazali yang sangat berpengaruh luas terhadap umat Islam itu berdampak pada pengabaian jika bukan penolakan terhadap tradisi penelitian yang selama beberapa abad telah menjadi etos keilmuan umat Islam (Muhammad Abid Al Jabiri, 2000).

Namun meskipun benturan itu terjadi dan berdampak pada surutnya tradisi keilmuan di dunia Islam, tidak serta-merta menunjukkan kegagalan teologi Islam dalam menopang peradabannya. Hal itu lebih disebabkan oleh kekeliruan umat Islam dalam memahami kekuasaan Tuhan dalam berhadapan dengan fenomena alam dan sosial. Oleh karena itu perkembangan peradaban Islam bervariasi antara satu tempat dengan tempat yang lain. Perbedaan itu tergantung pada sejauhmana konsep tauhid dan kekuasaan Tuhan dimaknai secara selaras dengan anjuran bertafakkur dan tadabbur.

Kedua istilah tersebut sebenarnya sangat menekankan pengamatan dan penelitian ilmiah. Hal mana saat ini menjadi etos keilmuan dalam masyarakat Barat. Karena itu tidak salah jika Muhammad Abduh mengatakan bahwa ia melihat Islam di Eropa tanpa umatnya, dan melihat Islam di Mesir tanpa Islamnya (2000). Maka sepanjang umat Islam belum kembali kepada teologi Islam yang selaras dengan Alquran, maka dunia Islam akan mengalami stagnasi selama hayatnya.

http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=291853&kat_id=16

Wednesday, April 18, 2007

Tarik Ulur Penggunaan Energi Nuklir untuk Pembangkit Listrik

Masyarakat masih Belum Yakin Timbulnya risiko negatif atas penggunaan PLTN masih menguat di masyarakat. Pro dan kontra pun muncul menanggapi rencana pemerintah menggunakan PLTN. Seberapa jauh urgensi rencana itu?

Pertumbuhan ekonomi yang pesat tentu berbanding lurus dengan kebutuhan akan energi. Dalam semua aspek kehidupan, peran energi tidak dapat dipandang sebelah mata. Tentu saja hal itu membutuhkan persediaan bahan bakar yang besar pula. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan, persediaan minyak bumi Indonesia semakin menipis.

Dengan alasan mengurangi ketergantungan terhadap pemakaian minyak bumi, pemerintah berupaya melakukan diversifikasi pemanfaatan sumber energi sebagai alternatif pengganti minyak bumi. Di antaranya memanfaatkan teknologi nuklir.

Alasan lain, kemampuan mengelola dan memanfaatkan energi akan menunjukkan seberapa jauh perkembangan peradaban manusia. Makin tinggi tingkat peradaban, semakin baik pula tingkat pengelolaan energinya. Begitu juga sebaliknya.

Di sinilah letak keprihatinan pemerintah. Dalam konteks itu, pengelolaan energi di Indonesia masih jauh dari memuaskan. Tidak hanya kalah dari negara maju, tapi juga dengan negara berkembanng sekalipun. Padahal, pemerintah harus meningkatkan pemakaian energi untuk peningkatan taraf dan kualitas hidup rakyatnya. Selain itu, dalam menghadapi pesatnya laju pertumbuhan penduduk yang bisa mencapai 250 juta orang pada 2025. Sementara, ketersediaan sumber energi, terutama energi fosil (minyak bumi, gas bumi, dan batu bara) terbatas. Data dari Batan (Badan Tenaga Atom Nasional) menunjukkan, energi gas yang dibanggakan itu ternyata hanya akan bertahan kurang dari sepuluh tahun.

Salah satu penggunaan energi nuklir tersebut adalah untuk pemenuhan kebutuhan pasokan listrik. Selama ini, kelangkaan pasokan sering menyebabkan pemadaman litrik di beberapa wilayah di Jawa dan luar Jawa. Hal itu tentu saja mengganggu pertumbuhan ekonomi dan mengakibatkan dampak yang tidak kecil.

Menurut Ferhat Aziz, kepala Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas Batan, setidaknya ada tiga alasan mengapa energi nuklir patut dipertimbangkan. Pertama, alasan strategis. "Cadangan bahan bakar fosil yang kita miliki terbatas. Padahal, kita termasuk negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia," ujarnya. Cadangan yang terbatas itu sudah seharusnya diamankan untuk generasi mendatang.

Kedua, alasan lingkungan hidup. Dibanding pembangkit listrik yang lain, jelas Ferhat, PLTN sangat bersih karena tidak mengeluarkan gas buangan ke udara. "Kualitas udara pun jauh lebih baik. Di samping itu, teknologi dan keselamatan yang sudah sangat maju," katanya.

Ketiga adalah alasan ekonomis. PLTN dinilai dapat bersaing dengan PLTU maupun PLTGU. Dari catatan PT PLN pada akhir 2006, dengan asumsi harga gas alam USD 4,5/ MMBtu dan harga minyak USD 40/barel, nuklir dengan biaya pembangkitan 4,73 sen/kWh akan sangat bersaing dengan PLTU batu bara dan juga jauh lebih murah daripada PLTGU.

Dengan mempertimbangkan hal tersebut, pemerintah berharap energi nuklir dapat berperan. Bahkan, prospek pemanfaatan energi nuklir di Indonesia tercatat dalam beberapa dokumen resmi yang dikeluarkan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral baik dalam Kebijakan Energi Nasional (KEN) 2003-2020, Blueprint Pengelolaan Energi Nasional (PEN) 2005-2025 maupun Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) 2005-2025.

Sebagai gambaran, RUKN 2005-2025 memproyeksikan listrik yang dihasilkan energi nuklir pada 2017 sebesar 5.664 GWh. Jumlah itu terus meningkat hingga mencapai 38.752 GWh pada 2025. Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2006 yang dikeluarkan Januari 2006 menunjukkan, porsi total energi nuklir, biomassa, surya, angin, dan air minimal mencapai 5 persen pada 2025.

Pemerintah telah berencana membangun delapan reaktor PLTN di Semenanjung Muria, Jepara. Namun, rencana itu pun mendapat banyak kritik dari ahli energi dan lingkungan. Salah satu alasan penolakan itu adalah belum siapnya sumber daya manusia untuk mengelola energi nuklir. Sebab, energi nuklir termasuk memiliki risiko tinggi.

"Bencana dan kecelakaan beruntun yang terjadi di Indonesia banyak disebabkan pada faktor kelalaian manusia. Lihat saja kasus banjir, semburan lumpur Lapindo, dan meledaknya pesawat. Itu menunjukkan kita belum siap mengelola sesuatu yang memiliki teknologi tinggi," ujar ahli fisika nuklir eksperimen yang pernah menjadi peneliti Batas Dr Iwan Kurniawan dalam sebuah seminar tentang PTLN belum lama ini di Jakarta.

Menurut dia, langkah yang terbaik dilakukan pemerintah adalah mengurangi risiko kecelakaan nuklir daripada menambah penderitaan masyarakat. "Efek radiasinya pada manusia dan hewan hingga saat ini belum ada obatnya. Jadi, lebih baik distop pembangunan PLTN. Masih banyak energi ramah lingkungan lain yang bisa menjadi alternatif," bebernya.

Sementara itu, ahli lingkungan hidup Universitas Diponegoro Semarang Prof Budi Widianarko menambahkan, pembangunan PLTN Muria di Jepara akan membawa efek radioaktif yang gerakannya menyebar. Hal itu bergantung pada cuaca. "Radiasi berdampak ke Semarang pada musim angin timur dan ke Surabaya pada musim angin barat," jelasnya.

Beberapa pengamat justru menilai lain. Ahli lingkungan hidup Undip Prof Sudharto menilai, penolakan terhadap PLTN tersebut lebih disebabkan adanya persepsi negatif masyarakat terhadap nuklir. Trauma itu disebabkan pada bom atom Hiroshima dan Nagasaki pada 1945. Hal itu diperparah dengan kebocoran reaktor nuklir di Chernobyl dan Three Mile Island.

Penolakan itu memunculkan gerakan sindrom NIMBY (Not in my back yard) atau jangan letakkan proyek itu di sekitar permukiman saya. "Selama ini, Batan sebagai pemrakarsa (PLTN) hanya menyajikan keandalan teknologi yang menjamin keamanan dan keselamatan. Sulit meyakinkan masyarakat bahwa mereka tidak memikul risiko di tengah persepsi buruk masyarakat soal PLTN," ungkapnya.

Dukungan penggunaan energi nuklir tentu saja datang dari pemerintah. Menristek Kusmayanto Kadiman mengatakan, menggunakan nuklir tidak berbahaya. Masyarakat justru cenderung takut terlebih dahulu begitu mendengar kata nuklir. "Saat ini kita melakukan edukasi publik bahwa PLTN itu aman," katanya.

PLTN pertama di Indonesia ditargetkan dibangun pada 2012 dan mulai dioperasikan pada 2017. Hal itu merupakan kesepakatan Badan Koordinasi Energi Nasional (Bakoren). Bakoren diketuai Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro dan beranggota Menko Perekonomian, Menteri Perhubungan, Menteri Perindustrian, Menteri Keuangan, Menristek, Menteri Kehutanan, dan Men Lingkungan Hidup (LH). (Naufal Widi A.R.)
http://www.jawapos.com/index.php?act=detail_c&id=279239

Krisis Nuklir Iran: Kebutuhan Energi vs Pengembangan Teknologi Senjata

Kebutuhan energi abad ini merupakan kebutuhan yang esensial di tengah menipisnya sumber daya alam yang ada. Sehubungan dengan hal di atas, pembangunan berkelanjutan merupakan sebuah isu global dalam menjaga kelangsungan hidup, kaitan dengan keterbatasan sumber daya alam, dan pengaruh penggunaan sumber energi tersebut terhadap lingkungan.

Teknologi nuklir dapat dikembangkan menjadi energi alternatif dan dapat dimanfaatkan sebagai energi listrik sehingga bisa menjadi kontributor yang kompetitif dengan sumber energi listrik lainnya seperti batu bara, minyak, gas, air, dan lainnya. Awal dari renaissance teknologi nuklir untuk saat ini dan masa datang ditandai dengan kemajuan non proliferation treaty (NPT) dan penghargaan Nobel sebagai penghargaan internasional bagi kemajuan International Atomic Energy Agency (IAEA).

Masih hangat di pikiran kita krisis nuklir Iran yang menjadi sorotan pada akhir tahun lalu yang kemudian menjadi isu hangat beberapa waktu ke depan dikarenakan niat Iran untuk melanjutkan program nuklirnya untuk tujuan pembangkit tenaga listrik. Negara-negara maju seperti AS, beberapa negara Eropa, dan termasuk Rusia menolak program tersebut meskipun dengan alasan untuk mengembangkan teknologi nuklir.

Alasan utama penolakan program nuklir Iran ini adalah kecurigaan penyalahgunaan program tersebut untuk tujuan persenjataan nuklir. Bahkan ketidaksetujuan negara-negara tersebut akan membawa masalah itu ke dewan keamanan PBB dan mendesak IAEA sebagai organisasi nuklir dunia untuk memberikan informasi terkait program nuklir Iran. Penolakan tersebut dilanjutkan oleh beberapa negara dengan berinisiatif melakukan pertemuan terbatas dalam rangka meluluskan keinginan agar permasalahan krisis nuklir Iran segera dibawa ke dewan keamanan PBB.

Iran yang dalam posisi terdesak pun tidak mau kalah "gertak", dengan memberitahukan bahwa AS dan Eropa akan merugi dikarenakan sebetulnya mereka masih memerlukan Iran yang diketahui sebagai penghasil minyak keempat terbesar di dunia. Pandangan berbeda kedua pihak terhadap isu nuklir tersebut dikarenakan perbedaan pijakan yang diambil, meskipun berasal dari teknologi yang sama akan sangat sulit untuk dicari jalan keluarnya. Pandangan Iran mengacu atas dasar kebutuhan dan keinginan pengembangan teknologi, sedangkan pandangan lain berdasar atas kekhawatiran dan kecurigaan akan terjadinya penyelewengan program tersebut.

Kedua pandangan tersebut perlu dijadikan bahan renungan dalam hal isu nuklir ini. Pertama adalah hak pengembangan ilmu dan teknologi serta pemenuhan kebutuhan energi. Kedua adalah isu yang telah lama menjadi momok yang berkaitan dengan kepentingan politik khususnya politik perang dengan memanfaatkan teknologi nuklir untuk kepentingan produksi senjata nuklir.

Bagian pertama telah disepakati bahwa setiap negara mempunyai hak untuk mengembangkan teknologi tanpa intervensi negara lain. Pada sisi lain, hal ini berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan energi negara dimana nuklir bisa menjadi salah satu alternatif sumber energi. Sebagai negara merdeka seperti Iran tentu berhak mempunyai kebijakan tersebut dan karena juga punya kemampuan sumber daya alam dan manusia yang mereka miliki.

Pandangan kedua merupakan pandangan yang paling sulit dipecahkan terutama adanya kepentingan politik global, dimana isu ini merupakan turunan dari perang dingin yang terjadi antara AS and Rusia terutama dalam program NPT. Ditambah isu nuklir Korea Utara dan isu terorisme.

Pengembangan energi nuklir untuk tujuan sipil seperti reaktor nuklir pembangkit energi dimulai secara intensif setelah konferensi genewa On the peaceful uses of atomic energy yang di sponsori oleh PBB tahun 1955. NPT mengisyaratkan adanya kemauan yang begitu keras berkaitan dengan penggunaan teknologi nuklir untuk tujuan damai atau sipil. Pada mulanya perjanjian ini adalah hanya pada ke 5 negara besar pemilik senjata nuklir agar tidak melakukan transfer teknologi senjata nuklir ke negara lain. Saat ini program itu juga bertujuan untuk pengurangan produksi dan penghancuran senjata nuklir.

Program pengayaan bahan bakar nuklir merupakan isu utama yang melatarbelakangi isu nuklir Iran saat ini, kemudian dikhawatirkan akan digunakan untuk produksi senjata berhulu ledak nuklir.

Pengayaan uranium dibagi menjadi dua pengertian yang pertama Low Enriched Uranium (LEU), dimana kadar persentase pengayaan uraniumnya lebih kecil dari 20 persen dan Highly Enriched Uranium (HEU), dengan persentasi pengayaannya lebih besar dari 20 persen. Meskipun dalam weapon grade atau pengayaan uranium untuk produksi senjata diperlukan lebih dari 90 persen, akan tetapi karena adanya potensi menggunakan lebih kecil grade-nya bisa digunakan untuk hulu ledak, maka untuk reactor grade dibatasi hanya dibawah 20 persen pengayaan.

Proses pengayaan uranium ini sebenarnya sudah dimiliki oleh beberapa negara yang mempunyai pembangkit nuklir untuk keperluan reactor grade, seperti Belanda, Jerman, Inggris, Rusia, dan Jepang. Secara prinsip teknologi ini bisa juga digunakan untuk mengembangkan weapon grade, dengan menggunakan metode gas centrifugal.

Meskipun Iran menyebutkan hanya untuk tujuan pembangkit listrik dan tidak akan diteruskan menjadi proyek senjata dengan meninggikan pengayaan uraniumnya, akan tetapi beberapa kalangan mensinyalir bahwa dengan reactor grade saja dapat diproses menjadi bom. Kekhawatiran tersebut pernah dibahas dalam satu konferensi internasional di Rusia. Pada saat itu, penulis mendengar langsung penjelasan pegawai IAEA asal AS yang mengatakan bahwa kita harus berhati-hati dengan reactor grade, senjata nuklir bisa diproses dari reaktor tersebut seperti yang terjadi di Korea Utara.

Faktor lain yang menyebabkan permasalahan ini menjadi komplek adalah masa lalu Iran dengan AS dan isu Timur Tengah yang dikaitkan dengan Israel dan Palestina. Isu nuklir Iran ini menjadi serius, apabila masalah ini berlanjut pada rencana pengerahan militer, seperti kasus negara tetangga mereka Irak. Apabila hal tersebut terjadi di tengah isu terorisme, akan dapat meningkatkan ketegangan khususnya di wilayah Timur Tengah sehingga akan menambah panjang terjadinya konflik perang.

Mengaca pada isu nuklir tersebut ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian kita seperti seberapa jauh hak pengembangan teknologi dan pemenuhan kebutuhan negeri dapat menjadi adil bagi semua pihak. Di sisi lain, bagaimana mengatur agar pemanfaatannya tidak disalahgunakan untuk pengembangkan senjata.

Sidik Permana, mahasiswa program Doktor pada Research Laboratory for Nuclear Reactors, Tokyo Institute of Technology Jepang dan peneliti ISTECS chapter Jepang bidang energi. E-mail: 04d51469@nr.titech.ac.jp
http://www.beritaiptek.com/pilihberita.php?id=206&PHPSESSID=6ba914492263138aaf48f759eb0447b3

Mengapa Indonesia Mendukung Proliferasi Nuklir Iran ?

Seperti diduga sebelumnya, dari tiga agenda utama kunjungan Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad ke Indonesia 8-13 Mei 2006, yang paling menarik di kalangan media dan politisi lokal, regional, dan internasional adalah seputar isu nuklir Iran. Dua agenda penting lainnya adalah KTT D-8 kelima dan kesepakatan investasi dan kerjasama sektor energi antara Iran dan Indonesia. Penegasan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bahwa KTT di Bali tersebut tidak didominasi krisis nuklir Iran lebih merupakan strategi seorang negarawan dan gastheer (tuan-rumah) untuk mendinginkan suasana.

Isu program proliferasi nuklir Iran tidak semata persoalan pengembangan teknologi atau sumber energi alternatif, tetapi telah menembus ranah lainnya yang lebih luas yaitu geopolitik dan keseimbangan kekuatan regional di Timur-Tengah. Kedua aspek terakhir ini, meminjam terminologi Ben Tonra (2001), termasuk ke dalam domain kompleks keamanan (security complex) dan tirai keamanan (security overlay). Di bawah Ahmadinejad yang menjabat presiden sejak 2005, Barat khususnya AS mengkuatirkan Iran bisa mengoyak tirai keamanan regional yang bagi Barat merupakan kokon yang membentengi kompleks keamanan yang di dalamnya menyangkut eksistensi Israel.

Indikasi kasat-mata terhadap kebijakan Barat tersebut bisa dilihat dari perbedaan standar sikap dan intensitas manuver AS dalam penyelesaian krisis nuklir Korea Utara. Bagi AS, Iran sebagai sebuah kekuatan nuklir lebih besar bahayanya terhadap kompleks keamanan dan tirai keamanan Israel, sebagai satu-satunya kekuatan nuklir di Timur-Tengah, dibanding Korea Utara.

Kekuatiran Barat itu berbasis pada pernyataan Ahmadinejad yang ingin "menghapus Isreal dari peta dunia", bahwa Barat yang mesti "bertanggung jawab atas terjadinya holocaust, bukan bangsa Palestina", bahwa "suatu hari nanti Israel akan hancur", dan sebagainya. Kombinasi figur seorang Ahmadinejad dengan kekuatan nuklir Iran, secara luas mengakumulasi kekuatiran tadi. Barat tidak mempercayai Iran jika kemampuannya memperkaya uranium pada tingkat pembangkit energi akan berhenti pada level tersebut, tetapi akan diteruskan untuk merekayasa bom nuklir, sebuah tuduhan yang dengan konstan dibantah oleh oleh Teheran.

Hingga saat ini, perang urat-syarat semakin intens. AS tidak mengenyampingkan serangan-mendadak terhadap Iran. Sebaliknya, apabila diserang, Teheran menegaskan Iran akan menyerang semua kepentingan AS di seluruh penjuru dunia dan tentu saja, Israel. Usaha AS di Dewan Keamanan PBB untuk mengeluarkan resolusi untuk Iran gagal mendapat dukungan bulat. Kini, solusi terhadap krisis menemui jalan buntu.

Mayoritas pihak yang bertikai termasuk Teheran, Washington, London dan Paris melihat bahwa celah diplomasi masih terbuka. Solusi militer tidak akan menyelesaikan persoalan. Diperkirakan jika opsi militer ini diambil oleh AS dan sekutunya, efeknya akan sangat berbeda dari suksesnya aksi serangan-mendadak yang dilakukan Israel terhadap fasilitas nuklir Osirak. Dalam kasus Osirak, Irak tidak memiliki kepabilitas militer yang memadai untuk melakukan serangan-balik terhadap aksi punitive yang dilakukan Israel karena telah letih dalam Perang Irak-Iran. Disamping itu, dukungan internal terhadap rezim Saddam Hussein sudah terfregmentasi dan tidak kohesif, serta absennya dukungan ideologis yang kuat. Teheran tampaknya kini memiliki semua aspek kapabilitas di atas.

Dalam kasus proliferasi nuklir Iran ini, posisi Indonesia cukup dilematis. Hal ini disebabkan tingkat ketergantungan Indonesia terhadap Barat masih tinggi di satu pihak, sedangkan di pihak lain, Indonesia adalah negeri yang berpenduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia. Posisi inilah membuat Indonesia memberikan dukungan yang bersyarat kepada Iran dalam program nuklirnya. Indonesia hanya mendukung Teheran sejauh program proliferasi nuklir tersebut hanya untuk kepentingan damai yaitu sebagai sumber energi alternatif. Jakarta tidak mendukung Teheran jika teknologi tersebut dikembangkan menjadi bom nuklir.

Dukungan kondisional Indonesia itu adalah untuk mencegah agar Barat tidak teralienasi. Sebaliknya, jika Jakarta menolak rencana Iran secara mutlak maka tindakan itu bisa menurunkan dukungan mayoritas umat Islam terhadap pemerintah. Disamping itu, mendukung proliferasi damai Iran juga memiliki dasar strategis karena Indonesia akan melakukan hal yang sama dengan tujuan yang sama. Kemudian, menolak mendukung Teheran akan menyulitkan Indonesia untuk memperoleh dana investasi segar bernilai sekitar 600 juta US dollar di sektor negeri sebagaimana yang disepakati dengan Iran.

Alasan terakhir di atas cukup signifikan dalam mempengaruhi sikap Indonesia. Hasil survei yang dikeluarkan oleh LP3ES, 24 April 2006, produksi BBM Indonesia 1,055 juta barel per hari. Sedangkan kebutuhan harian BBM domestik Indonesia mencapai 1,35 juta barel. Jadi, ada defisit sekitar 300.000 barel per hari, yang hingga saat ini ditutupi dengan impor BBM. Dalam periode 2000-2004, LP3ES memprediksi biaya kerugian akibat selisih nilai ekspor-impor itu mencapai Rp. 12,2 trilyun.

Dalam konflik ini, Indonesia juga mengambil sikap menolak opsi atau aksi militer terhadap Iran. Pertama, karena Indonesia masih trauma dengan pretext yang dipakai untuk menyerang dan menduduki Irak yang ternyata tidak menemukan stok senjata pemusnah massal. Jakarta kuatir kasus serupa bisa terulang pada Iran. Kedua, opsi tadi bisa berdampak negatif pada stabilitas domestik Indonesia. Ketiga, aksi tersebut bisa mempersulit upaya Indonesia untuk menjadi penengah dalam berbagai isu global akibat peristiwa 11 September 2001.

Posisi dan sikap di atas barangkali sudah berada pada titik yang optimal dalam konteks kebijakan luar negeri Indonesia. Pragmatisme tadi beresonansi dengan kredo lama kebijakan luar negeri Indonesia yang diperkenalkan oleh Bung Hatta tahun 1948 yang "bebas" dan "aktif". "Bebas" di sini tidak bermakna "netral" atau mengambil "jarak yang sama" dalam berbagi persoalan dunia, tetapi "aktif" dalam kontribusi menemukan solusi terbaik, tentunya dalam rangka kesinambungan dan kesejahteraan Indonesia. Untuk mencapai kedua tujuan terakhir ini menjadi raison d'etre dari kebijakan luar negeri setiap negara.

Gunaryadi, Ketua Bidang Kajian Ilmu Sosial Institute for Science and Technology Studies (ISTECS) Belanda; mengajar di Sekolah KBRI di Wassenaar. Email: gunyaya@yahoo.com
http://www.beritaiptek.com/pilihberita.php?id=240&PHPSESSID=6ba914492263138aaf48f759eb0447b3

ENERGI NUKLIR SEBAGAI ALTERNATIF PASOKAN LISTRIK DUNIA

Dalam benak kita, nuklir sangat identik dengan senjata pemusnah massal layaknya
bom atom, atau bahaya radiasi akibat kecelakaan instalasi seperti yang terjadi
di Chernobyl (Ukraina) dan Three Mile Island, AS. Kini, hal tersebut sudah tidak
relevan lagi.
Energi nuklir merupakan hasil dari reaksi fisi yang terjadi pada inti atom. Dewasa ini, reaksi inti yang banyak digunakan oleh manusia untuk menghasilkan energi nuklir adalah reaksi yang terjadi antara partikel dengan inti atom yang digolongkan dalam kelompok heavy atom seperti aktinida.

Berbeda dengan reaksi kimia biasa yang hanya mengubah komposisi molekul setiap unsurnya dan tidak mengubah struktur dasar unsur penyusun molekulnya, pada reaksi inti atom atau reaksi fisi, terjadi perubahan struktur inti atom menjadi unsur atom yang sama sekali berbeda.

Pada umumnya, pembangkitan energi nuklir yang ada saat ini memanfaatkan reaksi inti antara neutron dengan isotop uranium-235 (235U) atau menggunakan isotop plutonium-239 (239Pu). Hanya neutron dengan energi berkisar 0,025 eV atau sebanding dengan neutron berkecepatan 2200 m/ detik akan memiliki probabilitas yang sangat besar untuk bereaksi fisi dengan 235U atau dengan 239Pu.

Neutron meripakan produk fisi yang memiliki energi dalam kisaran 2 MeV. Agar neutron tersebut dapat beraksi fisi dengan uranium ataupun plutonium diperlukan suatu media untuk menurunkan energi neutron ke kisaran 0,025 eV, media ini dinamakan moderator. Neutron yang melewati moderator akan mendisipasikan energi yang dimilikinya kepada moderator, setelah neutron berinteraksi dengan atom-atom moderator, energi neutron akan berkisar pada 0,025 eV.

Reaksi fisi
Secara garis besar reaksi fisi yang terjadi antara neutron dengan isotop uranium (235U) dalam reaktor nuklir dapat digambarkan sebagai berikut. Neutron dengan energi berkisar 0,025 eV akan bereaksi dengan atom 235U menjadi 236U yang sangat tidak stabil, kemudian dalam waktu sangat singkat 236U pecah (fision) menjadi dua buah produk fisi X1 dan X2 serta 2 atau 3 buah neutron dan energi. Reaksi ini dapat dirumuskan sebagai berikut;
N + 235U→236U→X1 + X2 + (2 atau 3) n + E

Energi dari reaksi fisi (E) sebagian besar akan dibawa oleh produk fisi dalam bentuk energi kinetik yang terdeposisikan di dalam medium bahan bakar nuklir dalam bentuk panas akibat pergerakan produk fisi. Energi panas ini kemudian diambil untuk pembangkitan energi listrik pada sebuah Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Pengambilan panas dari inti reaktor bisa dengan mempergunakan media air, seperti yang umum dipergunakan pada PLTN saat ini.

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir
Pada prinsipnya sistem kerja pembangkit listrik tenaga nuklir atau PLTN tidak ubahnya seperti prinsip kerja dari sebuah pembangkit listrik yang memanfaatkan panas sebagai pembangkit uap. Uap air yang bertekanan tinggi digunakan untuk menggerakkan turbin, kemudian turbin menggerakkan generator, dan generator menghasilkan listrik.

Perbedaan utama antara PLTN dengan pembangkit listrik tenaga konvensional adalah terletak pada pemanfaatan bahan bakar yang digunakan untuk menguapkan air. Pada pembangkit listrik konvensinal untuk menghasilkan panas menggunakan bahan bakar berupa minyak, gas alam, ataupun batubara (energi fosil). Sementara pada PLTN menggunakan uranium ataupun plutonium yang direaksikan dengan neutron dalam sebuah reaksi fisi yang akan menghasilkan panas untuk kemudian membangkitkan uap bertekanan tinggi guna memutar turbin.

Menurut data yang dilansir oleh Badan Atom Nasional (BATAN), pada situsnya, disebutkan bahwa pada 2002 di seluruh dunia jumlah pembangkit listrik tenaga nuklir yang telah dioperasikan mencapai angka 438 unit dengan kapasitas listriknya sebesar 353.298 MWe. Sementara terdapat 32 unit berkapasitas hingga 28.438 MWe dalam proses konstruksi.

Jenis reaktor nuklir
Pengembangan energi nuklir untuk tujuan sipil seperti reaktor nuklir untuk pembangkit daya listrik dimulai secara intensif setelah konferensi Genewa bertajuk "On the peaceful uses of atomic energy" yang di sponsori oleh PBB tahun 1955.

Terdapat beberapa jenis reaktor nuklir dalam skala komersial. Reaktor tersebut dikategorikan menjadi 2 jenis, yaitu reaktor nuklir dengan proses reaksi fisi yang diakibatkan oleh neutron thermal yang kemudian disebut dengan thermal reactor, dan reaktor nuklir dengan proses fisi yang terjadi pada energi neutron yang tinggi (fast neutron) disebut reaktor cepat (fast reactor).
Reaktor cepat tidak memerlukan moderator, sementara reaktor thermal membutuhkan moderator untuk mengurangi energi neutron cepat menjadi neutron thermal. Tipe reaktor thermal yang ada banyak sekali, seperti reaktor berpendingin air ringan (light water moderated reactor atau LWR), reaktor berpendingin air berat (heavy water moderated reactor atau HWR), reaktor berpendingin gas (gas-cooled reactor), dan reaktor temperatur tinggi berpendingin gas (high temperature gas-cooled reactor atau HTGR).

Light water moderator reactor terbagi dalam dua tipe, yaitu presurrized water reactor (PWR) dan boiling water reactor (BWR). Sementara itu heavy water moderated reactor (HWR) untuk tujuan komersial terdapat dua tipe utama, tipe pertama dalah pressurized heavy water reactor (PHWR) dan tipe keduanya adalah boiling light water reactors (BLWR). Reaktor Canadian Deuterium Uranium (CANDU), reaktor nuklir yang dikembangkan oleh Kanada dengan mempergunakan air berat (D2O) sebagai moderator termasuk di dalam kedua tipe ini. Sistem steam-generating heavy water reactor (SGHWR) dapat dijumpai pada reaktor nuklir di Inggris dengan versi jenis BLWR. Reaktor FUGEN Jepang bisa dikategorikan sebagai BLWR sejak dipergunakannya air berat (heavy water) sebagai moderator dan air ringan (light water) sebagai pendinginnya.

Yang tergolong dalam gas cooled reactors adalah Magnox gas cooled reactor (GCR) dan advanced gas cooled-reactor (AGR). Kelompok HTTR terdiri dari HTGR dengan bahan bakar uranium disebut HTR, dan HTGR dengan berbahan bakar uranium dan thorium (THTR).
Jenis lainnya terdapat di Rusia yaitu graphite moderated light water reactor (RBMK). Reaktor jenis satu ini tidak menggunakan moderator pada reaktor cepat atau fast breeder reactor (FBR), sehingga ukuran reaktor menjadi lebih kecil, dengan laju transfer panas yang tinggi. Sebagai pendinginnya digunakan logam cair (liquid metal) dan gas helium bertekanan tinggi (high-pressure helium gas).

Pertumbuhan penduduk dan cadangan energi global
Pada 2001, bumi yang sudah sangat tua ini dihuni oleh 6 milyar orang. Berdasarkan data dari United Nation Long-Range World Population Projections, populasi dunia pada 2015 akan bertambah menjadi 7.2 milyar, pada 2025 naik menjadi hampir 8 milyar jiwa dan akan menjadi 9.3 milyar di tahun 2050.

Pertumbuhan penduduk dunia yang cepat ini akan berakibat pada penyusutan sumber daya alam tak terbarukan secara cepat pula. Hal ini disebabkan pemenuhan kebutuhan energi dunia, di mana kebutuhan energi primer global mencapai 87% dan energi listrik sebesar 63%, berasal dari bahan bakar fosil. Oleh karenanya minyak bumi dengan kapasitas yang tersedia secara global sebesar 1.195 triliun barel, dapat digunakan hingga 43 tahun. Batu bara, dengan cadangan global 1316 triliun ton akan habis digunakan selama 231 tahun. Sementara gas alam mempunyai cadangan global 144 triliun m3, dapat digunakan tidak lebih dari 62 tahun.

Cadangan global uranium diperkirakan sekitar 4.36 juta ton. Dalam reaktor nuklir, bahan bakar nuklir yang sudah dipergunakan dapat didaur ulang, jika hal ini dilakukan pada pembangkit listrik tenaga nuklir di dunia, semua sisa uranium dapat menjadi suplai energi untuk ribuan tahun. Selaian itu di dunia juga diketahui terdapat 4 miliar ton uranium dalam konsentrasi rendah di lautan dan terdapat thorium, zat lain yang dapat dipergunakan sebagai bahan bakar nuklir, sebanyak tiga kali jumlah uranium. Oleh karenanya energi nuklir dapat digunakan jutaan tahun.

Perbandingan energi
Densitas energi nuklir sangat tinggi, lebih tinggi dibandingkan dengan batu bara ataupun minyak bumi. Sebagai ilustrasi, dalam 1 kg uranium dapat menghasilkan energi listrik sebesar 50.000 kWh bahkan dengan proses lebih lanjut dapat mencapai 3.500.000 kWh. Sementara 1 kg batu bara dan 1 kg minyak bumi hanya dapat menghasilkan energi sebesar 3 kWh dan 4 kWh.
Pada sebuah pembangkit listrik non-nuklir berkapasitas 1000 MWe diperlukan 2.600.000 ton batu bara atau 2,000,000 ton minyak bumi sebagai bahan bakarnya. Sementara pada pembangkit listrik tenaga nuklir dengan kapasitas listrik yang sama hanya memerlukan 30 ton uranium dengan teras reaktor 10 m3, sebagai bahan bakarnya. Saat ini, kontribusi energi nuklir terhadap pasokan kebutuhan energi primer dunia sekitar 6% dan pasokan kebutuhan energi listrik global sekitar 17%.

Bayangan akan Bom Atom dan kecelakaan radiasi nuklir sudah selayaknya dibuang jauh-jauh dan dijadikan sebuah pelajaran berharga dalam penggunaan energi nuklir, tidak lagi dijadikan momok yang dapat menghambat pemanfaatan energi nuklir sebagai alternatif pasokan kebutuhan energi listrik dunia.
(Anang/ dari berbagai sumber)

http://www.proyeksi.com/berita/teknologi/0310806_nuklir.htm

Monday, April 16, 2007

Sebab-Sebab Turunnya Rizki

Akhir-akhir ini banyak orang yang mengeluhkan masalah penghasilan atau rizki, entah karena merasa kurang banyak atau karena kurang berkah. Begitu pula berbagai problem kehidupan, mengatur pengeluaran dan kebutuhan serta bermacam-macam tuntutannya. Sehingga masalah penghasilan ini menjadi sesuatu yang menyibukkan, bahkan membuat bingung dan stress sebagian orang.

Maka tak jarang di antara mereka ada yang mengambil jalan pintas dengan menempuh segala cara yang penting keinginan tercapai. Akibatnya bermunculanlah koruptor, pencuri, pencopet, perampok, pelaku suap dan sogok, penipuan bahkan pembunuhan, pemutusan silaturrahim dan meninggal kan ibadah kepada Allah untuk mendapatkan uang atau alasan kebutuhan hidup.

Mereka lupa bahwa Allah telah menjelaskan kepada hamba-hamba- Nya sebab-sebab yang dapat mendatangkan rizki dengan penjelasan yang amat gamblang. Dia menjanjikan keluasan rizki kepada siapa saja yang menempuhnya serta menggunakan cara-cara itu, Allah juga memberikan jaminan bahwa mereka pasti akan sukses serta mendapatkan rizki dengan tanpa disangka-sangka. Diantara sebab-sebab yang melapangkan rizki adalah sebagai berikut:

Takwa Kepada Allah
Takwa merupakan salah satu sebab yang dapat mendatangkan rizki dan menjadikannya terus bertambah. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman, artinya, "Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezki dari arah yang tidada disangka-sangkanya. " (At Thalaq 2-3)

Setiap orang yang bertakwa, menetapi segala yang diridhai Allah dalam segala kondisi maka Allah akan memberikan keteguhan di dunia dan di akhirat. Dan salah satu dari sekian banyak pahala yang dia peroleh adalah Allah akan menjadikan baginya jalan keluar dalam setiap permasalahan dan problematika hidup, dan Allah akan memberikan kepadanya rizki secara tidak terduga.

Imam Ibnu Katsir berkata tentang firman Allah di atas, "Yaitu barang siapa yang bertakwa kepada Allah dalam segala yang diperintahkan dan menjauhi apa saja yang Dia larang maka Allah akan memberikan jalan keluar dalam setiap urusannya, dan Dia akan memberikan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka, yakni dari jalan yang tidak pernah terlintas sama sekali sebelumnya."

Allah swt juga berfirman, artinya, "Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. " (QS. 7:96)

Istighfar dan Taubat
Termasuk sebab yang mendatang kan rizki adalah istighfar dan taubat, sebagaimana firman Allah yang mengisahkan tentang Nabi Nuh Alaihissalam ,
"Maka aku katakan kepada mereka:"Mohonlah ampun kepada Rabbmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun" niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai. " (QS. 71:10-12)

Al-Qurthubi mengatakan, "Di dalam ayat ini, dan juga dalam surat Hud (ayat 52,red) terdapat petunjuk bahwa istighfar merupakan penyebab turunnya rizki dan hujan."

Ada seseorang yang mengadukan kekeringan kepada al-Hasan al-Bashri, maka beliau berkata, "Beristighfarlah kepada Allah", lalu ada orang lain yang mengadukan kefakirannya, dan beliau menjawab, "Beristighfarlah kepada Allah". Ada lagi yang mengatakan, "Mohonlah kepada Allah agar memberikan kepadaku anak!" Maka beliau menjawab, "Beristighfarlah kepada Allah". Kemudian ada yang mengeluhkan kebunnya yang kering kerontang, beliau pun juga menjawab, "Beristighfarlah kepada Allah." Maka orang-orang pun bertanya, "Banyak orang berdatangan mengadukan berbagai persoalan, namun anda memerintahkan mereka semua agar beristighfar." Beliau lalu menjawab, "Aku mengatakan itu bukan dari diriku, sesungguhnya Allah swt telah berfirman di dalam surat Nuh,(seperti tersebut diatas, red)

Istighfar yang dimaksudkan adalah istighfar dengan hati dan lisan lalu berhenti dari segala dosa, karena orang yang beristighfar dengan lisannnya saja sementara dosa-dosa masih terus dia kerjakan dan hati masih senantiasa menyukainya maka ini merupakan istighfar yang dusta. Istighfar yang demikian tidak memberikan faidah dan manfaat sebagaimana yang diharapkan.

Tawakkal Kepada Allah
Allah swt berfirman, artinya, "Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. " (QS. 65:3) Nabi saw telah bersabda, artinya, "Seandainya kalian mau bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benarnya maka pasti Allah akan memberikan rizki kepadamu sebagaimana burung yang diberi rizki, pagi-pagi dia dalam keadaan lapar dan kembali dalam keadaan kenyang." (HR Ahmad, at-Tirmidzi dan dishahihkan al-Albani)

Tawakkal kepada Allah merupakan bentuk memperlihatkan kelemahan diri dan sikap bersandar kepada-Nya saja, lalu mengetahui dengan yakin bahwa hanya Allah yang memberikan pengaruh di dalam kehidupan. Segala yang ada di alam berupa makhluk, rizki, pemberian, madharat dan manfaat, kefakiran dan kekayaan, sakit dan sehat, kematian dan kehidupan dan selainnya adalah dari Allah semata.

Maka hakikat tawakkal adalah sebagaimana yang di sampaikan oleh al-Imam Ibnu Rajab, yaitu menyandarkan hati dengan sebenarnya kepada Allah Azza wa Jalla di dalam mencari kebaikan (mashlahat) dan menghindari madharat (bahaya) dalam seluruh urusan dunia dan akhirat, menyerahkan seluruh urusan hanya kepada Allah serta merealisasikan keyakinan bahwa tidak ada yang dapat memberi dan menahan, tidak ada yang mendatangkan madharat dan manfaat selain Dia.

Silaturrahim
Ada banyak hadits yang menjelaskan bahwa silaturrahim merupakan salah satu sebab terbukanya pintu rizki, di antaranya adalah sebagai berikut:

-Sabda Nabi Shalallaahu alaihi wasalam, artinya, " Dari Abu Hurairah ra berkata, "Aku mendengar Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, "Siapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya maka hendaklah menyambung silaturrahim." (HR Al Bukhari)

-Sabda Nabi saw, artinya, "Dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu , Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, " Ketahuilah orang yang ada hubungan nasab denganmu yang engkau harus menyambung hubungan kekerabatan dengannya. Karena sesungguhnya silaturrahim menumbuhkan kecintaan dalam keluarga, memperbanyak harta dan memperpanjang umur." (HR. Ahmad dishahihkan al-Albani)

Yang dimaksudkan dengan kerabat (arham) adalah siapa saja yang ada hubungan nasab antara kita dengan mereka, baik itu ada hubungan waris atau tidak, mahram atau bukan mahram.

Infaq fi Sabilillah
Allah swt berfirman, artinya, "Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya. " (QS. 34:39)

Ibnu Katsir berkata, "Yaitu apapun yang kau infakkan di dalam hal yang diperintahkan kepadamu atau yang diperbolehkan, maka Dia (Allah) akan memberikan ganti kepadamu di dunia dan memberikan pahala dan balasan di akhirat kelak."

Juga firman Allah yang lain,artinya, "Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan dari padanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui." (QS. 2:267-268)

Dalam sebuah hadits qudsi Rasulullah saw bersabda, Allah swt berfirman, "Wahai Anak Adam, berinfaklah maka Aku akan berinfak kepadamu." (HR Muslim)

Menyambung Haji dengan Umrah
Berdasarkan pada hadits Nabi Shalallaahu alaihi wasalam dari Ibnu Mas'ud Radhiallaahu anhu dia berkata, Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, artinya, "Ikutilah haji dengan umrah karena sesungguhnya keduanya akan menghilangkan kefakiran dan dosa sebagaimana pande besi menghilangkan karat dari besi, emas atau perak, dan haji yang mabrur tidak ada balasannya kecuali surga." (HR. at-Tirmidzi dan an- Nasai, dishahihkan al-Albani)

Maksudnya adalah, jika kita berhaji maka ikuti haji tersebut dengan umrah, dan jika kita melakukan umrah maka ikuti atau sambung umrah tersebut dengan melakukan ibadah haji.

Berbuat Baik kepada Orang Lemah
Nabi saw telah menjelaskan bahwa Allah akan memberikan rizki dan pertolongan kepada hamba-Nya dengan sebab ihsan (berbuat baik) kepada orang-orang lemah, beliau bersabda, artinya, "Tidaklah kalian semua diberi pertolongan dan diberikan rizki melainkan karena orang-orang lemah diantara kalian." (HR. al-Bukhari)

Dhu'afa' (orang-orang lemah) klasifikasinya bermacam-macam, ada fuqara, yatim, miskin, orang sakit, orang asing, wanita yang terlantar, hamba sahaya dan lain sebagainya.

Serius di dalam Beribadah
Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu, dari Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, "Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman, artinya,

"Wahai Anak Adam Bersungguh-sungguhl ah engkau beribadah kepada Ku, maka Aku akan memenuhi dadamu dengan kecukupan dan Aku menanggung kefakiranmu. Jika engkau tidak melakukan itu maka Aku akan memenuhi dadamu dengan kesibukan dan Aku tidak menanggung kefakiranmu."

Tekun beribadah bukan berarti siang malam duduk di dalam masjid serta tidak bekerja, namun yang dimaksudkan adalah menghadirkan hati dan raga dalam beribadah, tunduk dan khusyu' hanya kepada Allah, merasa sedang menghadap Pencipta dan Penguasanya, yakin sepenuhnya bahwa dirinya sedang bermunajat, mengadu kepada Dzat Yang menguasai Langit dan Bumi.


Dan masih banyak lagi pintu-pintu rizki yang lain, seperti hijrah, jihad, bersyukur, menikah, bersandar kepada Allah, meninggalkan kemaksiatan, istiqamah serta melakukan ketaatan, yang tidak dapat di sampaikan secara lebih rinci dalam lembar yang terbatas ini. Mudah-mudahan Allah memberi kan taufik dan bimbingan kepada kita semua. Amin. ( Sumber: Kutaib "Al Asbab al Jalibah lir Rizqi", al-qism al-ilmi Darul Wathan. )

http://www.alsofwah.

Muhammad Haryo http://haryodakwah. my.or.id/

Wednesday, November 15, 2006

Nasihat untuk Suksesnya Sebuah Perkawinan

Pernikahan adalah salah satu perintah Tuhan, dan ini merupakan jalan para Anbiya, termasuk manusia pertama, Adam as dan wanita pertama, Hawa. Mereka melangsungkan pernikahannya di Surga, oleh sebab itu Allah memberikan suatu Wewangian Surgawi kepada pasangan yang melangsungkan pernikahannya agar mereka bahagia. Tetapi mereka harus menjaga sendiri wewangian itu sepanjang hidupnya,ini sangat penting

Nasihat untuk Suksesnya Sebuah PerkawinanMaulana Syaikh Nazhim Adil al HaqqaniMercy Oceans Towards the Divine Presence (Book One)

Sebuah Khutbah NikahPernikahan adalah salah satu perintah Tuhan, dan ini merupakan jalan para Anbiya, termasuk manusia pertama, Adam as dan wanita pertama, Hawa. Mereka melangsungkan pernikahannya di Surga, oleh sebab itu Allah memberikan suatu Wewangian Surgawi kepada pasangan yang melangsungkan pernikahannya agar mereka bahagia. Tetapi mereka harus menjaga sendiri wewangian itu sepanjang hidupnya,ini sangat penting

Dan sekarang kita memohon kepada Allah untuk melestarikan wangi tadi di antara mereka berdua sepanjang jalan mereka, sepanjang hidup mereka di dunia, dan kita berharap agar mereka akan bersatu di Akhirat kelak, di kehidupan yang kekal. Itulah makna dari pelaksanaan upacara pernikahan bagi satu pasangan baru.

Kita bersyukur kepada Tuhan kita, yang menciptakan pria dan wanita, dan mengaruniai mereka dari Cinta Ilahi-Nya. Jika Dia tidak menganugerahkan Cinta Ilahi-Nya, tak seorang pun yang akan menemukan jodohnya. Dan Dia memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk menjalani kehidupan yang mulia, dengan menjadi kan orang saling berpasangan, bukannya satu wanita untuk semua pria atau seorang pria bagi seluruh wanita.

Merupakan suatu kehormatan bagi wanita, bahwa seorang wanita hanya diperuntukkan bagi seorang pria dan sebaliknya seorang pria hanya untuk seorang wanita. Itu merupakan suatu kemuliaan bagi mereka di kehidupan ini. Siapa pun yang melanggar aturan tersebut, Allah tidak akan menyebut mereka sebagai orang yang terhormat. Oleh sebab itu kita memegang teguh upacara yang mulia ini, dan kita memohon kepada Allah agar mereka berhasil dalam menjalani kehidupan mereka bersama.

Kamu hanya boleh memandang suamimu. Siapakah orang yang paling tampan di dunia? Jika kamu ditanya, kamu harus menjawab bahwa suami saya adalah orang yang paling tampan. Begitu pula dengan kamu (pria), siapakah orang tercantik di London? Istrimu. Jika masing-masing melihat pada pasangannya, takkan ada lagi masalah, baik di London, di Inggris, di Turki, di Siprus, di Timur dan di Barat.

Ini adalah nasihat yang paling penting bagi pasangan yang baru menikah. Saya mendengar tentang banyak pasangan yang mendaftarkan diri melalui petugas pendaftaran (KUA-red). Setelah tiga hari, setelah tiga minggu, setelah tiga bulan, setelah tiga tahun, keduanya menjalani jalan yang berbeda, karena mereka melihat (pada orang lain), yang wanita melihat pria lain; yang pria melihat wanita lain. Kalau demikian, pernikahan mereka tidak akan berusia panjang.

Sekarang kalian tengah membangun suatu ‘gedung’ baru, melangsungkan sebuah pernikahan, dan kita memohon kepada Allah untuk membuat kalian saling mencintai satu sama lain. Bawakan dia beberapa perhiasan (emas), seperti ini, seperti itu, sehingga dia akan senang denganmu. Lakukanlah selalu; ketika istrimu marah kepadamu, bawakanlah sesuatu yang disukainya.

Kalian harus tahu, kalian semua: Jangan menyakiti hati istri kalian, jangan menyakiti hati istri kalian! Buatlah (suasana) agar mereka senantiasa bahagia dengan kalian; kalau tidak demikian, ketika kalian datang, mereka akan pergi.

Kalian mengerti? Jagalah agar mereka tetap bahagia. Dengan demikan mereka pun akan berusaha membuat kalian bahagia.Wanita sangat beruntung, di sini dan di Akhirat nanti. Apa alasannya? Karena takkan ada pertanyaan bagi mereka.

Pada Hari Kebangkitan, setiap wanita akan datang bersama suaminya dan ketika si suami masuk Surga, istrinya pun akan masuk bersamanya. Tak ada pertanyaan bagi mereka. Tetapi kalian—para pria—kalian akan mendapat begitu banyak pertanyaan.

Kalian mengerti? Tunjukkan passpor kalian di depan pintu Surga, masuklah, dan istri kalian akan masuk bersama kalian. “Ini istrimu?” Allah ‘Azza wa Jalla akan bertanya pada kalian. Kalian akan menjawab, “Ya.” “Kamu bahagia bersamanya?” Jika kalian menjawab, “Ya”; Allah akan berkata, “Bawa dia masuk ke dalam Surga.”

Tetapi jika kalian berkata, “Ya Tuhanku, Aku tidak pernah puas dengannya. Dia terlalu banyak bicara!” Lalu Allah akan berkata, “Berhentilah! Berdiri! Mengapa kamu tidak bahagia dengannya? Dia adalah hijab antara dirimu dengan Neraka. Jika dia tidak bersamamu, kamu pasti sudah tergelincir ke jurang Neraka. Oleh sebab itu mereka semua lebih berharga dari pada kalian.”

Ya, karena jika istri kalian tidak melayanimu sebagai hijab, kita semua akan terjerumus ke dalam Neraka, tak seorang pun yang akan mengeluarkan kita, kecuali isteri kita, tempat berlindung kita. Jadi di siang hari, ketika kalian hendak berangkat kerja, raihlah tangan istrimu (Syaikh Nazhim menunjukkan gerakan mencium tangan), begitu pula di malam hari. Kalian harus memperlakukan istri kalian dengan lembut. Ya, hal ini adalah benar, mutlak, yakin dan bahkan sangat benar.

Oleh sebab itu kalian harus menjaga hak-hak mereka. Kalian, para pria suka melakukan kekejaman terhadap wanita dan tidak mempedulikan hak-hak mereka. Setiap orang harus menjaga hak-hak mereka (wanita). Allah akan bertanya, “Mengapa kalian tidak merasa puas terhadap istri kalian? Apa masalahnya, karena dia adalah yang menjadi hijab antara kalian dengan Neraka, apakah dia tidak menjaga rumahmu? Apakah dia tidak memasak? Tidak mencuci? Tidak merawat anak-anak? Tidak bersih-bersih?” Allah akan bertanya.

Tidak ada kewajiban bagi wanita untuk melakukan suatu pekerjaan. (Menurut syari’ah Islam, sebenarnya pekerjaan rumah tangga dan mengurus anak merupakan tugas pria atau suami. Jika istri tidak sanggup atau tidak ingin merawat anaknya, maka si suami bertanggung jawab untuk menyediakan makanan bagi anaknya. Namun karena sudah menjadi kebiasaan, maka istrilah yang mengerjakan hal-hal tersebut.

Syaikh Nazhim mengatakan bahwa pria harus bersikap lebih apresiatif, arif dan menolong bukannya memanfaatkan istrinya untuk mengurus rumah dan merawat anaknya.) Kalian (pria) harus melakukannya: mencuci, bersih-bersih, dan merawat anak-anak. Dalam syari’ah, Allah swt bahkan tidak memerintahkan wanita untuk memberikan susu kepada anak-anak kalian. Itu termasuk tanggung jawab kalian, wahai pria. Kalian harus menyediakannya (susu), kalian harus membayarnya.

Kalian memberi bayaran pada wanita? Untuk setiap bayi yang dia lahirkan, kalian harus membawakan rantai emas (perhiasan) untuk istrimu. Ya, ketika dia memberikan susunya kepada si bayi, kalian harus membayarnya, bukannya mengatakan, “Kamu dapat melakukannya, kamu bisa menemukan seseorang untuk memberi susu kepada bayimu.”

Jangan menyuruhnya untuk bekerja! Dia hanyalah sebagai hijab antara kamu dengan hal-hal yang haram, itulah tugasnya. Segalanya berada di pundak pria, tetapi mereka (wanita) mau melakukannya… karena mereka bersyukur kepada kita, mereka melakukannya dengan sukarela. Apakah kamu sekali-sekali pernah mencuci?

Bihurmati habib, al Fatihahposted by Mevlana as Sufi at 11:07 PM 0 comments

http://ariefhamdani.blogspot.com/2004_08_01_ariefhamdani_archive.html