Wednesday, June 20, 2007

Kepribadian Muslim

Al-Qur’an dan sunnah merupakan dua pusaka Rasulullah SAW yang harus selalu dirujuk oleh setiap muslim dalam segala aspek kehidupan. Satu dari sekian aspek kehidupan yang amat penting adalah pembentukan dan pengembangan pribadi muslim. Pribadi muslim yang dikehendaki Al-Qur’an dan sunnah adalah pribadi yang saleh. Pribadi yang sikap, ucapan dan tindakannya terwarnai oleh nilai-nilai yang datang dari Allah SWT.

Persepsi (gambaran) masyarakat tentang pribadi muslim memang berbeda-beda. Bahkan banyak yang pemahamannya sempit sehingga seolah-olah pribadi muslim itu tercermin pada orang yang hanya rajin menjalankan Islam dari aspek ubudiyah. Padahal itu hanyalah satu aspek saja dan masih banyak aspek lain yang harus melekat pada pribadi seorang muslim. Oleh karena itu standar pribadi muslim yang berdasarkan Al Qur’an dan Sunnah merupakan sesuatu yang harus dirumuskan, sehingga dapat menjadi acuan bagi pembentukan pribadi muslim.Bila disederhanakan, setidaknya ada sepuluh karakter atau ciri khas yang mesti melekat pada pribadi muslim.

1. Salimul Aqidah (Aqidah yang bersih)
Salimul aqidah merupakan sesuatu yang harus ada pada setiap muslim. Dengan aqidah yang bersih, seorang muslim akan memiliki ikatan yang kuat kepada Allah SWT. Dengan ikatan yang kuat itu dia tidak akan menyimpang dari jalan dan ketentuan-ketentuan-Nya. Dengan kebersihan dan kemantapan aqidah, seorang muslim akan menyerahkan segala perbuatannya kepada Allah sebagaimana firman-Nya yang artinya: “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku, semua bagi Allah tuhan semesta alam” (QS. 6:162). Karena aqidah yang salim merupakan sesuatu yang amat penting, maka dalam awal da’wahnya kepada para sahabat di Mekkah, Rasulullah SAW mengutamakan pembinaan aqidah, iman dan tauhid.

2. Shahihul Ibadah (ibadah yang benar)
Shahihul ibadah merupakan salah satu perintah Rasulullah SAW yang penting. Dalam satu haditsnya, beliau bersabda: “Shalatlah kamu sebagaimana melihat aku shalat”. Dari ungkapan ini maka dapat disimpulkan bahwa dalam melaksanakan setiap peribadatan haruslah merujuk kepada sunnah Rasul SAW yang berarti tidak boleh ada unsur penambahan atau pengurangan.

3. Matinul Khuluq (akhlak yang kokoh)
Matinul khuluq merupakan sikap dan perilaku yang harus dimiliki oleh setiap muslim, baik dalam hubungannya kepada Allah maupun dengan makhluk-makhluk-Nya. Dengan akhlak yang mulia, manusia akan bahagia dalam hidupnya, baik di dunia apalagi di akhirat. Karena begitu penting memiliki akhlak yang mulia bagi umat manusia, maka Rasulullah SAW diutus untuk memperbaiki akhlak dan beliau sendiri telah mencontohkan kepada kita akhlaknya yang agung sehingga diabadikan oleh Allah SWT di dalam Al Qur’an. Allah berfirman yang artinya: “Dan sesungguhnya kamu benar-benar memiliki akhlak yang agung” (QS. 68:4).

4. Qowiyyul Jismi (kekuatan jasmani)
Qowiyyul jismi merupakan salah satu sisi pribadi muslim yang harus ada. Kekuatan jasmani berarti seorang muslim memiliki daya tahan tubuh sehingga dapat melaksanakan ajaran Islam secara optimal dengan fisiknya yang kuat. Shalat, puasa, zakat dan haji merupakan amalan di dalam Islam yang harus dilaksanakan dengan fisik yang sehat dan kuat. Apalagi berjihad di jalan Allah dan bentuk-bentuk perjuangan lainnya.

Oleh karena itu, kesehatan jasmani harus mendapat perhatian seorang muslim dan pencegahan dari penyakit jauh lebih utama daripada pengobatan. Meskipun demikian, sakit tetap kita anggap sebagai sesuatu yang wajar bila hal itu kadang-kadang terjadi. Namun jangan sampai seorang muslim sakit-sakitan. Karena kekuatan jasmani juga termasuk hal yang penting, maka Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Mukmin yang kuat lebih aku cintai daripada mukmin yang lemah (HR. Muslim)

5. Mutsaqqoful Fikri (intelek dalam berfikir)
Mutsaqqoful fikri merupakan salah satu sisi pribadi muslim yang juga penting. Karena itu salah satu sifat Rasul adalah fatonah (cerdas). Al Qur’an juga banyak mengungkap ayat-ayat yang merangsang manusia untuk berfikir, misalnya firman Allah yang artinya: “Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: ” pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya”. Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: “Yang lebih dari keperluan”. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir” (QS 2:219)

Di dalam Islam, tidak ada satupun perbuatan yang harus kita lakukan, kecuali harus dimulai dengan aktifitas berfikir. Karenanya seorang muslim harus memiliki wawasan keislaman dan keilmuan yang luas.

Bisa dibayangkan, betapa bahayanya suatu perbuatan tanpa mendapatkan pertimbangan pemikiran secara matang terlebih dahulu.

Oleh karena itu Allah mempertanyakan kepada kita tentang tingkatan intelektualitas seseorang, sebagaimana firman Allah yang artinya: Katakanlah: “samakah orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui?”‘, sesungguhnya orang-orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran”. (QS 39:9)

6. Mujahadatul Linafsihi (berjuang melawan hawa nafsu)
Mujahadatul linafsihi merupakan salah satu kepribadian yang harus ada pada diri seorang muslim karena setiap manusia memiliki kecenderungan pada yang baik dan yang buruk. Melaksanakan kecenderungan pada yang baik dan menghindari yang buruk amat menuntut adanya kesungguhan. Kesungguhan itu akan ada manakala seseorang berjuang dalam melawan hawa nafsu. Hawa nafsu yang ada pada setiap diri manusia harus diupayakan tunduk pada ajaran Islam. Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Tidak beriman seseorang dari kamu sehingga ia menjadikan hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa (ajaran Islam)” (HR. Hakim)

7. Harishun Ala Waqtihi (pandai menjaga waktu)
Harishun ala waqtihi merupakan faktor penting bagi manusia. Hal ini karena waktu mendapat perhatian yang begitu besar dari Allah dan Rasul-Nya. Allah SWT banyak bersumpah di dalam Al Qur’an dengan menyebut nama waktu seperti wal fajri, wad dhuha, wal asri, wallaili dan seterusnya.

Allah SWT memberikan waktu kepada manusia dalam jumlah yang sama, yakni 24 jam sehari semalam. Dari waktu yang 24 jam itu, ada manusia yang beruntung dan tak sedikit manusia yang rugi. Karena itu tepat sebuah semboyan yang menyatakan: “Lebih baik kehilangan jam daripada kehilangan waktu”. Waktu merupakan sesuatu yang cepat berlalu dan tidak akan pernah kembali lagi.

Oleh karena itu setiap muslim amat dituntut untuk pandai mengelola waktunya dengan baik sehingga waktu berlalu dengan penggunaan yang efektif, tak ada yang sia-sia. Maka diantara yang disinggung oleh Nabi SAW adalah memanfaatkan momentum lima perkara sebelum datang lima perkara, yakni waktu hidup sebelum mati, sehat sebelum datang sakit, muda sebelum tua, senggang sebelum sibuk dan kaya sebelum miskin.

8. Munazhzhamun fi Syuunihi (teratur dalam suatu urusan)
Munazhzhaman fi syuunihi termasuk kepribadian seorang muslim yang ditekankan oleh Al Qur’an maupun sunnah. Oleh karena itu dalam hukum Islam, baik yang terkait dengan masalah ubudiyah maupun muamalah harus diselesaikan dan dilaksanakan dengan baik. Ketika suatu urusan ditangani secara bersama-sama, maka diharuskan bekerjasama dengan baik sehingga Allah menjadi cinta kepadanya.

Dengan kata lain, suatu urusan mesti dikerjakan secara profesional. Apapun yang dikerjakan, profesionalisme selalu diperhatikan. Bersungguh-sungguh, bersemangat , berkorban, berkelanjutan dan berbasis ilmu pengetahuan merupakan hal-hal yang mesti mendapat perhatian serius dalam penunaian tugas-tugas.

9. Qodirun Alal Kasbi (memiliki kemampuan usaha sendiri/mandiri)
Qodirun alal kasbi merupakan ciri lain yang harus ada pada diri seorang muslim. Ini merupakan sesuatu yang amat diperlukan. Mempertahankan kebenaran dan berjuang menegakkannya baru bisa dilaksanakan manakala seseorang memiliki kemandirian terutama dari segi ekonomi. Tak sedikit seseorang mengorbankan prinsip yang telah dianutnya karena tidak memiliki kemandirian dari segi ekonomi. Karena pribadi muslim tidaklah mesti miskin, seorang muslim boleh saja kaya bahkan memang harus kaya agar dia bisa menunaikan ibadah haji dan umroh, zakat, infaq, shadaqah dan mempersiapkan masa depan yang baik. Oleh karena itu perintah mencari nafkah amat banyak di dalam Al Qur’an maupun hadits dan hal itu memiliki keutamaan yang sangat tinggi.

Dalam kaitan menciptakan kemandirian inilah seorang muslim amat dituntut memiliki keahlian apa saja yang baik. Keahliannya itu menjadi sebab baginya mendapat rizki dari Allah SWT. Rezeki yang telah Allah sediakan harus diambil dan untuk mengambilnya diperlukan skill atau ketrampilan.

10. Nafi’un Lighoirihi (bermanfaat bagi orang lain)
Nafi’un lighoirihi merupakan sebuah tuntutan kepada setiap muslim. Manfaat yang dimaksud tentu saja manfaat yang baik sehingga dimanapun dia berada, orang disekitarnya merasakan keberadaan. Jangan sampai keberadaan seorang muslim tidak menggenapkan dan ketiadaannya tidak mengganjilkan.

Ini berarti setiap muslim itu harus selalu berfikir, mempersiapkan dirinya dan berupaya semaksimal untuk bisa bermanfaat dan mengambil peran yang baik dalam masyarakatnya. Dalam kaitan ini, Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain” (HR. Qudhy dari Jabir).

Demikian secara umum profil seorang muslim yang disebutkan dalam Al Qur’an dan sunnah. Sesuatu yang perlu kita standarisasikan pada diri kita masing-masing.
Sumber: www.kaderisasi.pks.or.id

http://islamicspace.wordpress.com/2006/11/20/kepribadian-muslim/

Jangan Mengolok-olok

Mengolok-olok orang-orang yang berpegang teguh pada perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya disebabkan karena mereka itu berpegang teguh (konsisten) dengan perintah itu, hukumnya haram, dan berbahaya sekali terhadap dirinya. Karena dikhawatirkan kebenciannya terhadap mereka itu disebabkan kebenciannya terhadap kondisi mereka yang berpegang teguh dengan ajaran agama Allah Subhanahu wa Ta’ala, di saat itu, pengolok-olokannya terhadap mereka menjadi pengolok-olokan terhadap jalan yang mereka tempuh (ajaran yang mereka pegang).

Mereka menyerupai orang yang telah dikatakan Allah Subhanahu wa Ta’ala tentang mereka, yang artinya: “Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab: “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja”. Katakanlah: “Apakah dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman”. (QS: At-Taubah: 65-66).

Sesungguhnya ayat ini turun kepada satu kaum dari orang-orang munafik yang mereka berkata: “Kami tidak melihat mereka ini seperti qari (pembaca-pembaca) kami -yang mereka maksudkan adalah Rasulullah shallAllahu `alaihi wa sallam dan para sahabatnya- yang lebih suka makan, yang lebih pendusta lidahnya, dan yang lebih penakut dihadapan musuh. Lalu Allah Subhanahu wa Ta’ala menurunkan ayat ini terhadap diri mereka. Berhati-hatilah orang yang mengolok-olok penegak kebenaran, dikarenakan mereka itu dari penegak agama. Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman, yang artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang berdosa, adalah mereka yang dahulunya (di dunia) menertawakan orang-orang yang beriman. Dan apabila orang-orang yang beriman lewat di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan matanya. Dan apabila orang-orang berdosa kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira. Dan apabila mereka melihat orang-orang mukmin, mereka mengatakan: “Sesungguhnya mereka itu benar-benar orang-orang yang sesat”. Padahal orang-orang yang berdosa itu tidak dikirim untuk penjaga bagi orang-orang mukmin. Maka pada hari ini, orang-orang yang beriman menertawakan orang-orang kafir. Mereka (duduk) di atas dipan-dipan sambil memandang. Sesungguhnya orang-orang kafir telah diberi ganjaran terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.” (QS: Al-Muthaffifiin : 29-36).

(Sumber Rujukan: Asilah Muhimmah, Fatawa Syeikh Ibnu Utsaimin)
http://tarbiyahislam.wordpress.com/2007/05/28/upsss-jangan-mengolok-olok-orang-yang-teguh-dalam-syariat-islam/

Tantangan Islam Semakin Berat

Dalam kurun waktu begitu singkat, ummat Islam di dunia mengalami banyak tantangan, dan bila tantangan tersebut tidak segera ditangani dengan baik, dikhawatirkan akan menggerus keimanan kaum muslimin secara nyata. Salah satu kekhawatiran tersebut sebagaimana dikemukakan oleh Prof. Din Syamsuddin, guru besar Universitas Islam Jakarta dan salah seorang Ketua Muhammadiyah, memberikan sinyal halus kepada induk organisasinya, bahwa Muhammadiyah harus segera membahas tentang tafsir teologi Islam. Din menilai bahwa tafsir teologi yang dipunyai Muhammadiyah belum memadai, sehingga banyak kader muda Muhammadiyah lari atau menyeberang, baik ke aliran kiri maupun kanan, Ke kiri menjadi sangat ekstrim, misalnya mengikuti pola pikir Hizbut Tahrir, Front Pembela Islam dan sebagainya, sedangkan ke kanan mengikuti pemahaman Islam yang liberal, semisal organisasi yang dinakodai Jaringan Islam Liberal maupun Jaringan Intelektual Muda Muhammadiyah. Penggerusan iman kaum muslimin ini, ditengarai sebagai grand design yang sedang dan mungkin telah disusun oleh kaum Yahudi dan Nasrani untuk menggoyahkan iman orang Islam. Hal ini sesuai dengan firman Allah surat al-Baqarah ayat 120 yang menyatakan bahwa `orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepada kamu sebelum kamu mengikuti agama (millah) mereka'.

Jaringan Islam Liberal
Salah satu tantangan terberat Islam saat ini datang dari dalam komunitas Islam sendiri, yaitu Jaringan Islam Liberal (JIL), baik lokal maupun internasional. Mayoritas produk-produk JIL dinisbahkan pada teori hermeneutika humanistik, sehingga hasil kajian pemikirannya banyak mengandung kontroversial, yang sudah barang tentu membuat resah iman muslim tradisional maupun moderat yang sudah mapan. Pada intinya, mereka banyak menggunggat nash-nash (baik yang berasal dari al-Qur'an dan Hadits) yang `qat'iyyul wurud' (sudah jelas perintah dan larangannya). Mereka lebih banyak menggunggat `budaya ke-Araban dan patriarkhi/garis laki-laki', dalam era kekinian dianggap sudah out of date dan tidak memenuhi rasa keadilan. JIL didirikan di Jakarta pada tahun 2001, pada awalnya merupakan forum diskusi para intelektual muda Islam untuk menyebarkan konsep pemikiran Islam liberal di Indonesia, sekaligus membendung tumbuhnya pengaruh dan kegiatan para militan dan radikal Islam di Indonesia.

Menurut mereka, Islam liberal menggambarkan prinsip-prinsip Islam yang menekankan kebebasan pribadi dan pembebasan dari struktur sosial politik yang menindas (bermakna: kebebasan dan pembebasan). Landasan mereka adalah, pertama membuka pintu ijtihad pada semua dimensi Islam, baik segi muamalat (interaksi sosial), ubudiyyat (ritual) dan ilahiyyat (teologi). Kedua, mengutamakan semangat religio etik, bukan makna literal teks. Dengan semangat ini, Islam akan hidup dan berkembang secara kreatif menjadi bagian dari peradaban kemanusiaan universal. Ketiga, mempercayai kebenaran yang relatif, terbuka dan plural, artinya kebenaran dalam penafsiran keagamaan adalah sesuatu yang relatif, sebab penafsiran adalah kegiatan manusiawi yang terkungkung oleh konteks tertentu. Keempat, memihak pada yang minoritas dan tertindas, mencakup minoritas agama, etnik, ras, jender, budaya, politik dan ekonomi. Kelima, meyakini kebebasan beragama, artinya tidak membenarkan penganiayaan (persekusi) atas dasar suatu pendapat atau kepercayaan. Keenam, memisahkan otoritas duniawi dan ukhrawi, otoritas keagamaan dan politik, artinya mereka menentang negara agama (teokrasi). Agama adalah sumber inspirasi yang dapat mempengaruhi kebijakan publik, dan tidak mempunyai hak suci untuk menentukan segala bentuk kebijakan publik. Hasil kajian mereka yang mendapat tentangan keras dari para pakar hukum Islam, adalah ketika mereka menerbitkan buku Pembaruan Hukum Islam: Counter Legal Draft Kompilasi Hukum Islam (bidang muamalat). Penyusun buku ini menamakan dirinya Tim Pengarustamaan Gender Departemen Agama RI. Menteri Agama RI ketika itu, telah menegur keras mereka dengan mengeluarkan surat teguran tertanggal 12 Oktober 2004, No. MA/271/2004. Mereka dilarang mengadakan seminar atau kegiatan serupa dan mengatasnamakan Depag RI, serta harus menyerahkan naskah asli buku tersebut (penulis telah menyampaikan pendapatnya pada majalah ini tentang hal tersebut, pada penerbitan no. 58 tahun XVIII Januari 2005, Dzulqaidah-Dzulhijjah 1425 H. dengan sub judul Kontroversi Revisi Kompilasi Hukum Islam).

Di bidang ubudiyyat, mereka mencoba menafsirkan tentang esensi ibadah Qurban, hal ini sebagaimana diusulkan Zulfan Barron, pemikir JIL. Dalam aturan yang baku, sebagaimana tercantum dalam surat Ash-Shaffat ayat 100-107, Qurban adalah mengikuti perilaku (sunnah) Nabi Ibrahim a.s. yang menyembelih puteranya Nabi Ismail a.s., atas ketaatan dan kecintaan Nabi Ibrahim terhadap perintah Allah s.w.t., namun akhirnya Nabi Ismail a.s. diganti dengan seekor domba. Perilaku ritual ini sampai saat ini, secara utuh dan teguh dilakukan oleh mayoritas ummat Islam di seluruh dunia.

Seiring dengan munculnya teori hermeneutika humanistik, yaitu suatu penafsiran yang menghubungkan antara kesadaran manusia dengan obyeknya (teks dan fenomena), maka kalangan JIL ingin menghadirkan makna baru dalam ibadah Qurban tersebut, dengan menggunakan pendekatan kesadaran praksis, yaitu kesadaran untuk mereformulasikan makna essensial ke dalam forma baru yang lebih relevan dengan ritme perkembangan zaman. Mereka menganggap bahwa selama ini ibadah Qurban hanya didasari atas tujuan kepuasan psikologis orang yang berkurban, dan seringkali karena pendistribusian hanya dibatasi dalam rentang waktu yang sangat pendek yang seharusnya diberikan kepada para fakir miskin, justru dibagikan kepada kalangan yang tidak cukup layak untuk menerimanya. Moeslim Abdurrahman menyebut hal ini sebagai `kemunkaran sosial.'

Onta dan domba adalah binatang yang mempunyai nilai ekonomi tinggi di Saudi Arabia ketika zaman Nabi Muhammad s.a.w. dan menjadi konsumsi sehari-hari penduduk Arab. Karena konteks ibadah Qurban adalah kecintaan ummat manusia kepada sang Khaliq dan diwujudkan dengan mengorbankan sesuatu yang dicintainya (hewan qurban), maka ibadah qurban dapat dihadirkan dalam forma yang berbeda yaitu menggantikan posisi binatang ternak dengan sesuatu yang lain yang dianggap lebih berharga untuk konteks zaman ini, lebih-lebih memberikan maslahah bagi problematika keumatan. Forma baru tersebut berupa penyediaan dana dan pemanfaatan dana bagi para fakir miskin.

Contoh lain yang berkaitan dengan ubudiyyat adalah ketika beberapa tahun lalu, Masdar Farid Mas'udi mengusulkan pelaksanaan haji di luar bulan Dzulhijjah (Asyhurun Ma'lumat). Hal ini telah ditentang oleh berbagai kalangan. Di bidang Ilahiyyat (teologi), JIL cukup kencang menyuarakan teologi inklusif (pluralisme), yang ujung-ujungnya adalah semua agama sama. Paham ini juga dianut oleh sebagian ummat Katholik, khususnya dari Amerika Latin, dengan bentuk pemahaman Teologi Pembebasan. Sinyal ke arah itu sangat kuat, sebagaimana dapat dilihat dalam halaman depan website JIL, yaitu Tuhan Pengasih, Tuhan Penyang, Tuhan Segala Agama.

Wanita boleh Mengimami Laki
Dr. Aminah Wadud, Asisten Profesor Studi Islam di Departemen Filsafat dan Studi Agama, Virginia Commonwealth University, dengan keberanian yang luar biasa telah membuat sejarah dalam pemahaman hukum Islam. Keberanian dimaksud adalah menjadi khatib dan imam Shalat Jum'at pada tanggal 18 Maret 2005 di ruangan Synod House, Gereja Katedral Saint John The Divine, kawasan Upper Manhattan, New York. Sponsor shalat Jum'at adalah Muslim Wake Up dan Muslim Women's Freedom Tour, dan mereka menyebutnya sebagai Historic Jum'at. Ritual ini diikuti oleh 50 jamaah, yang terdiri atas laki-laki dan wanita (sebagian tak berjilbab). Sebelum upacara dimulai, disampaikan ucapan selamat datang oleh Asra Nomani, wartawati Wall Street Journal asal Pakistan, membiarkan rambutnya tergerai sebahu tak berjilbab, muadzin dilantunkan oleh Sueyhla Al-Attar, penyiar radio di Atlanta Georgia, wanita asa Mesir, juga tak berjilbab. Aminah Wadud telah melakukannya untuk kali yang kedua, pertama tahun 1994 dilakukannya di Afrika Selatan.

Tak urung, ritual ini mendapat kecaman keras dari kalangan Islam seluruh dunia, termasuk di dalamnya Dr. Syed Thantawi, Grand Syaikh Universitas Al-Azhar, Kairo Mesir. Juga Dr. Yusuf Qardhawi, yang menyatakan sepanjang sejarah Islam, tak pernah terdengar perempuan menjadi khatib dan imam shalat Jum'at.

Namun banyak juga yang mendukung keberanian Aminah Wadud tersebut. Di Indonesia, dukungan datang dari seorang kyai, yaitu KH Husein Muhammad, pengasuh Pondok Pesantren Darut Tauhid, Arjowinangun Cirebon dan DR. Nur Rofi'ah, alumnus Ankara University Turki, sekarang dosen UIN Jakarta. KH Husein Muhammad penulis buku Fiqh Perempuan menyampaikan pendapatnya bahwa wanita dibolehkan menjadi umam shalat bagi siapa saja. Walaupun mayoritas madzhab Sunni melarangnya, namun ada ulama besar lainnya, semisal Abu Tsaur, Imam Mazni an Jarir al-Thabari membolehkan. Dasar hukum bagi yang melarang wanita menjadi imam bagi laki-laki hadits yang diriwiyatkan Ibn Majah yang berbunyi `Janganlah sekali-kali perempuan mengimami laki-laki....dst' menurut Imam Nawawi, hadits ini dla'if.

Sedangkan dasar hukum yang membolehkan adalah hadits Ummi Waraqah yang berbunyi `... Nabi pernah berkunjung ke kediaman Ummi Waraqah, lalu menunjuk seseorang untuk adzan, dan memerintahkan Ummi Waraqah untuk mengimami keluarganya yang terdiri dari seorang lelaki lanjut usia dan seorang budak laki-laki serta perempuan'. Hadits ini dinyatakan lebih sahih, baik dari segi sanad dan matannya dibanding dengan hadits yang melarang wanita menjadi imam bagi laki-laki. Hal ini bisa dicek lebih lanjut pada kitab Mukhtasyar Sunan Abi Daud.

Demikian juga pendapat Dr. Nur Rofi'ah, sembari menambahkan bahwa secara sosiologis dan kultural, Islam hadir pertama kali pada masyarakat yang sangat kental berbudaya patriarkhi, mereka sangat mengagungkan lelaki dan merendahkan potensi kaum perempuan.

Pertanyaannya adalah, apakah hadits Ummu Waraqah walaupun lebih sahih, pertama dibolehkannya Ummu Waraqah menjadi imam dalam keadaan darurat (sebagai rukhshah), karena yang diimami adalah orang jompo dan budak atau berlaku umum? Kedua, sepanjang sejarah Nabi s.a.w., para sahabat, tabi'in dan tabi'it tabi'in, apakah ada fakta yang menunjukkan wanita diizinkan menjadi khatib dan imam Jum'at ? Jawabannya, masih perlu diperdebatkan, karena diperbolehkannya wanita menjadi khatib dan imam pada shalat Jum'at, janganlah karena semata-mata alasan `gender', sehingga hadits tersebut dijadikan dasar dan alasan pembenar (justifikasi)!

Menggugat Ke-Araban al-Qur'an
Majalah Newsweek edisi 28 Juli 2003 memuat sebuah artikel yang ditulis oleh Stefan Theil pada halaman 49 yang berjudul `Challenging The Qur'an'. Stefan melansir pendapat Prof. Christhop Luxemberg, ahli bahasa Semitic di sebuah universitas terkenal di Jerman, yang menyatakan bahwa versi al-Qur'an yang ada pada saat ini salah salin (mistranscribed). Teks asli al-Qur'an lebih mirip bahasa Aramic daripada Arab. Naskah asli itu dimusnahkan oleh khalifah ketiga, Usman bin Affan. Konsekwensinya adalah terjemahan teks al-Qur'an dalam bahasa Arab dan Aramic akan timbul perbedaan. Misalnya dalam al-Qur'an yang menyatakan bahwa Muhammad adalah `penutu para Nabi' dalam versi Aramic menjadi `saksi pada Nabi.' Artinya, Nabi Muhammad s.a.w. bersaksi atas kebenaran teks Yahudi-Kristen. Dalam versi Arab, al-Qur'an sebagai `wahyu Allah', namun dalam versi Aramic adalah `ajaran dari Injil kuno'. Sepanjang sejarah Islam, memang banyak orang yang memalsukan al-Qur'an, bahkan Allah s.w.t. menantangnya manusia dan jin untuk membuat al-Qur'an serupa. Allah menjamin "Kami yang menurunkan Dzikr (al-Qur'an), dan Kami-lah yang menjaganya."

Pembelajaran dan Upaya Pembendungan
Islam memang diciptakan Allah s.w.t. penuh makna, tidak hanya diturunkan kepada Nabi Muhammad s.a.w., namun juga kepada semua Nabi (25). Allah juga menghalalkan ummat Islam untuk berdebat, berdiskusi maupun berbeda pendapat. Nabi s.a.w. malah mengatakan `beda pendapat itu rahmat'. Islam juga sangat mengagungkan akal, dengan akal itulah manusia akan mengenal, mendekatkan diri serta mencintai Allah lebih baik, mengenal ciptaan-ciptaanNya, bukan Dzat-Nya.

Jaringan Islam Liberal yang dipenuhi oleh Intelektual Muda Muslim berbakat, mestinya menjadi asset yang berharga bagi Islam. Pendapat-pendapatnya di bidang muamalat (interaksi sosial), ubudiyyat (ritual) dan ilahiyyat (teologi) memang sangat dinamis dan brilyan. Dengan menggunakan pendekatan teori hermeneutika humanistik, JIL telah dan akan mereformulasikan makna essensial nash al-Qur'an dan Hadits yang berkaitan dengan ketiga bidang tersebut ke dalam forma baru yang lebih relevan dengan ritme perkembangan zaman. Dengan pendekatan ini, JIL ingin mengajak ummat Islam pada nuansa baru bagaimana cara mengenal, mendekatkan diri dan mencintai Allah s.w.t.yang lebih sederhana dan pragmatis. Bagi JIL, menegakkan nilai dan prinsip keadilan sosial, kemaslahatan ummat manusia, kerahmatan semesta dan kearifan sosial adalah prinsip. Oleh karena itu, Islam yang telah digariskan berlaku sepanjang tempat dan zaman, haruslah disesuaikan dengan ritme perkembangan zaman. Sebagai contoh, dilontarkannya gagasan pelarangan poligami, membolehkan muslimah nikah dengan lelaki bukan muslim, suami beriddah, wanita menjadi imam shalat bagi lelaki, berhaji dapat dilakukan di luar musim haji dan semua agama adalah sama. Bila mereka telah berani membongkar nash-nash yang `qat'iyyul wurud' (sudah pasti) dengan menggunakan teori hermeneutika humanistik, semestinya JIL harus lebih progresif lagi, misalnya memperkarakan rukun iman, rukun islam, shalat lima waktu, shaum ramadhan, wanita boleh mempunyai suami lebih dari satu (poliandri), atau membolehkan ummat Islam beribadah di gereja, klenteng, candi dan sebagainya (teologi inklusif).

Ini semua adalah pembelajaran yang sangat berharga bagi ummat Islam, sekaligus tantangan yang sangat berat. Sejak zaman Rasullah s.a.w., rongrongan untuk merobohkan fondasi Islam, datang dari ummat Islam sendiri maupun kalangan di luar Islam (Yahudi dan Kristen, baca: al-Baqarah ayat 120). Mereka dilengkapi dengan metodologi atau teori yang sangat valid, dan bila ummat Islam tidak hati-hati `menterjemahkannya', sudah dapat dipastikan akan tergelincir dan mengikuti paham mereka, dan pada gilirannya Islam akan menjadi agama yang mengikuti kemauan ummatnya, bukan sebaliknya, sebagai pembenar dan penuntun (amr ma'ruf nahi munkar).
Upaya untuk membendungnya adalah dengan merujuk firman Allah s.w.t. "Ajaklah ke jalan Tuhanmu, dengan hikmat, nasehat yang baik, atau, debatlah mereka dengan (cara) yang lebih baik" (QS Al-Nahl [16]: 125). Artinya, bila kita tidak menyetujui pendapat JIL, kita tidak boleh emosional, namun perbanyaklah forum diskusi, agar diperoleh kebenaran sejati. Sekali lagi berbeda pendapat dibolehkan dalam Islam, bahkan dianjurkan, benar mendapat nilai dua, salah mendapat nilai satu.

Tantangan Islam Semakin Berat, telah dimuat di majalah Amanah No. 63 TH XVIII Juni 2005 / Rabiul Akhir - Jumadil Awal 1426 H
http://www.yarsi.ac.id/kolom_chamzawi/detail.php?id=34

Tuesday, June 19, 2007

JIL, CIA, Asia Foundation dan Imperialisme Barat

Dari segi ide besarnya, JIL lebih mirip kepanjangan imperalisme Barat atas dunia Islam yang dicarikan bentuk pembenarannya dari khazanah Islam. Dari segi politis, ada benang merah dengan CIA. Benarkah?

Setelah sekian taun JIL (Jaringan Islam Liberal) mendeklarasikan keberadaanya --didirikan sekitar Maret 2001-kini, mulai nampak tanda-tanda keberhasilannya. Setidaknya, fenomena-fenomena baru yang sangat gamblang --yang semula nampak dengan 'malu-malu'-kini sudah banyak dirasakan. Salah satu impact penting yang timbul dari lahirnya gudang pemikiran itu adalah lahirnya atmosfir 'konyol' yang oleh kebanyakan pengikutnya disebut dengan istilah "kekritisan berfikir".

Atmosfir baru sebagian kaum terpelajar muslim, kini, seakan-akan ada perubahan mendadak. Terutama cara mereka berfikir, berargumen.

Tiba-tiba mereka terlihat begitu semangat 'mengkritisi' Al-Qur'an, menolak beberapa nash hadits-hadish shahih, serta menuduh para ulama' sebagai kelompok konserfatif. anak-anak muslim 'terpelajar' itu juga terlihat sangat antusias berbicara, berdiskusi, mengadakan seminar, workshop, lokakarya untuk membahas tema-tema demokrasi, kebebasan berekspresi, skularisasi, pluralisme, dan kesetaraan gender. Mereka bahkan teramat sibuk bergelut dengan referensi-referensi liberal. Bacaan-bacaan wajib mereka, kini Tahrirul Mar'ah milik Qasim Amin, The Spirit of Islam-nya Amir Ali, serta Al Islam wa Ushul Al Hukmi yang sesungguhnya hanya jiplakan dari tulisan orientalis Inggris Thomas W. Arnold. Nama-nama semisal, Sayid Ahmad Khand, Arkeun, Ali Abdul Razik, Charles Kuzman, Fatimah Marnissi, Nasir Hamid Abu Zaid dan Fadzlurrahman seolah-olah "kitab suci" baru yang kini melekat di otak mereka. Di saat yang sama, mereka mulai tampak malas menelaah Al-Qur'an, bahkan boleh jadi mules (muak, red) jika mendengar dalil-dalil dari hadits. Yang jelas, mereka begitu
percaya diri dengan identitas itu, dan begitu bangga disebut liberal.

Sebuah pertanyaan penting yang kerap ada dalam kepala orang adalah; "Apakah program-program JIL perpanjangan imperialisme barat? Apakah identitas Islam hanya kedok untuk meloloskan ideologi kapitalis?. Sudah barangtentu akan banyak dalih yang mereka kemukakan.


Perpanjangan Imperialis
Kalau boleh jujur, sebenarnya, ide-ide besar JIL dapat dipahami dalam kerangka kepanjangan imperalisme Barat atas Dunia Islam, yang pada gilirannya, dicari-cari bentuk pembenarannya dari khazanah Islam.

Kalau kita mengamati dengan seksama tentang agenda-agenda JIL, maka kita akan menemukan korelasi antara imperialisme barat dan agenda JIL. Luthfi Asy-Syaukanie, salah satu motor JIL pernah menyebut dengan jujur empat agenda utama lahirnya Islam Liberal. Pertama, agenda politik, Kedua, agenda toleransi agama, Ketiga, agenda emansipasi wanita, dan Keempat, agenda kebebasan berekpresi.

Dalam agenda politik, misalnya, kaum muslimin "diarahkan" oleh JIL untuk mempercayai sekularisme, dan menolak sistem pemerintahan Islam (Khilafah). Dalam agenda plurarisme, kelompok ini menyeru bahwa semua agama adalah benar,
tidak boleh ada truth claim. Agenda emansipasi wanita, seperti menyamaratakan secara absolut peran atau hak pria dan wanita tanpa kecuali, dan agenda kebebasan berekspresi, seperti hak untuk tidak beragama, tak jauh bedanya dengan agenda politik di atas. Semua ide-ide ini pada ujung-ujungnya, pada muaranya, kembali kepada ideologi dan kepentingan imperialis.

Karena itu, sulit sekali-untuk untuk tidak mengatakan --minimal mustahil-- mencari
akar pemikiran-pemikiran tersebut dari Islam itu sendiri secara murni, kecuali setelah melalui pemerkosaan teks-teks Al-Qur'an dan As-Sunnah. Misalnya teologi
pluralisme yang menganggap semua agama benar, sebenarnya berasal dari hasil Konsili Vatikan II 1963-1965) yang merevisi prinsip extra ecclesium nulla salus (di luar Katolik tak ada keselamatan) menjadi teologi inklusif-pluralis, yang menyatakan keselamatan dimungkinkan ada di luar Katolik. (Islam Liberal: "Sejarah, Konsepsi dan Penyimpangannya", Adian Husaini dan Nuim Hidayat).

Selain itu, dari kerangka ideologi, ide-ide JIL sendiri, dapatlah kiranya dinyatakan sebagai ide-ide kapitalisme. Luthfi Asy-Syaukanie dalam bukunya Wajah Liberal Islam di Indonesia (2002) telah berhasil menyajikan deskripsi dan peta ide-ide JIL. Jika dikritisi, kesimpulannya adalah di sana ada banyak contekan sempurna terhadap ideologi kapitalisme. Tentu ada kreativitas dan modifikasi. Khususnya pencarian ayat atau hadits atau preseden sejarah yang kemudian ditafsirkan secara paksa agar cocok dengan kapitalisme. Ide-ide besar kapitalisme itu antara lain; (1) sekularisme, (2) demokrasi, dan (3) kebebasan.

Dukungan kepada sekularisme --pengalaman partikular Barat-- nampak begitu getolnya mereka melakukan penolakan terhadap bentuk sistem pemerintahan Islam (khilafah), dan penolakan yang begitu bersemangat terhadap syariat Islam. Tetapi mereka menerima begitu saja semua gagasan demokrasi tanpa ada nalar kritis. Istilahnya, mereka cepat-cepat 'melek' (terbelalak) jika mengkritisi Islam, tapi buru-buru buta (pura-pura tak melihat) jika sumber-sumber itu datangnya dari Barat.

Kentalnya ide-ide pokok kapitalisme dan berbagai derivatnya ini, masih ditambah dengan suatu metode berpikir yang kapitalistik pula, yaitu menjadikan ideologi kapitalisme sebagai standar pemikiran. Meminjam bahasa Al Jawi, ide-ide kapitalisme diterima lebih dulu secara taken for granted dan dianggap benar secara absolut, tanpa pemberian peluang untuk didebat (ghair qabli li an-niqasy) dan tanpa ada kesempatan untuk diubah (ghair qabli li at-taghyir). Lalu ide-ide kapitalisme itu dijadikan cara pandang (dan hakim!) untuk menilai dan mengadili Islam.


JIL Asia Foundation dan CIA
The Asia Foundation adalah LSM raksasa yang markas besarnya di San Fransisco. LSM ini memiliki 17 kantor cabang di seluruh Asia, termasuk Washington, D.C. Tahun 2003 kemarin, The Asia Foundation mengucurkan bantuan sebesar 44 juta USD dan mendistribusikan 750 ribu buku dan materi pendidikan yang nilainya berkisar mencapai 28 juta USD di seluruh wilayah Asia.

Sebagaimana dikutip situs resmi pemerintah AS, http://usinfo.state.gov, Oktober lalu -beberapa hari menjelang Pemilu di Afghan-- lalu, The Asia Foundation, membikin program The Mobile Theater Project, sebuah bioskop keliling. Dengan alasan pendidikan demokrasi --atau lebih tepat kampanye pemaksaan demokrasi- mereka berkeliling kampung untuk memutar film dengan ditonton sekitar 430.000 pemirsa.

Di Indonesia, dalam Pemilu 2004 kemarin, seperti diakuinya di situs http://www.asiafoundation.org/, lembaga ini ikut mendanai JPPR (JPPR atau
Jaringan Pendidikan Pemilih Untuk Rakyat) dengan mempekerjakan 141.000 relawan
dan melakukan training kurang lebih 70 ribu orang. Mereka bisa memanfaatkan radio dengan asumsi 25 juta pendengar, memanfaatkan TV yang ditonton 74 juta pemirsa, juga menguasai media cetak dengan perkiraan dibaca 3 juta orang.

Di Indonesia, keberadaanya sudah ada sejak tahun 1970. Mereka berdiri di balik program-program bernama; training keagamaan, studi gender, HAM dalam Islam, civic education di lembaga-lembaga Islam, pusat pembelaan perempuan untuk Islam (Muslim Women Advocacy), dan isu-isu pluralisme, paralalel dengan program-program JIL.

Jika dilihat berbagai agenda dan kegiatannya selama ini, ada korelasi antara agenda-agenda JIL dengan LSM Raksasa bernama The Asia Foundation.

Tidak bisa dipungkiri, bahwa kehidupan kelompok ini amat tergantung pada kucuran dana dari The Asia Foundation. Dan karena donor yang amat besar dari LSM ini, maka JIL dalam waktu yang relatif singkat sudah bisa mendirikan Radio satelit pertama di Indonesia, Radio 68H, yang siarannya direlai puluhan pemancar radio di Indonesia, mampu membeli satu halaman penuh koran Jawa Pos, bahkan mampu menayangkan iklan-iklan di televisi dengan durasi yang panjang, semisal iklan "Islam Warna-Warni" yang akhirnya berhenti tayang karena somasi MMI, bahkkan bisa menghidupi kegiata-kegiatan mereka yang membutuhkan biaya besar. Jika ditilik dari sponsor utama (sebut The Asia Foundation) yang selama ini menjadi 'penyangga' utama pendanaan JIL, bisa ditarik kesimpulan bahwa The Asia Foundation adalah jaringan 'induk'nya. Dengan bahasa lain, JIL adalah 'karyawan' The Asia Foundation yang bertugas di lapangan, untuk menjalankan proyek-proyek besarnya.

The Asia Foundation, yayasan ini ditengarai banyak mendanai kegiatan-kegiatan dalam rangka penyebaran paham kapitalisme dan sejenisnya. Yang paling nampak mencolok keterlibatan The Asia Foundation bagaimana dia mem-back up Tim Pengarasutaman Gender (PUG) bentukan Departemen Agama, yang kemudian berhasil menyusun draf Kompilasi Hukum Islam yang isinya kemudian menimbulkan kontroversial.

Merujuk sebuah makalah yang berjudul CIA's Hidden History in the Philippines, Roland G. Simbulan, yang disampaikan pada ceramahnya di University of The Philipinnes (18 Agustus, 2000), mengutip dari tulisan seorang sosiolog Amerika, James Petras, yang dimuat dalam Journal of Contemporary Asia, menggambarkan, bagaimana LSM yang besar bisa dikendalikan --jika tidak didukung oleh pemerintah Amerika-- atau perusahaan raksasa yang dikendalikan agen-agen rahasia atau CIA yang ingin memanfaatkannya sebagai sarana penyamaran. Yang dimaksud Petras, hal itu untuk mengelabuhi dan menghindari konflik yang diakibatkan benturan langsung terhadap struktur resmi pemerintahan. Serta menghindari class analysis adanya penjajahan dan eksploitasi kapitalis.

Roland G. Simbulan juga menjelaskan bahwa yang memainkan peran CIA yang paling menonjol di Manila adalah The Asia Foundation. Pernyataan ini dinilai cukup valid, karena didasari oleh pernyataan seorang anggota Departemen Birokrasi Amerika, William Blum. Dalam sebuah resensi buku yang berjudul Asia Foundation is the principal CIA front, dalam salah satu buku seorang jurnalis investigasi majalah Times, Raymond Bonner, yang berjudul: Waltzing with a Dictator: The Marcoses and the Making of American Policy, menyatakan bahwa "Asia Foundation adalah bentukan dan kedok CIA!". Ini semakin diperkuat oleh interview Roland G. Simbulan dengan seorang mantan mata-mata CIA yang beroperasi di Philipina pada tahun 1996, dimana ia aktif menggunakan yayasan ini (The Asia Foundation) sebagai agen. Bahkan secara terang-terangan pula diungkapkan dalam laporan tahunan The Asia Foundation, tahun1985, yang menyebutkan di dalamnya pernyataan Victor Marchetti, salah satu dari pimpinan deputy CIA, bahwa "Asia Foundation didirikan oleh CIA dan sampai 1967 mendapat subsidi darinya." (Asia Foundation Annual Report, 1985). Jelas, bahwa LSM The Asia Foundation memang bentukan CIA, didirikan sebagai alat, dan sarana untuk memperluas dan mempermudah proses imperialisme Amerika Serikat terhadap Negara-negara lain di kawasan Asia Pasifik dengan cara non konfrontatif.

Dari sini pulahlah, boleh jadi, JIL --setelah dilihat dari substansi ide yang diusung, serta pertnershipnya-- bahwa sesungguhnya aktifitasnya tidak ada hubungannya dengan Islam, tidak pula ada sangkut-pautnya dengan perbedaan metode penafsiran nash, pembaharuan, pencerahan, atau sifat kritis. Aktifitas JIL, sekali lagi --boleh jadi-- tak lain, merupakan kemungkinan aktivitas intelejen asing yang hendak menancapkan kuku-kuku imperialismenya di bumi umat Islam, umumnya dan Indonesia, pada khususnya. Benarkah demikian? Wallahu a'lam.
(Hidayatullah.com)

Oleh: Thoriq*
*) Penulis adalah mahasiswa Syari'ah Islamiyah Universitas Al Azhar Cairo Mesir

Saturday, June 16, 2007

What teaching of Yesus which in fact ?

" Say Jesus: " Real [of] this me [of] Allah slave, He give Bible me (
epistle al-kitab) and Him make I am a prophet." ( QS. Maryam: 30 )


Yesus teach Tauhid


Markus 12:29 [Reply/ answer] of Yesus: " Law most off all [is]: Hear, hi people of Israel, God we, God that one
Yesus call upon [at] Israel bani that Allah that one. Yesus have never taught TRINITY

Yesus come to uphold Law of Taurat


Matius 5:17-18 " You don't suspect, that me come to negate law of Taurat or buku [all] prophet. I come non to negating [him/ it], but to him [him/ it]. Because me say to you: In fact during not yet vanished this earth and sky, one iota or one dot even also will not be negated from law of Taurat, before altogether happened

Lukas 16:17 is Easier [of] evanescent earth and sky from [at] one dot of law of Taurat cancelation

Yesus [do] not bring new teaching. Arrival of Yesus non to negate / to vanishing law of Taurat brought by Prophet Mozes but exactly straighten again perverting of bani Israel to return [at] teaching of Taurat real correct .


Yesus Circumcision

Lukas 2:21 And when even eight day and He have to be circumcised, He [is] called [by] Yesus, that is name of the so-called by angel before He [is] contained [by] its mother

Occurence 17:14 And one who [do] not be circumcised, namely men which [do] not be cut [by] its husk [of] him, hence that man have to be wiped out from [among/between] people of the same nation: he have disobeied my agreement

Why Yesus circumcision ?

Such as those which have been explained [by] above, Yesus [do] not bring new teaching. But Yesus execute fully punish Taurat

Occurence 17:14 [is] about law circumcise in Taurat
Yesus teach if getting portion divided [is] same feel [is] same flatten

Lukas 22:19 Then He take bread, saying thanks, memecah-mecahkannya and giving [him/ it] to them, he/she said: " This is my body which delivered to you; this perbuatlah become commemoration I am of
Yesus prohibit to call God x'self

Matius 7:21-23 Not each and everyone exclaiming to me: God, God! will come into Empire of Heaven, but him [doing/conducting] my Me will;desire which [in] heaven. On is last [of] many people will exclaim to me: God, God is, isn't it true that us of bernubuat for the shake of Your name, and exorcise for the shake of Your name, and perform [a] many mujizat for the shake of Your name also? When that's I will speak the truth to them and say: I have never recognized you! Begone from [at] me, you are is all [of] maker of badness

Sentence above very CLEAR, that Yesus refuse [in] calling as God. Yesus tell Allah courier x'self

Yohanes 7:16 [Reply/ answer] of Yesus to them: " My teaching [do] not come from myself alone, but from He/She which have delegated I [is]
Yohanes 5:24 Me say to you: In fact whomever hear my word and trust to Him delegating I, he have everlasting life and [do] not partake to be punished, cause he have moved from within lethal into life

Yohanes 5:30 I cannot do something of myself alone; I judge as according to what sku hear, and my fair judgement, cause I [do] not listen go my will;desire [by] xself, but Him will;desire delegating I [is]

Yohanes 5:37 Bapa delegating I, He/She who testify about me. You have never heard His voice, His aspect even also you have never see

Yohanes 7:33 Hence word of Yesus: " Remain a few/little just time [of] me there [is] with you and thereafter I will go to He/She which have delegated I [is]
Yohanes 8:26 A lot I have to tell and I judge about you; however Him, delegating I, (it) is true, and what I hear from [at] Him, that which I tell to world

Matius 28:20 and teach they [do/conduct] everything which have command to you

Yohanes 12:44 But Yesus exclaim His word: " Whomever trust to me, he is non trust to me, but to Him, which have delegated I

Still many again sentences expressing that Yesus [is] a courier ( courier = prophet). But have never there [is] sentence expressing that Yesus say " I [is] Yesus, Your The infinite, curtsey I" HAVE NEVER THERE [IS] SENTENCE LIKE THAT

Yesus govern to teach its teaching

Matius 28:20 and teach they [do/conduct] everything I which have command to you

People who call Yesus Kristus / mesias/ Juruselamat [is] errant worker
Matius 24:4-5 [Reply/ answer] of Yesus to them: " Allert so that don't there [is] one who mislead you! Because many people will come by wearing My name and say: I [is] ( Mesias yesus-lah), and them will mislead many people

Yesus sign that its teaching will be demolished

Matius 24:2-5 He say to them: " You see altogether that? I say to you, in fact [do] not one stone even also here will be let located in of other stone; altogether will be demolished." Their word: " Tell to us, when that will happened and what is your arrival sign and sign outcome of world?" [Reply/ answer] Yesus to them: " Allert so that don't there [is] one who mislead you! Because many people will come by wearing my name and say: I [is] Mesias, and them will mislead many people

Markus 13:2 Then Yesus say to it: " super Kaulihat physical plant? [Do] not one stone even also will be let located in of other stone, altogether will be demolished

Lukas 21:6 " What you see in situ -- will come its day where [there] no one stone even also will be let located in of other stone; altogether will be demolished

Hence in fact teaching of Yesus ( Prophet Jesus ace) [is] only curtseying [at] Allah of SWT. Teaching of Yesus [is] teaching which [is] Tauhid of[is [is] same as Allah prophets Which have delegate previously. Many sentence in Bibel telling Yesus only a courier. Even Yesus refuse [is] emphatically conceived of [by] God

Which express that Yesus [is] God and order to curtsey Yesus [is] sentences written by Paulus. Clear progressively for us that sentences in Bibel corruption have in such a manner impossible so that if made [by] hold in life. In fact only just Al-Qur’An [of] Containing buku [of] Allah apocalipse which awake from reduction and or addition of human being hands.

Cara Mudah Hancurkan Zionis (Bag.2)


Fatwa Boikot Produk Zionis yang diserukan Yusuf Qaradhawy bulan November 2000 disambut gegap-gempita oleh seluruh aktivis kemanusiaan dunia, tidak saja di Dunia Islam, tetapi juga aktivis kemanusiaan yang non-Muslim.


Di Eropa, selain Belgia, aksi boikot terhadap produk Zionis juga marak di beberapa negara. Inilah di antaranya seperti yang dikutip di dalam buku “Ketika Rupiah Jadi Peluru Zionis” (Rizki Ridyasmara, Pustaka Alkautsar):
Norwegia : Sejumlah supermarket mengeluarkan kebijakan memberi label kuning di tiap produk buatan Israel sebagai tanda kepada konsumen apakah mereka akan membeli produk Israel itu atau tidak.


Federasi Serikat Buruh Norwegia mengecam keras agresi Zionis-Israel atas Palestina dan juga tindakan Israel yang merusak kesepakatan Oslo di tahun 1993. Federasi buruh itu juga mengecam keras tindakan militer Israel atas apa yang dilakukannya di Tepi Barat.


Dalam suatu pidato di Hari Buruh, pimpinan federasi buruh Gerd -Liv Valla menyerukan agar masyarakat dunia melakukan aksi boikot atas semua produk Israel hingga negeri Zionis itu menghentikan segala tindakan biadabnya. Valla juga mengkritisi pemerintah Norwegia yang bersikap pasif terhadap konflik yang terjadi di Palestina.


Persatuan Buruh Transport Norwegia bahkan membuat barikade di gudang-gudang yang menyimpan buah-buahan dan sayuran dari Israel.


“Tindakan ini tidak akan kami hentikan sampai tentara Israel menghentikan aksi kekerasannya di Palestina. Barikade ini baru akan kami buka jika produk-produk Israel di dalamnya dilenyapkan!” tegas juru bicara buruh Thorbjoern Kristoffersen.


Dalam upayanya ini, organisasi buruh Norwegia juga membagi-bagikan dan menempel aneka selebaran yang berisi ajakan untuk menyukseskan kampanye boikot produk Israel. Selebaran itu disertai dengan poster aneka produk Israel yang harus diboikot. Serikat buruh Eropa juga tidak mengizinkan ekspor manufaktur dan produk lainnya ke daerah jajahan Zionis-Israel. Berbagai media cetak juga memuat berita ini lengkap disertai pemuatan brosur dan selebaran boikot.


Penasehat ekonomi Kantor Kementerian Luar Negeri Inggris, Guy Gantley memprediksi kampanye boikot produk Israel yang dilakukan oleh Serikat Buruh Eropa akan membinasakan perekonomian negeri Zionis itu. Gantley mengatakan hal itu dalam sebuah acara di Royal Institue of International Affairs.


Dampak yang paling cepat terasa, ujar Gantley, adalah di sektor pariwisata di mana turis dan jumlah penerbangan akan anjlok, dan mengalami kerugian besar. Hanya dalam waktu dua bulan saja, periode Maret dan April 2002, sektor pariwisata Israel mencatat hanya dikunjungi turis sebanyak 670 ribu turis dari yang biasanya berjumlah lebih dari dua juta turis.


Aksi boikot yang begitu marak di Norwegia membuat gerah Tel Aviv. Menteri Pertanian Israel, Yisrael Katz, mengancam Dubes Norwegia di Tel Aviv bahwa Israel akan memperkarakan negaranya ke meja hijau jika pemerintah Norwegia tidak segera menghentikan aksi propaganda boikot lewat media-media massa.


Katz menuduh LSM-LSM Norwegia yang mengajak memboikot produk Israel dengan mengangkat isu anti-Semit dan kejahatan berdarah Israel. Ancaman Katz ini datang setelah nilai ekspor Israel ke negara-negara Eropa turun drastis akibat kampanye boikot. Produk-produk Israel yang diproduksi di pemukiman-pemukiman Yahudi yang didirikan di tanah Palestina, Tepi Barat, dan Jalur Gaza merupakan produk Israel yang paling banyak mengalami pukulan.


Dalam berbagai pengumuman atau iklan yang menentang produk Israel di koran-koran Norwegia, dituliskan: “Buah Israel berbau racun…. Lawan penjajahan atas Palestina… Jangan Anda beli sayuran dan buah-buahan produk import Israel. ” Dalam iklan-iklan tersebut terlihat jelas stiker yang diletakkan di atas buah dan sayuran Israel dengan tulisan seperti: Java, Carmel, dan Supra. Ada pula iklan bergambar sebuah jeruk produk Israel dialiri dengan darah.


Sebab itu, Kedubes Israel di Norwegia mengecam atas apa yang sering dimuat di media massa Norwegia dengan mengkampanyekan anti penjajahan Israel terhadap Palestina dan kampanye anti produk Israel.


Kedubes Israel menganggap, iklan-iklan seperti itu amat berbahaya dan tidak menunjukkan sikap bersahabat.
Denmark : Serikat Buruh Denmark membatalkan rencana pengiriman perangkat keras komputer dari perusahaan teknologi digital Israel, setelah tentara Zionis melakukan kekerasan yang terus-menerus terhadap warga Palestina. Beberapa pejabat perusahaan melakukan berbagai strategi dan bujukan agar sikap Serikat Buruh Denmark melunak. Bahkan diselenggarakan rapat dengan pemimpin serikat buruh, namun itu semua tidak menghentikan langkah Serikat Buruh Denmark yang tetap konsisten untuk melakukan boikot terhadap produk Israel.


“Dia sangat keras kepala!” keluh Dov Shoam, CEO Radix Technologies, setelah gagal membujuk Kepala Serikat Buruh Denmark, Jens Peter Hansen, dalam pertemuan yang diadakan di Kopenhagen. “Dia mungkin mendengarkan. Tapi cuma itu yang dilakukan. Sikapnya sama sekali tidak bergeser sedikit pun, ” keluh Shoam kepada reporter dari Yediot Ahronot. “Mungkin kita harus membomnya dahulu agar dia mengerti sikapnya itu salah!”


Shoam mencoba menghadang upaya Serikat Buruh Denmark dengan melakuan kampanye di internet setelah Hansen membatalkan pembelian 60 unit “Radix Protector” net solution card dengan nilai besar. Namun ini pun gagal.


Perancis: Sekitar 20 organisasi masyarakat Perancis mengajak Uni Eropa untuk memboikot Israel dan mengirimkan pasukan internasional untuk melindungi bangsa Palestina. Hal ini diserukan setelah tentara Zionis tersebut membunuh pimpinan HAMAS di jalur Gaza DR. Abdul Aziz Rantisi.


Kebanyakan ormas Perancis yang menandatangani pernyataan sikap itu adalah ormas-ormas yang dekat dengan imigran Palestina, seperti Gerakan Nasional untuk Palestina, Organisasi Solidaritas untuk Palestina, begitu juga organisasi-organisasi Yahudi Ortodoks yang mendukung perdamaian, seperti Persatuan Perancis Yahudi untuk Perdamaian dan ditambah organisasi-organisasi HAM Perancis, seperti Gerakan Anti Rasisme dan Gerakan Persahabatan Antar Bangsa.


Ormas-ormas Perancis itu, dalam pernyataannya, meminta agar dunia sesegera mungkin turun tangan untuk melindungi bangsa Palestina dan mengakhiri penjajahan Israel, juga merobohkan tembok 'rasis' pemisah yang dibangun Israel di Tepi Barat.


Mereka juga mendesak Uni Eropa untuk memboikot Israel dan membekukan semua perjanjian dengan negara Yahudi itu. Tidak itu saja, mereka juga mengajak untuk menggelar konferensi internasional untuk mewujudkan solusi adil bagi persoalan Palestina.


Dua wartawan harian Israel The Jerusalem Post, Zev Stub dan Sigalit Shachor juga melaporkan bahwa sejumlah partner bisnis di Perancis telah membatalkan pembelian produk-produk dari perusahaan industri Barkai yang memproduksi plastik film. Manajer pemasaran Barkai Industries, Haim Levy, menyatakan hal itu kepada media.


Levy juga menyerukan agar warga Israel dan kaum zionis di seluruh dunia menghujani seluruh media massa yang beredar di Perancis dengan surat, termasuk di situs-situs Perancis. “Opini yang disebar oleh media yang terbit di Perancis sungguh-sungguh telah merugikan kami, banyak rekanan kami yang kemudian membatalkan pesanaan produk-produk kami, ” keluh Levy seraya mengatakan bahwa sejak kasus itu 9-11 perusahaan Israel yang biasanya melayani banyak order dari sejumlah rekanannya di Eropa mengalami penurunan permintaan sampai 40 persen.


“Di saat bersamaan, order Eropa kepada perusahaan-perusahaan Asia melonjak tajam bahkan hampir dua kali lipatnya. Ini sungguh menjadi masalah bagi kami, ” ujarnya lagi.


Inon Leroy, Atase Perdagangan Kedutaan Israel di Perancis mengatakan, “Saya tidak dapat mengatakan bahwa ini bukan masalah. Ini benar-benar masalah yang nyata, ” cetus Leroy.


Inggris : London University School of Oriental and African Studies menggelar sebuah konferensi yang salah satu agendanya adalah melakukan boikot akademik terhadap universitas-universitas Israel. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap agresi Israel atas rakyat Palestina.


Seruan itu diwujudkan dalam sebuah manifesto yang menyerukan para akademisi untuk menolak bekerja dengan institusi milik Israel. Termasuk dalam seruan itu adalah penolakan beasiswa dan menghadiri konferensi yang diadakan oleh mereka.


Seorang filsuf dari St Mary's College di Twickenham menyatakan, boikot akademik ini merupakan jalan damai yang diharapkan mampu memberikan pengaruh yang signifikan bagi rakyat Palestina. “Banyak orang yang senang melakukan boikot terhadap Afrika Utara, tetapi mengapa tak berani melakukan boikot terhadap Israel?, ” tantangnya.


Sementara itu, Hilary Rose, akademisi yang menggalang kampanye boikot tersebut menyatakan langkah ini merupakan sebuah eskalasi yang diharapkan memiliki dampak moral yang lebih besar. “Ini menunjukkan bahwa pemerintah tak memiliki kemampuan untuk menegakkan keadilan secara benar pada masalah Palestina, ” tambahnya.


Menurut Koordinator Palestinian Society, Awad Joumma, boikot ini merupakan upaya untuk mengedepankan perdamaian dan kesamaan bagi rakyat Palestina. “Kami adalah orang-orang yang selama ini mendapatkan serangan kejam dari Israel namun tak ada keadilan bagi kami, ” tegasnya.


Sementara Colin Bundy, Direktur The School of Oriental and African Studies (SOAS), menyatakan bahwa pihaknya menerima banyak email yang menentang penyelenggaraan konferensi yang dibarengi dengan aksi boikot tersebut.


Anggota Masyarakat Yahudi, Gavin Gross, menyatakan bahwa konferensi ini tak akan menghasilkan apa-apa kecuali kebencian. Karena konferensi ini hanya akan mendelegitimasi Israel dan masyarakatnya. Dan kegiatan tersebut juga dilakukan secara tak seimbang.


Sementara itu, Asosiasi Gereja Angelia Interasional melakukan aksi serupa terhadap Israel. Aksi ini mencakup embargo dan boikot investasi Israel di Inggris sebagai kecaman atas kekejaman Israel di tanah Palestina.


Seruan itu dilakukan Organisasi Jaringan Perdamaian dan Keadilan di tengah kecemasan yang meningkat di Israel setelah adanya dukungan datang dari gereja-gereja, perguruan tinggi, asosiasi perdagangan di Barat untuk melakukan boikot terhadap Israel. Jeni Tebi, pimpinan organisasi ini mengatakan, tidak ada keraguan sama sekali bahwa kita harus melakukan embargo keras terhadap Israel untuk menunjukkan dunia bahwa lembaga Gereja Angelia merupakan salah satu yang bertanggung jawab moral dalam masalah ini.


Ia mengatakan, pihaknya sangat paham tengah berhadapan dengan dengan salah satu negara terkaya dan terkuat yang didukung Amerika dan seruannya adalah seruan umat Kristiani. Pada Juni 2005, kelompok Kristen Angelia ini juga mengajak pimpinan kelompok ini yang berjumlah 75 juta orang di seluruh dunia untuk menekan pemerintah-pemerintah dunia agar memboikot Israel. (Rizki Ridyasmara/Bersambung)

Cara Mudah Hancurkan Zionis (Bag.1)


Kamis dinihari, 7 Juni 2007, saat matahari masih terlelap dalam tidurnya, sebuah pesan singkat tiba-tiba masuk di ponselku dan pesannya cukup jelas:. “Hadiri ‘MUNASHOROH PALESTINA’ utk menentang 40th pjajahn Yahudi Terlaknat. Ahad 10/6 di HI... ”


Aku tersenyum. Tiba-tiba saja aku teringat salah satu sabda Rasulullah SAW, “Ilmu qobla ‘amal”. Ilmu sebelum beramal, yang memiliki arti sebagai: Sebelum melakukan sesuatu, hendaknya engkau mengetahui dengan benar apa yang akan kau lakukan. ”


Pesan tersebut mengandung niat yang sungguh mulia. Semua manusia yang memiliki nurani pasti akan mendukungnya. Namun kalimat pesan tersebut mengandung bias dengan adanya tulisan “40th penjajahan Yahudi terlaknat. ”


Yang tidak diketahui banyak kalangan, tidak semua Yahudi itu Zionis. Bahkan ada banyak orang-orang Yahudi yang dengan gigih menentang Zionisme. Sebut saja Rabbi Yisroil Dovid Weiss dengan kelompok Neturei Karta-nya di Amerika, Norman Finkelstein yang membuka kedustaan kaum Zionis soal Holocoust, Noam Chomsky yang membeberkan kelakuan Zionis-Amerika sehingga dengan berani menyebut AS sebagai ‘The Rogue State’ (Negara Bajingan), dan sebagainya. Saya yakin, orang-orang Yahudi yang berjuang keras menentang dan melawan Zionisme ini tentu tidak terlaknat.


Di sisi lain, ada banyak orang-orang Melayu, Anglo-Saxon, dan ras selain Yahudi yang secara aktif membantu Zionisme Internasional. Ironisnya, di negeri ini ternyata ada banyak orang yang mengaku Muslim yang turut membantu penjajahan Zionis-Israel di Palestina. Di negeri ini ada banyak orang yang turut menyumbangkan uangnya untuk dijadikan senjata-senjata dan peluru-peluru tentara Zionis yang pada akhirnya membunuhi bayi-bayi Palestina yang tak berdosa dan para Mujahidin Palestina lainnya.


Masih Beli McDonald’s?


Dari Senin hingga Jum’at ba’da maghrib, dalam perjalanan pulang dari kantor, saya nyaris selalu melewati resto McDonald’s di Pondok Indah, Jakarta. Hampir setiap malam resto itu penuh oleh pembeli. Banyak di antara mereka perempuan-perempuan berjilbab. Tahukah mereka jika sebagian keuntungan dari McD itu disalurkan ke Israel? Tahukah mereka jika CEO McD yang bernama Jack M Greenberg menjabat sebagai Direktur Kehormatan American-Israel Chamber of Commerce and Industry—Kadinnya Amerika—yang berlokasi di Chicago?


McD yang telah berdiri di lebih 121 negara, dengan jumlah armada restorannya sekitar 30. 000 buah, merupakan rekanan dari Jewish United Fund dan Jewish Federation. Sebab itu, ketika dalam perayaan 100 tahun berdirinya Jewish United Fund dan Jewish Federation di Chicago-AS di tahun 2002, McD mendapat penghargaan dari dua organisasi zionis itu sebagai perusahaan penyumbang ketiga terbesar di dunia setelah AOL Corporation dan Illinois Tool Works Foundation kepada Zionis-Israel.


Walau fakta-fakta ini sudah tersebar ke seluruh dunia sejak tahun 2000-an lalu, namun masih teramat banyak saudara-saudara kita yang mengabaikan hal tersebut. Ironisnya, di Makkah, sebuah kota suci umat Islam, resto McD bahkan telah mendirikan sekurangnya dua gerainya. Dan di Saudi Arabia sendiri McD telah mendirikan sekitar 71 gerai restonya. Pangeran Misha-al-bin Khalid bin Fahad al-Faisal Al-Saud tercatat sebagai pemegang lisensi restoran McD di Saudi Arabia. Dia bukan Yahudi. Tapi jelas terlaknat!


Sesungguhnyalah, jika ada seseorang—siapa pun dia—yang membeli produk makanan rekanan Zionis-Israel tersebut, maka dia telah ikut andil dalam pembunuhan bayi-bayi Palestina!


Sesungguhnyalah, jika ada seseorang—siapa pun dia—yang membeli dan memakan produk makanan rekanan Zionis-Israel tersebut, maka dia sebenarnya tengah memakan, mengunyah, dan memamah daging bayi-bayi Palestina yang telah dibunuhnya!

Bukan Hanya McDonald’s


Sahabat Zionis-Israel bukan cuma McDonald’s. Di dunia ini ada banyak sekali perusahaan-perusahaan yang secara aktif dan giat menyalurkan sebagian labanya kepada Zionis-Israel. Ironisnya, perusahaan-perusahaan tersebut bisa hidup dari menyedot uang milik kaum Muslimin seluruh dunia. Kenyataan ini membuat ulama besar asal Qatar, Dr. Yusuf Qaradhawy, pada November 2000 mengeluarkan fatwanya yang sangat monumental:


“Tiap-tiap riyal, dirham, dan sebagainya, yang digunakan untuk membeli produk dan barang Israel atau Amerika, dengan cepat akan menjelma menjadi peluru-peluru yang merobek dan membunuhi pemuda dan bocah-bocah Palestina. Sebab itu, diharamkan bagi umat Islam membeli barang-barang atau produk musuh-musuh Islam tersebut. Membeli barang atau produk mereka, berarti ikut serta mendukung kekejaman tirani, penjajahan, dan pembunuhan yang dilakukan mereka terhadap umat Islam... ”


Fatwa ini didukung oleh ulama-ulama dan cendekiawan Muslim dunia seperti Syaikh Al-Azhar Ath-Thantawy, Dr. Abdul Satar Fathullah Said (Dosen Syariah Universitas Al-Azhar), Dr. Naser Farid Wasil (mantan Mufti Mesir), Dr. Muhammad Imarah (Pemikir Muslim Dunia), Dr. Abdul Hamid Ghazali (pakar ekonomi dan politik Islam), dan sebagainya. Puluhan ulama Sudan juga menulis surat dukungan terhadap fatwa tersebut.


Di Lebanon, Ayatullah Sayyid Muhammad Husayn Fadhlullah mengeluarkan fatwa sejenis pada tanggal 20 November 2000. Dari Iran, dari Markas Besar di Kota Qum, Imam Syed Ali Khamenei mengeluarkan fatwa mengharamkan membeli produk dan barang buatan Zionis-Israel dan seluruh negara yang mendukung Zionisme. “Tiap-tiap transaksi dengan perusahaan yang mana pasti memberikan laba kepada mereka, pada hakikatnya adalah tindakan menolong musuh-musuh Islam dan Muslim, dan juga berarti mendukung rezim Zionis-Israel. Ini adalah perbuatan haram. Membeli produk dan barang dagangan mereka sama saja melakukan tindakan yang tidak bermoral, ini tentu saja tidak dibenarkan. ” Pemimpin Muslim Irak, Ayatullah as-Sayyid Ali as-Seestani juga mengeluarkan fatwa sejenis.


Yang menarik, fatwa Dr. Yusuf Qaradhawy ini ternyata juga direspon sangat positif oleh banyak sekali aktivis kemanusiaan Eropa dan Amerika. Mereka bukan orang Islam, bahkan kelompok Yahudi anti Zionisme yang ada di AS seperti Kelompok Neturei-Karta, dengan tegas menyatakan bahwa Zionisme dan Talmud adalah ajarannya Iblis.


Fatwa Boikot Dr. Qaradhawy bergema ke seluruh dunia. Di Eropa timbul gelombang pasang aksi boikot terhadap Zionis-Israel dan Zionis AS. Inilah beberapa kejadian di antaranya yang dikutip dari buku “Ketika Rupiah Jadi Peluru Zionis” (Rizki Ridyasmara, Pustaka Alkautsar, 2005): - Belgia: Negara Eropa ini adalah pelopor suatu kampanye internasional untuk memboikot perusahaan-perusahaan minyak AS. Kampanye anti-AS itu dilakukan dalam rangka mengecam invasi AS atas Irak.


Aksi-aksi boikot itu dilakukan aktivis kemanusiaan Belgia dengan jalan menutup stasiun-stasiun bahan bakar milik perusahaan minyak AS seperti Esso dan Texaco di hampir seluruh wilayah Belgia. Di SPBU Esso di provinsi Gent misalnya, aksi boikot itu digelar dalam bentuk pergelaran happening art, ada sebuah karpet menutup mayat-mayat manusia, lalu sekelompok marinir AS bersenjata, dan sosok Presiden George W. Bush. Adegan itu untuk menggambarkan ribuan warga Irak tak berdosa yang menjadi korban ambisi perang minyak yang dikobarkan AS di Irak. Aksi itu juga menyimbolkan betapa ladang-ladang minyak dan gas penting milik Irak telah dirampok dan kemudian dijual perusahaan multinasional AS, Esso dan Texaco.


Organisasi HAM “For Mother Earth” sebagai salah satu anggota aliansi LSM “Kampanye Boikot Bush” memaparkan hal ini dalam pernyataan persnya yang dirilis Sabtu (14/6/03) di Belgia. Aliansi LSM “Kampanye Boikot Bush” merupakan satu koalisi LSM internasional yang terdiri dari Attac, America Watchers, For Mother Earth, dan Christian Movement for Peace.


Aliansi ini menegaskan bahwa AS telah bertindak sebagai “negara bajingan” sejak Bush terpilih sebagai presidennya. LSM For Mother Earth (FME) yang bermarkas di Belgia itu mencantumkan daftar produk-produk AS yang harus diboikot bersama produk-produk alternatif lainnya dalam situs mereka. FME juga mencantumkan perusahaan-perusahaan yang dianggap telah memberikan sumbangan terbesar kepada Partai Republik dalam kampanye Pemilu 2000 AS.


Dengan mengenakan pita dan bendera-bendera peringatan “berbahaya”, para aktivis aksi boikot AS itu menutup stasiun-stasiun bahan bakar Esso dan Texaco tanpa kekerasan. Sejumlah lokasi stasiun bahan bakar yang berhasil sukses mereka tutup terletak di Antwerp, Arlon, Bruges, Brussels, Gent, Hasselt, dan Namur. “Ada darah ribuan korban tak berdosa pada logo-logo Esso dan Texaco. Kedua perusahaan minyak multinasional itu, bersama-sama telah menyumbangkan dua juta dolar AS untuk Bush pada kampanye Pemilu 2000. Mereka juga yang mendorong kebijakan pemerintahan Bush untuk menggelar perang di Irak, ” tegas Pol D’Huyvetter, jurubicara FME.


Tokoh FME ini juga berkata, “Ketika Bush sama sekali melecehkan peringatan PBB dan opini publik internasional, boikot hari ini adalah model aksi paling efektif yang dapat kami tawarkan pada seluruh warga negara di manapun. Setiap orang bisa dengan mudah mendaftarkan sikap perlawanannya terhadap kebijakan AS. Yakni dengan cara memboikot produk-produk AS yang ada dalam daftar kami, atau bisa juga memboikot seluruh produk AS. Uang adalah bahasa yang biasa digunakan pemerintah Bush untuk memaksa negara-negara lain masuk dalam koalisi mereka. Aksi boikot adalah bahasa yang bisa dimengerti dan dipahami Washington. ”


Dalam hampir semua aksi penutupan SPBU milik perusahaan Esso dan Texaco, para pekerja pom bisa memahami tujuan aksi para aktivis. Dialog berjalan cukup lancar. Para pengendara mobil dan motor yang mendengar seruan kampanye boikot perusahaan-perusahan minyak AS dari udara, umumnya memberikan respon mendukung. Mereka memberikan senyuman dan acungan jempol. (Bersambung/Rizki Ridyasmara)


Tahukah Anda: Kehebatan Tentara Zionis-Israel Cuma Mitos

Zionis-Yahudi merupakan kaum yang banyak diselubungi mitos dan kedustaan. Beberapa mitos yang terus dipelihara hingga kini dan terus disebar-luaskan lewat corong-corong media massa yang dikuasainya, antara lain: Kaum Yahudi adalah bangsa pilihan Tuhan, kaum Yahudi adalah bangsa yang cerdas.


Mitos lainnya, kaum Yahudi merupakan korban terbesar dalam Perang Dunia II lewat peristiwa pembantaian massa yang dilakukan Nazi-Jerman lewat apa yang dinamakan Holocoust (The Final Solution), MOSSAD dan Israeli Defense Force (IDF) merupakan dinas rahasia dan tentara terhebat di dunia, dan sebagainya.
Klaim Zionis-Yahudi tentang Tanah Palestina juga merupakan kebohongan besar. Karena lewat pengkajian sejarah yang banyak dilakukan sejarawan Barat sendiri, mereka menemukan bahwa klaim Yahudi ini tidak ada dasar ilmiah dan historisnya.


Mitos Tentara Israel


Salah satu mitos yang paling banyak digembar-gemborkan kaum Zionis, adalah klaim bahwa tentara Zionis-Israel merupakan tentara yang paling canggih peralatannya, paling kuat staminanya, paling berani nyalinya, paling cerdik strateginya, dan paling hebat segala-galanya.


Banyak kalangan kena tipu oleh klaim tidak berdasar ini. Bahkan perwira Indonesia juga banyak yang terkecoh dengan promosi Zionis yang menyebutkan bahwa senjata buatan Israeli Military Industries (IMI) merupakan yang terhebat di dunia. Beberapa tahun lalu kita tentu pernah mendengar kontroversi pembelian sejumlah senjata api buatan Israel yang dilakukan militer kita.


Salah satu senjata api yang jadi dibeli TNI adalah sejenis Assault Rifle (Senjata Serbu) bernama Galil-Galatz/99R yang telah dimodifikasi menjadi senjata sniper dengan tambahan teropong dan dudukan di depan magasinnya. Senjata dengan kaliber 7, 62 mm ini oleh IMI dipromosikan sebagai senjata andalan IDF dan termasuk senjata sniper multi target, bisa menembak personel maupun anti-material.


Benarkah Galil-Galatz/99R ini hebat? Ternyata tidak sepenuhnya benar. Menurut review Jane’s Defense International yang melakukan perbandingan (benchmarking) terhadap sejumlah senjata sejenis, disimpulkan bahwa Galil-Galatz/99R jempolan hanya di harga jual alias mahal harganya, sedangkan tingkat akurasi payah.
Senjata made in Israel ini berada di bawah senjata sejenis seperti M76/SVD Dragunov (Rusia), L96A1/Magnum (Inggris), Barret 82 (AS), Heckler & Koch PSG-1 (Jerman), dan FR-F2/F1 (Perancis).
Bukan itu saja, salah satu kebohongan yang dilansir tentara Zionis ini adalah tentang kehebatan Tank Merkava sebagai tank serbu yang sangat lincah, dahsyat daya hantamnya, dan kuat lapisan bajanya. Mitos tank Mekava hancur beberapa bulan lalu saat tank-tank andalan AB Israel ini banyak yang hancur-lebur jadi korban hantaman misil-misil panggul milisi Hizbullah di Lebanon.


Kopassus-nya Israel Pengecut


Seorang dokter yang banyak melanglang buana ke banyak daerah konflik dunia seperti Afghanistan, Irak, Palestina, beberapa bulan lalu baru tiba dari Lebanon. Saat itu perang antara tentara Zionis-Israel melawan milisi Hizbullah baru saja berakhir dengan kemenangan di pihak Hizbullah.


Kepada Eramuslim, dokter ini membawa oleh-oleh cerita yang dia dapat dari lapangan. Dia sempat bertemu dengan sejumlah tokoh puncak HAMAS dan Hizbullah dan mendapat banyak informasi menarik yang bisa diambil sebagai pelajaran.


Ada dua peristiwa menarik. Yang pertama, saat pasukan elit Israel, Brigade Golani, menyerbu Bent Jubail, sebuah wilayah yang dikenal sebagai salah satu basis Hizbullah di Lebanon.


“Tidak ada yang mengetahui siapa saja anggota gerilyawan Hizbullah. Mereka sehari-hari bekerja sebagai penduduk biasa. Ada yang jualan buah, dagang di pasar, dan sebagainya. Namun ketika ada tanda bahaya bahwa tentara Israel menyerbu, maka semua ‘orang biasa’ itu lenyap. Pasar jadi sepi. Mereka semua mengambil senjatanya yang entah disembunyikan di mana dan berlarian secepat kilat menyongsong kedatangan tentara Zionis, ” ujar dokter tersebut.


Hal ini membuat kaget Brigade Golani Israel dan mereka kemudian kabur secepatnya. Banyak anggota milisi Hizbullah mengeluh kecewa karena tidak jadi bertempur satu lawan satu melawan tentaranya Yahudi ini. Yang kemudian datang adalah heli-heli Apache Israel yang menyemburkan ribuan peluru dan rudal-rudalnya ke bawah.


“Kepada saya, orang-orang Hizbullah ini bercerita bahwa tentara elit Israel itu pengecut-pengecut. Tidak berani bertempur secara jantan, berhadapan muka, ” tambahnya.


“Saya juga menanyakan kepada orang-orang Hizbullah ini mengapa RPG mereka bisa menghancurkan tank-tank Merkava Israel yang diklaim sebagai tank yang hebat. Orang-orang Hizbullah ini tertawa dan menyatakan bahwa yang mereka panggul bukan lagi RPG jenis konvensional, tapi sudah semacam misil panggul sejenis misil Milan yang memiliki daya rusak yang jauh lebih dahsyat, ” lanjut dokter tersebut.


Dokter ini juga memaparkan saat tentara elit Israel dari Brigade Golani ini dikepung gerilyawan Hizbullah di sebuah rumah sakit di Lebanon. “Saat itu malam hari dan gelap gulita. Diam-diam dari atas heli Apache yang mengaktifkan sistem senyap, sehingga sama sekali tidak mengeluarkan suara, puluhan personel tentara Israel turun lewat tali yang dijulurkan ke bawah. Mereka segera mendobrak rumah sakit untuk mencari orang-orang Hizbullah yang bersembunyi di lokasi ini. ”


Hanya saja, tentara Israel ini tidak tahu bahwa kontra-spionase yang dijalankan Hizbullah jauh lebih cerdik. Rencana pasukan elit ini sudah bocor sehingga rumah sakit tersebut telah dikosongkan. Bahkan di sekitar rumah sakit sejumlah gerilyawan Hizbullah telah mengepung lokasi tersebut dengan senjata siap ditembakkan.


“Jadilah malam itu bagaikan neraka bagi tentara elit Israel ini. Mereka menjadi sasaran empuk rentetan tembakan yang dilakukan gerilyawan Hizbullah dari segala penjuru. Banyak yang tewas bersimbah darah. Tiba-tiba Apache berdatangan dan melakukan manuver bantuan kepada tentara Israel yang terjebak. Sejak kejadian di rumah sakit itu, tidak pernah lagi Brigade Golani melakukan serbuan besar-besaran dan sendirian, ” lanjutnya.


Menurut sang dokter, umat Islam seharusnya jangan pernah termakan klaim-klaim palsu yang segaja disebarluaskan media-media Zionis. “Mereka bukan kaum yang hebat. Mereka itu pengecut, jadi kita jangan sampai menderita rendah diri di hadapan mereka. Kita harus yakin bahwa umat Islam adalah umat terbaik di muka bumi. Kita harus bekerja keras untuk mewujudkan hal itu. ”


Mereka tidak akan memerangi kamu dalam keadaan bersatu padu, kecuali dalam kampung-kampung yang berbenteng atau di balik tembok...(QS. Al-Hasyr: 14)
(Rz)


http://www.eramuslim.com/berita/tha/7322105233-tahukah-anda-kehebatan-tentara-zionis-israel-cuma-mitos.htm?rel

Perkiraan Jumlah Arsenal Nuklir Israel

Sampai sekarang, Zionis-Israel menganut sikap resmi tidak mengatakan apa-apa soal kepemilikan senjata nuklirnya. Tidak mengiyakan dan tidak pula menolaknya.

Walau beberapa petinggi negeri Zionis tersebut, antara lain Perdana Menteri Ehud Olmert sendiri, pernah keseleo lidah mengatakan bahwa Israel merupakan salah satu negara nuklir dunia, namun sikap resmi negeri ini tidak berubah.

Kepemilikan senjata berhulu ledak nuklir oleh Israel sebenarnya bukan rahasia umum lagi. Hanya saja, berapa jumlah senjata berhulu ledak nuklir yang dimilikinya masih menjadi perdebatan serius di sejumlah pengamat militer dunia. Kesaksian Mordechai Vanunu, mantan staf teknisi reaktor nuklir Dimona-Israel di tahun 1980-an, menjadi petunjuk yang sangat berharga. Namun hal ini pun belum mampu untuk menyibak data yang sangat akurat untuk mengetahui jumlah persis berapa hulu ledak nuklir yang dimiliki Israel. Hal ini menjadi satu perhatian utama kalangan militer dunia untuk menyelidikinya.

Salah satu peneliti kemiliteran yang tertarik untuk menelusuri kepemilikan senjata nuklir oleh Israel adalah Kolonel Warner D. “Rocky” Farr, seorang perwira Angkatan Udara AS (United State Air Force, USAF).
Kolonel “Rocky” mengawali karir dari Kesatuan Kesehatan Penerbangan. Lulus dari Air War College di Maxwell Air Force Base, Alabama, perwira ini dipercaya menjabat Komandan Seksi Bedah di US Army Special Operations Command di Fort Bragg, Carolina Utara. Selain itu, Kolonel Warner D. Farr yang sering dipanggil Rocky ini juga bertugas di beberapa pos komando. Setelah betugas selama 33 tahun, Rocky menyabet gelar Associate of Arts dari State University of New York, kemudian Bachelor of Science dari Northeast Louisiana University, dan Doctor of Medicine dari The Uniformed Services University of the Health Sciences. Belum cukup dengan sederet gelar, dia juga mendapat Masters of Public Health dari University of Texas.

Selain cakap di bidang kesehatan, Rocky juga meraih sertifikat solo qualified pesawat TH-55A Army helicopter, mendapat pelatihan penerbangan pesawat T-37 dan T-38 yang menjadi bagian dari USAF School of Aerospace Medicine. Selain di bidang medis, Kolonel Farr juga aktif mengkaji perkembangan senjata nuklir dunia. Dalam The Counterproliferation Papers, Future Warfare No. 2 yang dirilis USAF Counterproliferation Center, September 1999, Kolonel Farr berhasil mendapatkan data-data yang cukup mencengangkan soal kepemilikan arsenal nuklir Israel. Sesuatu yang ditutup-tutupi oleh Israel, dan bahkan di Amerika sendiri hal ini menjadi salah satu topik perbincangan yang dirasakan tabu.

Inilah data dari Kolonel Farr tersebut yang dikutip dari berbagai referensi ilmiah yang beredar di Amerika:
- 1967: 15 bom
- 1969: Menambah 5-6 bom, masing-masing menghasilkan kekuatan 19 kiloton
- 1973: 13 bom dan 20 misil berkepala nuklir
- 1974: 108 hulu ledak nuklir
- 1976: 10-20 bom nuklir aktif
- 1980: 200 bom
- 1984: 12-31 bom atom, 31 bom plutonium, dan 10 bom uranium
- 1985: Mendekati 100 bom nuklir
- 1986: 100-200 fusi bom
- 1991: 200-300 kepala nuklir aktif
- 1992: Lebih dari 200 kepala nuklir aktif
- 1994: 64-112 bom yang masing-masing bom memiliki 5 kilogram hulu ledak nuklir, serta 50 rudal nuklir tipe Jericho, dengan total di atas 200 buah
- 1995: 66-116 bom yang masing-masing bom memiliki 5 kilogram hulu ledak nuklir, serta 70-80 senjata pemusnah massal lainnya seperti bom neutron, ranjau nuklir, dan sebagainya.
- 1996: 60-80 bom plutonium, diperkirakan lebih dari 100 yang sedang dirakit dengan berbagai variasi, 200-300 bom berkepala nuklir, 50-90 bom plutonium, 50-100 misil Jericho I dan 30-50 Misil Jericho II.
-1997: Lebih dari 400 termonuklir yang tersebar dan bom berhulu ledak nuklir. (Rizki Ridyasmara)

http://www.eramuslim.com/berita/tha/7614083830-perkiraan-jumlah-arsenal-nuklir-israel.htm

Senyum dan Sepatah Bahasa China Syeikh Sudais Islamkan Lima Orang

Baru-baru ini lima orang China masuk Islam gara-gara senyum Syeikh Sudais, imam
Masjidil Haram yang suaranya amat dikenal di Indonesia

Syeikh Abdurrahman Al-Sudais, salah seorang imam Masjidil Haram Mekah, memiliki suara bacaan Al-Qur`an yang khas, sehingga hampir semua kaum Muslimin yang pernah menunaikan haji atau umrah akrab dengan suaranya.

Oleh karena itulah suara merdu bacaan Al-Qur`an secara tartil (bacaan tanpa lagu) itu menyebar ke seantero dunia lewat kaset dan cakram digital (Compact Disc/CD). Dan, suaranya pun sering terdengar di masjid-masjid mancanegara.

Selain suara khas yang kadang-kadang membuat mata tidak terasa meneteskan air tangis haru, sang Imam yang bergelar doktor (S3) itu terkenal ramah dan lemah lembut, serta cepat akrab dengan siapa saja.
Sikap cepat akrab dan lemah lembut dengan selalu menebar senyum itulah yang membuat banyak orang betah menemaninya, apalagi untuk mengobrol seputar masalah-masalah agama.

Dan, satu lagi kelebihan Imam Masjidil Haram itu adalah senang "mengoleksi" banyak bahasa, walaupun hanya sepatah kata, terutama bahasa gaul. Senyum lembut, yang dalam ajaran Islam bernilai sedekah itu ditambah dengan sepatah bahasa setempat itulah membuat beberapa orang yang tadinya tidak mengenal Islam sama sekali,menjadi tertarik.

Salah satu contohnya terjadi saat sang imam menginap selama dua malam di salah satu hotel di "diplomatic area" di kota Beijing belum lama ini. Syeikh Sudais dapat meng-Islamkan lima orang China dari karyawan hotel tersebut yang tertarik dengan sikap sang imam.

"Di tengah malam dua warga China datang di kamar hotel, dan ia menyatakan ingin memeluk Islam. Saya jelaskan lewat seorang penerjemah lulusan salah satu Universitas Islam di Saudi, agar kunci pertama adalah mengucapkan dua kalimat syahadah," katanya seperti dikutip harian Al-Riyadh, Saudi, Senin (11/6).

Tidak beberapa lama lagi, tiga orang lainnya datang ke ruangan Syeikh Sudais yang tidak pernah ditutupnya dari sejak masuk hotel hingga kembali ke negaranya. Ketiga orang warga negeri Tirai Bambu itu datang berniat yang sama.

Setelah acara pengucapan kalimah syahadah, Syeikh menanyakan lewat penerjemah sebab mereka tertarik masuk Islam. Mereka serempak menjawab "tertarik dengan sikap Syeikh yang selalu hangat dengan senyum lembut".

"Selain itu, rasa percaya penuh kepada kami karena pintu kamar Syeikh selalu dibuka hingga meninggalkan hotel. Dan, satu lagi, sapaan Syeikh dengan bahasa China yang didapatnya pada hari pertama tiba," ujar mereka.

Paling tidak, pengalaman Syeikh Sudais itu sebagai salah satu bukti bahwa Islam tersebar bukan karena aksi teror, namun lewat sikap bersahaya dan keakraban kaum Muslimin terhadap sesama tanpa membedakan agama, bangsa, ras dan golongan. [ant/www.hidayatullah.com]

http://hidayatullah.com/index.php?option=com_content&task=view&id=4861&Itemid=1

Indonesia Tolak Kutuk Iran

Senator AS, Joe Lieberman mengusulkan agar pemerintah AS segera melakukan
serangan ke Iran. Sementara itu, Indonesia menolak ajakan mengutuk Iran
Hidayatullah.com--Senator Joe Lieberman, Senin, (11/6) kemarin mengusulkan agar pemerintah AS segera melakukan serangan ke Iran menyusul serangan yang dilakukan pasukan Iran terhadap pasukan AS di Iraq.

"Kita harus siap melakukan aksi militer terhadap Iran untuk menghentikan mereka membunuh tentara AS di Iraq," kata Lieberman kepada stasiun televisi NBC dalam acara Face the Nation.

"Itu akan termasuk satu serangan ... di perbatasan Iran, di mana kita punya keyakinan kuat bahwa mereka memiliki satu pangkalan di mana mereka melatih orang-orang ini untuk kembali ke Iraq guna membunuh tentara-tentara kita," katanya.

Lieberman, yang dipilih sebagai anggota Senat AS sebagai calon independen setelah kehilangan dukungan dari para pemilih Demokrat karena dukungannya bagi perang Iraq, mengatakan Iran telah membunuh sekitar 200 tentara AS.

"Jika kita tetap duduk dan berbicara dengan Iran, katakan kepada mereka apa yang kita inginkan mereka lakukan, menghentikan tindakan tersebut. Membunuh tentara AS itu, tidak dapat kita biarkan," katanya.

Ia memperingatkan bahwa AS tidak dapat membiarkan Iran terus-menerus menyerang pasukan AS.

Tolak Kutuk Iran

Sementara itu, Dewan Keamanan (DK) PBB dalam sidang mereka di Markas Besar PBB, New York, hari Jumat lalu, gagal mengesahkan pernyataan pers yang mengutuk keras pernyataan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad soal "kehancuran Israel". Indonesia merupakan satu-satunya negara di antara 15 negara anggota DK-PBB yang menyatakan menolak pengesahan tersebut.

Wakil Tetap Perancis untuk PBB Jean-Marc de La Sabliere usai sidang menyatakan penyesalannya karena Dewan gagal mengeluarkan pernyataan mengutuk.

Perancis--salah satu anggota tetap DK-PBB selain AS, Inggris, Rusia, dan China--adalah negara penggagas rancangan pernyataan pers soal pengecaman terhadap Ahmadinejad dan gagasan tersebut didukung penuh terutama oleh AS dan Inggris.

"Mayoritas anggota Dewan menginginkan adanya pernyataan mengutuk. Tapi sayangnya kita tidak dapat mengesahkan rancangan itu hari ini karena ada keberatan dari salah satu negara," kata Dubes Perancis itu, tanpa menyebut Indonesia.

Sumber-sumber di kalangan diplomat internasional mengatakan bahwa saat sidang, Indonesia--yang diwakili oleh Deputi Wakil Tetap RI untuk PBB Hasan Kleib--menjadi satu-satunya negara yang langsung menyatakan menolak pengesahan. [cha, berbagai sumber/www.hidayatullah.com]


http://hidayatullah.com/index.php?option=com_content&task=view&id=4863&Itemid=1

Friday, June 15, 2007

Hindari Virus Ashabiyah

Perkembangan kelompok, jamaah dan harakah-harakah di tubuh umat Islam adalah sesuatu yang menggembirakan. Tapi awas bahaya sikap bangga diri

”Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepada kamu ketika kamu dahulu (masa jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” [Ali Imran: 103]

Tak dapat dipungkiri bahwa kaum Muslimin saat ini terdistribusi dalam beberapa kelompok, jamaah, dan harakah. Di dalam suatu wilayah yang tidak terlalu luas di suatu kota, misalnya, kita dapati berbagai ragam harakah yang masing-masing memiliki pengikut setianya sendiri. Kenyataan ini seharusnya kita sikapi secara bijak dengan menerima apa adanya.

Realitas Lumrah

Kita tidak perlu risau, gelisah, atau salah tingkah menghadapi realitas tersebut, karena Islam sendiri tidak menghalangi ummatnya untuk membentuk suatu perserikatan, kumpulan, atau jamaah, karena ini merupakan sunatullah. Firman Allah:

”Dan di antara tanda-tanda kekuasaanNya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang yang mengetahui.” [Ar-Rum: 22]

Selain itu, di zaman Rasulullah sendiri sudah terjadi pengelompokan identitas, yaitu Muhajirin dan Anshar. Padahal, jumlah ummat Islam pada waktu itu masih sangat sedikit. Terhadap realitas ini Rasulullah sendiri tidak risau. Beliau justru memanfaatkannya untuk melakukan konsolidasi.

Dalam satu riwayat dikisahkan bahwa suatu ketika, selesai dari satu peperangan Rasulullah membagi-bagikan harta rampasan yang jumlahnya melimpah kepada pasukan Islam. Dengan maksud menguatkan iman orang-orang muallaf dari Makkah, beliau sengaja memberi bagian yang lebih banyak kepada mereka.

Distribusi yang dianggap tidak merata itu kemudian menjadi pergunjingan di kalangan kaum Anshar yang merasa mendapatkan bagian lebih sedikit. Mereka bahkan hampir menuduh Nabi tidak adil, karena dinilai lebih memprioritaskan kaumnya. Menanggapi isu tersebut, Rasulullah bersikap arif. Beliau berkata: ”Apakah kalian tidak rela mereka pulang membawa harta rampasan, sedang kalian pulang dengan membawa Utusan Allah?” Mendengar ucapan itu, mereka semua menangis.

Apakah setelah kejadian itu Rasulullah segera meniadakan sama sekali identitas kedua kelompok tersebut? Tidak. Kaum Muhajirin adalah aset tak ternilai. Demikian juga kaum Anshar. Berdirinya kelompok-kelompok dalam tubuh kaum Muslimin adalah realitas, bahkan eksistensinya diakui oleh Al-Quran. Firman Allah:

”Dan orang yang menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshar) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka.” [Al-Hasyr: 9]

Racun Ashabiyah

Pengelompokan di tubuh kaum Muslimin itu bermasalah jika antara yang satu dengan yang lain mulai timbul sikap bangga diri atau kelompok sekaligus merendahkan kelompok, jamaah, atau harakah lainnya (Ashabiyah). Kebanggaan kolektif ini lebih sulit penanggulangannya dibandingkan dengan kebanggaan pribadi. Akibat yang ditimbulkannya juga jauh lebih dahsyat dibandingkan dengan kebanggaan individual. Itulah sebabnya Rasulullah SAW melarang sikap-sikap tersebut dengan sabda beliau:

”Hendaklah orang-orang meninggalkan kebanggaan terhadap nenek moyang mereka yang telah menjadi batu bara di neraka Jahannam atau (jika tidak) mereka akan menjadi lebih hina di sisi Allah dari kumbang yang hidungnya mengeluarkan kotoran.” (Riwayat Abu Dawud, Turmidzi dan Ibnu Hibban. Turmidzi menghasankan hadits ini).

”Cukuplah seseorang dinilai telah berbuat kejahatan bila ia merendahkan saudaranya sesama Muslim.” [Riwayat Muslim].

Kebanggaan golongan sekaligus merendahkan golongan lain bisa berakibat fatal, yakni menimbulkan sikap ekslusif, menutup diri. Akibatnya tidak bisa mengambil pelajaran dan menerima kebenaran dari pihak lain karena terhalangi oleh sikap gengsi. Akibatnya berikutnya, jamaah seperti ini cepat atau lambat akan mengalami stagnasi, pelan-pelan mulai menunjukkan tanda-tanda kemunduran, dan akhirnya mati. Padahal jika seandainya mereka bersikap tawadhu, mereka bisa belajar dari jamaah yang lain. Kekuarangannya bisa ditutupi sedang kelebihannya semakin disempurnakan. Umur jamaah seperti ini bisa jauh lebih panjang.

Kesombongan kolegial juga berdampak pada ketiadaan kerjasama dan saling menyayangi antar jamaah, padahal musuh mereka sama. Ketika musuh sudah bersatu, justru antar jamaah Muslim saling berseteru. Jika ada satu harakah yang maju, yang lain mundur tidak membantu. Lebih parah lagi, ketika harakah tersebut mengalami kekalahan justru disoraki. Inilah penyakit kaum Muslimin yang umurnya sudah berabad-abad, yang hingga kini belum terobati. Sesekali sembuh, tapi lebih sering kambuh. Kalau sudah begitu, jangan harap musuh yang ada di depan mata seperti Israel sekarang ini sangat sulit dikalahkan.

Padahal Allah menorehkan sejarah emas bagi kelompok Muhajirin dan Anshar karena mereka saling berkasih sayang, saling membantu, dan bekerjasama. Mereka hidup bersama dan berperang menghadapi musuh secara bersama. Ketika menghadapi kesulitan mereka solid, ketika lapang mereka saling berbagi. Terus terang, kita merindukan kembalinya jamaah-jamaah seperti itu.

Saling Menguatkan, Bukan Melemahkan

Kita tidak keberatan jika di negeri ini ada sepuluh partai Islam, seratus harakah Islam atau seribu ormas Islam sekalipun, asal di antara mereka terjadi silaturahim, sinergi, dan kolaborasi. Akan tetapi jika di antara mereka saling membanggakan diri, dua partai Islam saja sudah menyesakkan hati, tiga harakah saja sudah menyusahkan, dan lima ormas Islam saja sudah meresahkan. Kelompok, golongan, jamaah atau harakah seperti itu tidak menguatkan, malah menjadi sumber kelemahan dan kekalahan. Allah telah mengingatkan:

”Dan taatilah Allah dan Rasul-Nya serta janganlah kamu berbantah-bantahan yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya allah beserta orang-orang yang sabar.” [Al-Anfal: 45-46]

Sangat disayangkan, banyak di antara anggota jamaah yang kerjanya hanya mencari-cari kelemahan dan kekurangan jamaah yang lain, kemudian menyebarluaskannya. Budaya seperti ini sungguh sangat memprihatinkan kita. Apalagi jika sikap seperti itu kemudian dibenarkan oleh para elit jamaah, maka akan semakin lengkaplah penderitaan kaum Muslimin.

Lebih parah lagi, jika di antara mereka terjadi saling mengkafirkan. Tuduhan sebagai ahli bid’ah, ahli syirik, dan kelompok munafik menjadikan kelompok-kelompok dalam Islam bukan saja lemah posisinya, tapi menghancurkan diri mereka sendiri. Sehingga untuk mengalahkan kaum Muslimin, kaum kafir tidak perlu dengan berperang lagi, karena di antara kita sendiri sudah saling membunuh. Itulah sebabnya mengapa Rasulullah SAW dengan tegas bersabda:

”Apabila berhadapan dua orang Muslim dengan pedangnya masing-masing, maka baik yang membunuh maupun yang terbunuh masuk neraka.” Seorang Sahabat bertanya: ”Wahai Rasulullah, itu layak bagi yang membunuh, tetapi bagaimana dengan yang terbunuh?” Beliau menjawab: ”Sesungguhnya dia (yang terbunuh) juga berkehendak membunuh Sahabatnya itu.” [Riwayat Muslim]

Biang Ashabiyah

Biang keladi dari penyakit kronis ashabiyah yang diderita jamaah-jamaah adalah sikap hasud, iri, atau dengki. Di antara jamaah -jamaah Islam ada yang merasa sedih jika jamaah lain mempunyai kelebihan sebagai anugerah dari Allah, sementara mereka merasa gembira manakala jamaah itu mendapat kesusahan atau ujian. Perasaan seperti itu kadang disembunyikan, tapi tak jarang pula dinampakkan. Sungguh ironis, bukankah tujuan kita berjamaah justru untuk saling menguatkan, tapi mengapa kita melemahkan jamaah kita dengan berhasud ria terhadap jamaah lain? Bukankah Allah telah berfirman:

”Apakah mereka dengki kepada manusia atas anugerah Allah yang diberikan kepadanya?” [QS. An-Nisaa: 54]

Sangat disayangkan, kita yang sudah ditarbiyah dan tercerahkan, malah menjadi pendengki. Renungkanlah sabda Nabi berikut ini: ”Takutlah kamu sekalian pada sifat dengki, karena dengki itu akan memakan amalan-amalan yang baik sebagaimana api memakan kayu bakar. Atau beliau bersabda: (memakan) rumput kering.” (Riwayat Bukhari dan Muslim). Wallahu a’lam bishshawab.

[Hami Thohari. Tulisan ini pernah dimuat Majalah Hidayatullah, edisi 5, September 2006]
http://hidayatullah.com/index.php?option=com_content&task=view&id=4875&Itemid=1

How the Qur'an Differs From the Bible

It is a common allegation by Christians that the Qur'an is a mere copy of the Bible; that Prophet Muhammad (peace and blessings be upon him) simply plagiarized "his" book from the pages of the Bible.

It is true that Prophet Muhammad received the Qur'an AFTER the Bible came into existence; and it is also true that the books of the Bible and the Qur'an cover much common ground. But the conclusion of the Christian critics that the Prophet had studied the Bible with a view to copying its verses in order to somehow fabricate the Qur'an is absurd and untenable for the reasons discussed below.

Arabic Bible

First, there was no Arabic translation of the Bible available during the Prophet's time, as Ernst Würthwein informs us in his book, The Text of the Old Testament:
With the victory of Islam the use of Arabic spread widely and for Jews and Christians in the conquered lands it became the language of daily life. This gave rise to the need of Arabic versions of the Bible, which need was met by a number of versions mainly independent and concerned primarily for interpretation. (Würthwein 104)

Thus, the first translations of the Hebrew Bible in Arabic appeared after the advent of Islam. In fact, the oldest dated manuscript of the Old Testament in Arabic dates from the first half of the ninth century.

What about the New Testament?
Sidney H. Griffith, who has done extensive research on the appearance of Arabic and the New Testament says that The oldest dated manuscript containing the Gospels in Arabic is Sinai Arabic MS 72. Here the text of the four canonical Gospels is marked off according to the lessons of the temporal cycle of the Greek liturgical calendar of the Jerusalem Church. A colophon informs us that the MS was written by Stephen of Ramleh in the year 284 of the Arabs, i.e., 897 AD. (Griffith 131–132)
And Prophet Muhammad had died in the first half of the seventh century, to be specific, in 632 CE.

Unlettered Prophet

Second, it would be ironic if the unlettered Prophet Muhammad could have studied and assimilated all the sources—Christian, Jewish, Zoroastrian, Hanif, and ancient Arab beliefs—before he compiled the Qur'an. Indeed his illiteracy was acknowledged even by the enemies of Islam 1,400 years ago. And there is no record of the pagan Arabs in Makkah accusing Muhammad of pretending to be illiterate while actually being literate.

Allah the Almighty also answered this in the Qur'an:
[And thou wast not [able] to recite a Book before this [Book came] nor art thou [able] to transcribe it with thy right hand: in that case indeed would the talkers of vanities have doubted. Nay here are signs self-evident in the hearts of those endowed with knowledge: and none but the unjust reject Our signs.] (Al-`Ankabut 29:48–49).

No Translation

Third, the language of Muhammad was Arabic and the Qur'an was revealed to him in Arabic. It is the original Arabic Qur'an that is always called the Qur'an, not any translation. But the language of the Old Testament was ancient Hebrew, and Jesus was a Jew who spoke Aramaic, which was a dialect of Hebrew, an Eastern Semitic language. But the books of the New Testament, including the Gospels, were written in Greek, a Western language, some time after Jesus Christ.

The Bible is a collection of writings produced at different points in history and authored by different writers. The many denominations of Christianity do not agree on the canon (the list of books accepted by the church as authoritative or divinely inspired) of the Christian Bible. Some of these books are not universally accepted. The Catholic Encyclopedia has this to say on the topic:

The idea of a complete and clear-cut canon of the New Testament existing from the beginning, that is from Apostolic times, has no foundation in history. The Canon of the New Testament, like that of the Old, is the result of a development, of a process at once stimulated by disputes with doubters, both within and without the Church, and retarded by certain obscurities and natural hesitations, and which did not reach its final term until the dogmatic definition of the Tridentine Council. ("Canon of the New Testament")

There is a lot of confusion about the earliest existing texts of the Bible. The oldest extant manuscript of the Bible is believed to be the Codex Vaticanus, (preserved in the Vatican Library), which is slightly older than the Codex Sinaiticus (preserved in the British Library), both of which were transcribed in the fourth century.

As for the story of Jesus, there were at least 50 gospels written in the first and second century CE. Four of them (Mathew, Mark, Luke, and John) were included in the official canon during the fourth century CE and are found today in every Bible. All of the original copies of the gospels were lost. What we have now are handwritten copies, which are an unknown number of replications removed from the originals.
Rudolf Bultmann, a prominent 20th-century professor of New Testament studies writes about the life of Jesus:

We can now know almost nothing concerning the life and personality of Jesus, since the early Christian sources show no interest in either, are moreover fragmentary and often legendary; and other sources about Jesus do not exist. (Bultmann 8)
The earliest of the four gospels is Mark's and this was written sometime from 57 to 75 CE, according to scholars. The other gospels were composed much later than this, and the last of the four Gospels (John's) was probably written between 85 and 100 CE. All these gospels were originally in Greek and their authorship is a subject of dispute.

Self-Reference

The Bible does not contain self-reference; that is, the word Bible does not occur in the Bible. In fact, only certain Christian groups believe that the Bible — in its entirety — is the revealed word of God. The presence of so many contradictions and patently questionable ideas makes this claim untenable.

In comparison, the Qur'an's claim to be the record of the word of God dictated to His Prophet is borne out by the following facts: The speaker in the Qur'an is God talking directly to man, while the sayings of the Prophet, called Hadith, are in other books. The Qur'an repeatedly says that it is the word of God. It has self-reference; that is to say, it names itself 70 times as the Qur'an.

Memorization

The verses of the Qur'an were revealed to Prophet Muhammad in the course of 23 years of his life as the events in the unfolding development of the religion of God called for divine guidance. As soon as the Prophet received these verses, he dictated them to his disciples, who not only wrote them down, but also learned them by heart.

There were so many people who had memorized the Qur'an that we can say that from the first day of its revelation, the Qur'an was in the hands and hearts of the people.
Before the death of the Prophet, the whole of the Qur'an was written down, examined, and verified by the Prophet himself. From that time onwards, it has remained safe from corruption, as several copies of it were in the possession of the Muslims. It was not possible to make any changes to its verses, even if someone wanted to do so, because a standard copy was preserved. Further, so many Muslims had memorized the Qur'an that they would have recognized any changes. Moreover, God has promised in the Qur'an [Certainly, it was We Who revealed the Reminder (the Qur'an) and certainly We shall preserve it] (Al-Hijr 15:9).

At the time of the Prophet's death, a number of the Prophet's Companions already had assembled the portions of the Qur'an with them into a volume. It was during the time of the first caliph, Abu Bakr, that a leading scholar and scribe of the Prophet, Zayd ibn Thabit, was appointed to compile an official version. After meticulous work, he prepared the official collection (mushaf).

Incorruptibility

One of the foremost reasons for the Qur'an's continued incorruptibility is that it has been preserved in its original language, unlike the Bible. No one in the Muslim world has ever thought to supersede it with a translation. Thus the Qur'an we have today is the same Qur'an that the Prophet received from God. Its authenticity and genuineness therefore, are unimpeachable.

One of the miracles of the Qur'an, which was revealed 14 centuries ago, is the fact that it can be read and understood by the Arabic-speaking people living today. Every language undergoes changes as time passes, and one or two hundred years is long enough for a language to undergo substantial changes. Thus anyone who knows the rudiments of the history of languages knows that logically it should be impossible for the Arabic-speaking peoples of today to read and understand a book 14 centuries old. And yet, every day, every hour, every minute, in fact every second of the 24 hours of the 365 days of every year of the past centuries has been alive with the reading and study of the Qur'anic verses. And it goes on into the future. The volume and scope of it multiplies in every imaginable way with the coming of the multimedia. This started at the time of the Prophet and it has continued unceasingly till the present day, making this the ever-present miracle of Prophet Muhammad rivaling all other miracles.

Allah says [This is the Book; in it is Sure Guidance, no doubt, for those who are God-conscious] (Al-Baqarah 2:2) In another verse we read [And say: "The Truth has arrived, and Falsehood perished; for Falsehood is bound to perish"] (Al-Israa' 17:81).

Sources

· Bultmann, Rudolf. Jesus and the Word. Charles Scribner's Sons, New York, 1958
· "Canon of the New Testament." Catholic Encyclopedia (www.newadvent. org).
· Griffith, Sidney H. "The Gospel in Arabic: An Enquiry into Its Appearance in the First Abbasid Century." in Oriens Christianus, volume 69, pp. 131-132.
· Würthwein, Ernst. The Text of the Old Testament. Grand Rapids, Michigan: William B. Eerdmans Publishing Company, 1988.